
"Mmm... kita coba segala kemungkinan yang melibatkan api, pertama kita nyalakan semua kompor di sini" Ucap Verro
"Ve-ver, tunggu sebentar" Ucap Erza
"Tadi mereka juga bilang Hitam pekat menyelimuti berarti ada kemungkinan ketika sesuatu itu terbuka maka keadaan di sekitar kita akan gelap gulita, kemudian Cahaya terbentuk dari pikiran Mungkin kah itu maksudnya kita harus berfikir bagaimana cara supaya kita dapat menciptakan cahaya supaya dapat melihat apa yang ada di situ, Jalan terbuka dan sejarah kan terlihat nah ini mungkin berarti kalau kita akan tahu sebuah rahasia yang besar, kira kira tafsir nya gitu gak?" Ucap Erza panjang kali lebar
Verro dan Riana hanya melongo mendengar Erza mencoba mengartikan kalimat itu.
"Gilaaa, pro banget Za" Puji Riana
"Iya dong gini gini gua dulu ahli teka teki" Jawab Erza
"Heh husssdd, jangan bercanda laahhh" Ucap Verro
"Opsss ma'ap" Ucap Erza
"Oke kalo misal yang di artikan Erza benar, berarti kita harus menyiapkan sesuatu yang bisa bercahaya, sewaktu waktu tempat ini jadi gelap" Ucap Verro
"Senter? " Ucap Riana
"Senter kita kan ketinggalan di lantai 7"Jawab Erza
"Kompor" Ucap Verro
"Kompor memiliki api, dan api bisa menjadi penerangan. So berarti kita sekarang bisa mulai menyalakan kompor, aku akan ada di ujung kiri, Erza di kanan ku, Riana di paling kanan, Aika sama Ardi tolong jagaa ya. Aku akan mulai lebih dulu, jika langsung gelap kalian bisa menyalakan kompor lain, jika tidak terjadi apa apa maka kalian melanjutkan, aku akan berjaga di kompor ini, mengerti?" Jelas Verro
"Mengerti"
"Oke yuk" Ajak Verro
Verro, Riana, dan Erza pun memulai nya. Kompor pertama yang dinyalakan Verro tak terjadi apa-apa. Dilanjutkan oleh Erza dan Riana mulai menyalakan kompor satu per satu. Tibalah di kompor terakhir daann... ternyata tidak terjadi apa apa.
"Ga terjadi apa apa Ver, gimana?" Tanya Riana
"Berarti bukan kompor, lalu apa ya?" Ucap Verro bingung
"Zaa kira kira apa?" Tanya Riana
"Mmm... Bentar lagi mikir" Jawab Erza
"Terbakar? Oh astagaaa aku kepikiran buat bakat dapur ini" Ucap Erza kesal
"Heh husss, pijam peta tadi, mana?" Ucap Verro
__ADS_1
"Nih" Ucap Erza
Verro membuka peta itu, dan mencoba mencari petunjuk sesuatu.
"Ri, Er, Lihat nih, ada patung di ruangan ini" Ucap Verro
"Hah patung?" Tanya Riana
"Bentar bentar, pinjem Ver petanya" Ucap Erza
"Kalau dari petanya, patung itu ada sebelah Timur, tapi di sisi Timur cuman ada dinding kosong" Ucap Erza
"Timur?" Ucap Riana
Verro berjalan mendekati dinding itu bersama Aika, Aika mencoba menembus dinding itu.
"Di balik dinding ini ada patung" Ucap Aika
"Hah?" Ucap Riana terkejut
"Berarti dinding ini adalah sebuah pintu rahasia" Ucap Erza
Verro meraba sisi dinding, mencoba mencari petunjuk yang bisa membuka dinding ini. Verro memukul mukul dinding itu yang ternyata itu terbuat dari baja.
"Oh astagaaa ini pin nya apa?" Tanya Verro
"Trawang Ver, kan bisa" Ucap Erza
"Tapi berkali kali aku sama Riana nyoba nerawang Asrama ini itu ga bisa, di halangi sesuatu" Jelas Verro
"Coba aja Ver, gaada salah nya kan?" Ucap Erza
"Oke deh"
Verro memegang daerah pin itu lalu mulai menerawang. Tak lama kemudian Verro tersadar.
"Gimana Ver, Bisa?" Tanya Riana
Verro tersenyum dan berkata " Bisa"
"Pinnya 181721" Ucap Verro
Verro segera memasukkan pin itu, dan pintu terbuka. Terlihat lah sebuah patung seorang wanita dengan seragam sekolah ala tahun 1700-an yang cukup besar.
__ADS_1
"Waahh" Ucap Erza
"Kenapa patung ini rasanya gak asing?" Ucap Verro
"Iya, seperti mirip dengan sesuatu, apa ya?" Ucap Riana
"Jesseline Claudie" Ucap Erza
"Ini mirip dengan gadis itu?" Ucap Erza lagi
"Ya, benar, Ini adalah patung gadis itu" Ucap Verro sambil berjalan mendekati patung
Verro meraba daerah sekitar patung, mencoba mencari petunjuk dan ia menemukannya.
"Ver kenapa?" Tanya Riana
"Bekas lilin" Jawab Verro
"Jadi ini adalah jawaban dari teka teki itu" Ucap Erza
"Cepat cari lilin dan korek, malam ini kita harus tau apa yang dimaksud sejarah oleh teka teki itu" Ucap Verro
"Dimana mau cari?" Tanya Erza
"Pasti ada di sekitar sini, ayo kita geledah" Ajak Verro
Verro, Riana dan Erza mencari keseluruh ruangan dapur mencari lilin dan korek.
"Ketemu Veeer" Teriak Riana yang sudah menemukan banyak lilin. Verro dan Erza menghampirinya
"Koreknya?" Tanya Verro
"Pasti ada di sekitar sini" Ucap Erza mencari
"Ini dia ada 2 korek" Ucap Erza
"Oke yuk kita bergegas" Ucap Verro
"Aika, Zmeya bantu kami yaa, hati hati kalian" Ucap Verro dengan telepati.
Di depan patung.
"Sisakan satu lilin untuk penerangan ketika gelap" Ucap Verro
__ADS_1