
Di depan patung.
"Sisakan beberapa lilin untuk penerangan ketika gelap" Ucap Verro.
"Okey, Ver" Jawab Riana dan Erza disertai anggukan
Verro mengecek daerah sekitar patung yang memiliki bekas lilin dan dia menemukan 6 tempat.
"Oke yuk kita nyalakan lilinnya" Ucap Verro
Mereka mulai menyalakan lilin lilin itu dan meletakkan nya pada patung. Setelah semua lilin sudah diletakkan ternyata tidak terjadi apa apa.
"Ver kok?..." Ucap Riana
"Seharusnya ini berhasil, aku yakin sekali hanya ada 6 tempat" Ucap Verro
Ketika lilin itu mulai meleleh dan menetes, tiba tiba angin berhembus kencang lilin lilin itu padam semua penerangan dalam ruangan juga padam. Verro, Riana, Dan Erza mulai panik.
"Ri, Za tetap di tempat jangan bergerak!" Ucap Verro
Tiba tiba korek yang ada di tangan Verro terjatuh bersamaan dengan suara teriakan seseorang.
"Ri? RII?? ARE YOU OKAY? RI RIANAAA?" Teriak Verro tapi tak ada jawaban
"Verr? Verr? Kenapa lilin nya belum kamu nyalain?" Tanya Erza
"Ihh ini lagi nyari koreknya" Ucap Verro
"Aika Aika Aika" Ucap Verro dengan telepati
Sayang dia tidak bisa melakukan kontak dengan Aika. Verro mencoba meraba kebawah mencari koreknya.
"Za kamu bawa lilin juga kan? bantu cari koreknya, kalo ketemu langsung nyalain" Ucap Verro
"O-Oke Ver" Ucap Erza dengan meraba lantai mencari korek
"Ketemu Ver, di samping kakiku" Ucap Erza
"Cepet nyalain!" Ucap Verro
__ADS_1
Erza pun menyalakan lilin itu. Tiba tiba banyak cahaya yang muncul seakan menerangi.
"Zaa" Ucap Verro senang karena telah melihat sebuah ruangan yang terang.
"Eh Riana?" Ucap Verro
"Astagaa Riii, Riaanaa!!" Teriak Verro sambil menangis
"KAK ARDII!! DIMANA KAMU? KENAPA GAK JAGA RIANAA?? ARDIIIII!" Teriak Verro
"Ver ver, udah dong Verr, kita cepat selesaikan masalah ini supaya kita bisa cepat menolong anak anak lain" Ucap Erza
"Gimana kalo misal mereka udah di bun..." Ucap Verro terpotong
"Huusss... jangan ngomong gitu, yang mereka inginkan kitaa, Kitaa Verr bukan anak anak lain" Ucap Erza
"Ver" Ucap Aika yang tiba tiba muncul
"Kaaa, astagaaa darimana kamu?" Ucap Verro yang mulai lemas
"Maaf tadi ada masalah dikit, oh iya Riana.." Ucapan Aika terpotong
"Riana dibawa saat Ardi mulai kehabisan tenaga, sekarang Ardi berhasil menyusup dan menjaga Riana" Ucap Aika
"Cepat kita baca buku itu" Ucap Verro
Mereka berlari ke sebuah ruangan yang kira kira memiliki panjang dan lebar 4ร3 m. Di ruangan itu ada sebuah meja kayu usang dan sebuah kursi usang, ruangan yang sangat lembab, berdebu dan bercahaya minim. Di atas meja terdapat sebuah buku yang sangat besar dan tebal serta terdapat sebuah pena dari bulu beserta wadah tintanya.
Verro membuka lembar pertama dari buku itu dan terdapat sebuah foto banyak orang di sebuah tempat yaitu gerbang Asrama.
"Ver mungkin ini foto diambil pas Asrama dan sekolah ini selesai di bangun, lihat banyak sekali karangan bunga dan ucapan congratulation" Ucap Erza
"Yah mungkin, eh ini lembar terusnya koo cuman foto foto" Ucap Verro sambil terus membolak-balik halaman buku
"Eh Ver bentar Ver, ini kan guru guru kita" Ucap Erza
"Eh iyaa lho kok, berarti dugaan ku benar, mereka meminum darah gadis itu supaya bisa abadi meskipun sebenarnya mereka sudah mati" Ucap Verro
Verro terus membolak-balik halaman dan menemukan foto siswa siswi angkatan pertama sekolah.
__ADS_1
"Ini Jesseline Claudie" Ucap Verro
"Eh Ver, kok gua gak perhatiin dari tadi, lihat tulisan di gerbang utama, harusnya JC DORMITORY HIGH SCHOOL tapi ini kok VAN EDWARD DORMITORY HIGH SCHOOL?" Ucap Erza
"Eh iyaa, kita coba cari jawabannya di halaman halaman selanjutnya" Ucap Verro
Tibalah mereka di sebuah halaman yang bertuliskan Sejarah dan Penyesalan
Verro segera membaca dan mencermati kata perkata yang beberapa menggunakan bahasa Inggris.
Ketika selesai membaca Verro terlihat pucat dan lemas.
"Ver gimana?" Tanya Erza
"Tempat ini awal mula namanya adalah Van Edward trus berubah menjadi JC itu diambil dari nama Jesseline Claudie" Ucap Verro
"Hah kok?"
"Pendiri sekolah ini meminta bantuan kepada jin dan makhluk makhluk gaib untuk menjaga sekolah ini, untuk menjadikan sekolah ini bintang, dan mereka meminta tumbal" Ucap Verro
"Jesseline Claudie adalah tumbal pertama, dan mereka akan memberi tumbal setiap 60 tahun dan kelipatannya yaitu 2 nyawa anak terbaik sekolah dan setiap 100 tahun dan kelipatannya meminta 1000 nyawa siswa siswi di sekolah ini" Ucap Verro
"Daannn sebentar lagi hari ulang tahun sekolah dan asrama yang ke 300 tahun dan mereka meminta 3000 nyawa anak anak sebagai tumbal"
"Kok mau aja sih nurutin?? bener bener gak berperikemanusiaan" Ucap Erza
"Jika tidak dituruti maka sekolah dan asrama ini akan hancur, keluarga dari orang yang terlibat dengan jin ini akan diambil sebagai tumbal sampai 500 tahun" Jelas Verro
"Ulang tahun sekolah itu tanggal 1 bulan 8, berarti sebentar lagi"Ucap Verro lagi
"Hah?? kurang lebihnya berarti 1 bulan kan??" Ucap Erza
"1 bulaann?"
"Oh astagaaa, Jika kita gagal maka kita dan anak-anak yang lain akan mati, pasti karena mereka dituntut untuk memberikan tumbal makan mereka menyesal, mereka tak bisa pergi dari dunia ini, mereka gak bisa hidup tenang" Ucap Verro lagi
"Tak hanya itu, Mereka akan mengunci jiwa anak anak di sebuah ruangan, kalian tak akan bisa keluar dari sana, tapi jiwa 2 anak terbaik akan dikurung di tempat lain"
Verro dan Erza menoleh ke arah sumber suara
__ADS_1