
"Malam ini kita ga akan tidur di sini, kita ke lantai 1 aja, jadi kalo ada apa apa bisa langsung keluar" Ucap Verro
"Oke deh, yukk sekarang aja kita ke bawah, udah mau gelap soalnya" Ajak Riana
"Yuk, untung ni barang barang masih di tas semua" Ucap Ricky
Mereka bersepuluh pun pergi ke lantai 1, kemudian Verro merasa ada yang aneh, tak hanya Verro bahkan Riana dan Erza juga merasakan hal yang sama.
"Ver ada yang aneh gak sih?" Ucap Riana
"Iya, tempat ini kayak bukan asrama kita" Ucap Verro
"Guys ada yang ngerasa aneh gak disini?" Tany Verro
"Enggak tuh, gua biasa aja" Ucap Zulian
"Iya b aja" Sahut Meylani
"Udah lah yuk lanjut jalan, udah mau gelap nih" Ucap Meylani
"Iya, kita masih di lantai 7 loh ini, mau naik lift kalo tiba tiba macet gitu kan bahaya nasional" Ucap Cindy
"Iya iya yuk gasss, Erza tetep di belakang yaa" Ucap Verro
"Iyee" Jawab Erza
"Ati ati Zaa, ntar dibelakang lu ada yang ngikutin wkwk" Ucap Ricky Bercanda
"Iya emang dari tadi ada yang ngikutin gua" Jawab Erza santai
Semua berhenti, lalu menoleh ke arah Erza
"Kenapa berhenti? ada yang salah?" Tanya Erza
"Lo serius" Tanya Zulian
"Iya serius, bahkan kalian semua juga ada yang ngikutin" Ucap Erza
"Ve-ver beneraaannn?" Tanya Clarissa
Verro tak menjawab
"Ih Verr jawaab" Paksa Meylani dan Verro tetap diam
"Zaa lo jangan bercanda dooonggg" Ucap Hardi
__ADS_1
"Loh gua ga bercanda" Ucap Erza
"Kan emang bener kemana mana kita tuh di ikuti sama bayangan kitaaa" Tambah Erza
"ASTAGAAAAA, ERZAAAA!!" Teriak Meylani, Clarissa dan Cindy bersamaan
"Naapaa? emang gua salah?" Tanya Erza dengan perasaan tak bersalah
"Zaaa lo ga lucu ih" Ucap Cindy
Sementara itu Verro hanya tersenyum
"Lo jugaa Ver, lo dah tau?" tanya Ricky
"Eh aku gatau beneraaannn!" Ucap Verro
"Dah ah Erza gausah di temenin, yuk jalan terus" Ucap Clarissa kesal
"Ahahaha, maaf maaf" Ucap Erza
"Ish kalo bukan anak orang, udah gua mutilasi lu!" Ucap Zulian
"Heeyyy, gua ikutan dong Zul" Ucap Reza
"Ahahaha, maaf maaf, udah yok dah gelap ntar ciwi ciwinya tambah marah" Ucap Erza
Beberapa saat kemudian, Erza perlahan berjalan mendekati Verro, lalu membisiki Verro
"Gua ngerasa ini tempat bukan asrama kita, asrama kita itu wangi, dingin, aesthetic, ini kok jadi gini yaa? lembab, hawanya juga pengap" Ucap Erza
Ketika Erza, Verro dan Riana berbincang, tiba tiba ke 7 teman teman mereka berteriak.
Verro, Riana, Dan Erza sontak kaget, dan segera menoleh, namun apa yang terjadi?
merek menghilang~
Tiba tiba dari arah belakang Verro, Riana, Dan juga Erza ada suara teriakan dan ada seorang gadis yang berlari ketakutan menembus tubuh Verro, Riana Dan Erza.
"Aaaaaa tolongg, jangaaannn, tolooonggg" teriak gadis itu
"Ver apa itu tadi?" Tanya Erza
"Aku gatau, tapi bisa jadi ini petunjuk, kejar dia" Ucap Verro
Verro, Riana, Dan Erza berlari mengikuti gadis itu
__ADS_1
Dari arah belakang mereka, terdengar suara yang sangat besar dan keras
"AHAHAHA LARI LAAHH, LARRIII LAAHH, KAMU TIDAK AKAN BISAA KELUAR DARI SINI, KAMI MEMBUTUHKAN MU UNTUK SEKOLAH INI" Ucap nya
Verro, Riana Dan Erza menoleh kebelakang, dan terkejut melihat 3 orang yang wajahnya terlihat tidak asing bagi mereka.
"Ve-Veerrr, i-itu merekaaa... guru kitaa!" Uca Riana
"Yap, Riana benar, itu kepala sekolah, wakilnya dan jugaa bapak bapak yang menanyai kita ketika apel pembukaan" Ucap Erza
"Apakah mereka ingin membunuh gadis itu?" Tanya Verro lirih
3 orang itu berjalan dengan membawa kapak, menembus tubuh Verro, Riana, Dan juga Erza.
"Ver apakah kita melihat masa lalu, lihat baju baju mereka dan j-juga gadis itu tadi, baju mereka seperti baju pada abad 17-18 an" Ucap Riana
"Seperti nya benar, terlihat dari apa yang kita alami" Sahut Erza
"Ayo ikuti mereka" Ajak Verro
Verro, Riana Dan juga Erza mengikuti ke 3 orang itu, dan ingin mencari tahu apa yang terjadi.
Entah apa yang terjadi, tiba tiba mereka semua sudah berada di lantai 1 asrama.
"Ver, kita teleportasi?" Tanya Erza
"Husshh jangan bercanda, gua tonjok lu" Ucap Verro
"TOLONG TOLONG SAYAA, TOLOOONGGG, SAYA MOHON JANGAN BUNUH SAYAA!!" Teriak gadis itu tiba tiba
Lalu kemudian ketiga guru itu pun mendekati gadis itu yang berada dipojok dinding sebelah lemari.
"Verr, itu lemari yang sama dengan asrama kita sekarang kan?" Ucap Riana
"Kemungkinan besar iya" Jawab Verro
Gadis itu menangis, dia menyelipkan sebuah gelang dibawah lemari sebelum akhirnya dia terbunuh.
Ketika gadis itu dibunuh dengan kapak Verro, Riana Dan Erza pun berteriak dan menutup mata mereka.
Gadis itu di seret keluar asrama tower 1, menuju sebuah gedung yang terletak paling belakang.
"Ver gedung apa ini?" Tanya Erza
"Entahlah" Jawab Verro singkat
__ADS_1
Verro, Riana Dan Erza mengikuti ke 3 orang yang membawa gadis itu sampai ke dalam gedung. Gedung itu memiliki anak tangga turun ke bawah tanah.
Saat perjalanan, nametag pin gadis itu terjatuh. Terlihat namanya adalah Jesseline Claudie