SMA ASRAMA JC

SMA ASRAMA JC
ARDI?


__ADS_3

"Ardi?" Tanya Verro


"Iya Ardi, laki laki itu" Ucap Riana


"Jadi dia Ardi?" Ucap Verro sambil menunjuk ke arah Ardi yang berdiri di samping Riana


Riana pun menoleh...


Tiba tiba Riana terdiam sejenak melihat Ardi, lalu...


"Kakaaaaak..." Ucap Riana mulai menangis


"Kakak??" Ucap Verro lirih bersamaan dengan Aika


"Ri" Panggil Verro ke Riana


"I-iya Ver" Jawabnya sambil mengusap air mata


"Jadi dia kakak mu?" Tanya Verro yang hanya di jawab anggukan oleh Riana


"Mm... e-e-e kamu Istirahat aja Ri, tenangin diri kamu, nanti sore kan kita ada pembukaan MPLS"Ucap Verro menyarankan


Dan Ardi tiba tiba menghilang dan Aika yaa... biasalah dia pergi berkeliling


sore harinya ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ


Tiba tiba ada suara ketukan pintu di kamar Verro dan Riana. Verro membukakan pintu nya, tapi tak ada orang, hanya ada 2 lembar kertas yang ternyata tak hanya ada di depan kamar nya tapi di semua kamar. Verro pun mengambil nya.


"Siapa Ver?" Tanya Riana


"Ngga tau, cuma ada kertas doang" Jawab Verro


"Liat liat sini coba" Minta Riana dan Verro pun menyerahkan Kertas itu


"Astagaaa!!! Ini jadwal kita selama 1 bulan di sini, gilaaaa padet bangeettt!!" Ucap Riana


"Iya heh, ini jadwal sampe tanggal 13, disini ditulis kalo tanggal 13 itu hari jadi sekolah ke 300 tahun"


"Pantesan ini Sekolah bener bener bernuansa antik kek ke-Eropaan gitu, ihh megah banget ya?" Ucap Verro

__ADS_1


"Iya, eh lihat ini jadwal sekolah kita, ga padet juga ya cuman 4jam-an per hari" Ucap Riana


"Iya sih singkat banget" Jawab Verro


"Ri, kamu udah enakan?" Tanya Verro


"Iya Ver, aku udah gapapa" Jawab Riana


"Mmmm... soal Ardi..." Belum sempat Verro meneruskan ucapannya Riana langsung menyahut


"Oh dia, dia itu kakak ku" Jawab Riana singkat


"Kakak kamu? kayak masih kecil gitu ya, hehe " Ucap Verro


"Iya kakak meninggal ketika mama hamil aku 7 bulan, di usia kakak yang ke 12 tahun" Ucap Riana


"Oalah gitu, kalo boleh tau penyebabnya apa ya?" Tanya Verro


"Aku ga tau pasti, karena kakak nggak bilang apa apa" Jawab Riana


"Mungkin dia mau jagain kamu, Ri" Ucap Verro


"Mungkin aja sih" Kata Riana


"Iya, nama panjangnya Ardiyansyah Erzaldi, andai kakak masih hidup" Ucap Riana


"Ohh, kamu yang sabar yaa, Ri, mau coba ku trawang boleh?" Izin Verro


"kayaknya bakal percuma Ver, tapi kalo tetep mau coba ya gapapa" Ucap Riana mengizinkan


"Oke, Ri" Jawab Verro


Verro pun menutup matanya dan mulai fokus sambil menyebut nama panjang Ardi


Namun...


"Argghh..." Teriak Verro


"Ver kamu gapapa?" Tanya Riana Panik

__ADS_1


"Aku gapapa, Ri, kayaknya kakak kamu nggak mengizinkan aku buat gali masa lalu dia deh, karena semua gelap aku ga bisa lihat apa apa" Jelas Verro


"Iya, Ver, gapapa aku dulu juga pernah nyoba tapi hasilnya nihil, semua gelap" Kata Riana


"Yaudah lain kali aja kita coba lagi, kamu mandi dulu sana bentar lagi kan ada kegiatan" Ucap Riana


"Iya, Ri"


Verro pun mandi terlebih dahulu, lalu ia berganti pakaian sesuai yang di perintahkan oleh guru yaitu pakaian serba hitam dan harus memakai celana.


Tak lama Verro keluar dari kamar mandi dan Riana pun masuk ke kamar mandi.


Tak lama Riana keluar dari kamar mandi.


"Tok.. tok.. tok..." suara ketukan pintu lagi


Verro berjalan dan membuka pintu kamar, namun lagi lagi tak ada orang, hanya ada 2 buah kotak warna hitam.


"Ngga ada orang lagi, Ver?" Tanya Riana


"Ngga ada, Ri, tapi ini ada kotak" Jelas Verro


"Yaudah bawa masuk trus kita buka" Pinta Riana


"Oke"


Verro dan Riana pun membuka kotak itu daannn...


"Wooww..." Ucap Verro dan Riana bersamaan


"Wah ini jubah ya bagus banget, ih kereeenn deh" Ucap Riana


"Iya, eh ada kertas nya" Ucap Verro


"Eh iya, tulisannya 'gunakan jubah ini untuk kegiatan sore'" Ucap Riana


"Oh jadi kita harus pake jubah ini, ohhh jadi karena itu kita di suruh pake baju hitam-hitam karena jubahnya juga hitam" Ucap Verro


"Iya, Ver, yaudah yuk di pake" Ajak Riana

__ADS_1


"Yuk"


Mereka pun memakai jubah mereka.


__ADS_2