
"Emang lo tau si Aika temennya Verro tanya apa?" Tanya Riana
"Ya enggak lah, cuman nebak aja" Jawab Erza
Verro dan Riana pun tertawa.
"Lah kok ketawa?" tanya Erza
"Ya ya ya, gajadi udah lupain, yuk kita pergi aja dari sini" Ajak Verro
"Yaudah yuk"
Mereka pergi ke lantai 1 asrama. Sesampainya di pintu masuk asrama.
"Ver mending kita diluar aja, jangan istirahat di sini" Ucap Riana
"Siapa yang mau istirahat di sini? kalian ga laper?" Ucap Verro
"Lapeerrr"
"Seadanya aja, peralatan kita masih ketinggalan ke lantai 7, dan aku ga berani ambil sekarang" Ucap Verro
"Eh disini pasti ada dapur kan, kita ambil bahan trus cari dapur aja" Ucap Riana
"Ah gua sih terserah kalian" Ucap Erza
Akhirnya mereka memutuskan mengambil bahan makanan dan kemudian mencari dapur sekolah.
Karena mereka belum tau letak letak gedung di sekolah akhirnya mereka mencari peta yang digunakan untuk MOS.
"Verr jangan lama lama di depan ruang guru, takuut" Ucap Riana
"Ngapain takut noh di jagain Ardi" Ucap Verro
"Ka kamu keliling aja sana bantu cari dapur, Aku panggil Zmeya kesini" Ucap Verro
__ADS_1
"Aaa Verr, yaudah, aku boleh minta buahnya yaa, lapeeer" Ucap Aika
"Ish hantu juga laper, yaudah nih, kalo ketemu langsung balik kesini" Ucap Verro
"Siap" Jawab Aika
Verro, Riana, Dan Erza mencoba masuk ke dalam ruang guru. Pintu ruang guru tak dikunci jadi mereka bisa masuk. Ketika masuk ke dalam ruang guru mereka terkejut dengan bau harum bunga yang sangat menyengat.
"Gilaa harum banget" Ucap Erza
"Husshh, ini wangi wangi gimana yaa? yang mistis gitu lah" Ucap Riana lirih
"Seperti nya aku tau kenapa ruang guru selalu tertutup, kenapa mereka meminum darah gadis itu" Ucap Verro
"Ishh udah jangan bahas ini dulu, cari dulu petanya" Ucap Erza
Mereka mencari peta sekolah, dan berhasil menemukannya. Mereka bertiga keluar dari ruang guru, Verro dan Erza terkejut karena ada 8 jiwa yang berdiri di depan pintu keluar dari ruang guru.
"Haa" Teriak Erza Dan Verro kaget, sementara itu Riana hanya diam kebingungan karena ia tak melihat apa apa
Verro menarik tangan Riana Dan Erza berlari ke luar ruang guru. 8 jiwa itu menyengat mereka.
"Mau apa kalian?" Tanya Verro
"Mau membunuh kami? Zmee..." Ucapan Verro terpotong
"Tolong kami"
"Bantu kami"
"Kata ini lagi, jangan berkata seperti itu setidaknya beri petunjuk" Ucap Verro
"Di area dapur ada tempat j****ika terbakar akan terbuka, hitam pekat menyelimuti, cahaya terbentuk dari pikiran, jalan terbuka, dan sejarah kan terlihat" Ucap mereka lalu tiba tiba menghilang
"Apa maksudnya?" Batin Verro
__ADS_1
"Veeer..." Panggil Erza sambil memegang pundak Verro yang membuat Verro terkejut
"Arhh... ya?" Ucap Verro
"Yuk kita cari dapur nya, dah laper nih" Ucap Erza
"Yaudah yuk"
Saat bersamaan Zmeya dan Aika mendatangi Verro.
"Maaf Ver, tadi mereka melarang kami dan membuat batas yang tidak bisa kami lewati untuk menemui mu, seperti nya mereka sedang kesulitan?" Ucap Aika
"Iya gpp, kamu dah tau dapur nya?" Tanya Verro sambil terus berjalan
"Udah kok"
"Verr, kok aku tadi ga liat apa apa?" Tanya Riana
"Loh iya? kok bisaa?" Tanya Verro
"Gua malah lihat" Ucap Erza
"Itu karena yang diincar bukan Riana, tapi kalian berdua, Mereka tau bahwa yang terancam bukanlah Riana tapi kalian berdua, jadi mereka tidak ingin membahayakan Riana" Ucap Ardi
"GUUYYSS kita dah sampai di dapur Asramaa" Ucap Aika
"waaahhhhh gilaa kereennyaaa" Ucap Erza
"Yuk masuk" Ajak Verro, sementara itu Zmeya diluar untuk menjaga area dapur.
Semua yang di sana mulai memasak makan malam. Tak lama makanan jadi, mereka menyantap makanan sambil berbincang.
"Tadi mereka berkata di area dapur ada tempat jika terbakar akan terbuka, hitam pekat menyelimuti, cahaya terbentuk dari pikiran, jalan terbuka, dan sejarah kan terlihat itu maksudnya apa?" Tanya Erza
"Aku juga gatau?" Ucap Verro
__ADS_1
"Apa kita harus membakar tempat ini?" Sahut Riana
"Mmm... kita coba segala kemungkinan yang melibatkan api, pertama kita nyalakan semua kompor di sini" Ucap Verro