
Ketika Verro sedang asyik membereskan barang-barangnya dan Aika sedang asyik melayang layang keliling kamar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"tok tok tok... suara ketukan pintu
"iya masuk aja pintunya nggak di kunci kok" Ucap Verro
Pintu pun terbuka, perlahan-lahan terlihatlah seorang gadis yang sangat cantik, t-tapi disampingnya terlihat seorang lelaki yang mungkin bukan manusia.
"Wow dia cantik sekali, t-tapi siapa laki laki itu, kenapa dia memandangku?" Tanya Verro ke Aika dengan telepati
"Iya cantik banget, gatau aku mungkin temennya cewek itu" Jawab Aika
"E-e hai, boleh masuk?" Tanyanya
"Oh tentu silahkan" Jawab Verro
Gadis itu pun masuk dan duduk di atas tempat tidur nya, meletakkan kopernya dan membukanya.
Verro yang kepo pun menghampiri gadis itu.
"Hai" Tanya Verro
"Hai" Jawabnya
"Nama kamu siapa?" Tanya Verro
"Aku Ariana, kalau kamu siapa?
"Kenalin aku Verronika, bisa dipanggil Verro, kamu panggilan nya Ariana atau Riana?"
"Riana"
Sementara Verro berbincang dengan Riana, Aika hanya diam melihat Lelaki di samping Riana yang terus memandangi Verro.
"Verro, cepetan tanya iihhh" Suruh Aika tapi kali ini nggak pakai telepati
"Bentar ih" Jawab Verro telepati
"Ver, kamu denger nggak ada yang kaya manggil kamu gitu tadi?" Tanya Riana
"Hah? k-ka-kamu denger?" Tanya Verro
"Iya kayaknya, apa mungkin cuman perasaan aku aja ya?" Ucap Riana
__ADS_1
"Enggak kok" Ucap Verro
"Hah?"
"Ya enggak, itu bukan perasaan kamu aja, tapi emang beneran" Jelas Verro
Tak ada jawaban dari Riana yang terlihat syok
"Gini gini, aku mau tanya sama kamu, kamu itu anak indigo?" Tanya Verro
"Aku nggatau, tapi tiap hari itu aku kek ngerasa ada yang ngajak aku ngomong, ada yang bilangin aku 'aku gaboleh gini, aku gaboleh gitu, harus ini, harus itu, hati-hati sama ini' dan itu udah terjadi sejak lama tapi aku lupa" Ucap Riana panjang lebar
"Trus kamu tau gak kalau ada anak laki laki yang selalu ngikutin kamu? kalau kamu tau siapa dia?" Tanya Verro lagi
"Hah? laki laki? aku nggatau" Jawabnya
"Kamu hadap sini coba ke aku" Pinta Verro yang mencoba menerawang Riana.
Riana nurut aja dengan apa yang di perintahkan Verro.
"Ver? Verro... kenapa sih ver? Verro?" Ucap Riana ketik melihat Verro seperti orang yang melamun
"Ri" Ucap Verro sambil memeluk Riana
"Kamu itu sama kayak aku, kita itu punya kelebihan"
"Maksud kamu, kamu itu indigo?" Tanya Rian bingung
"iya, dan kamu juga"
"Aku? t-tapi aku aja ga pernah lihat makhluk halus atau hantu" Bantah Riana
"Yah dan aku tau alasan nya"
"Apa?" tanya Riana
"Kamu itu indigo, kamu itu temenan sama hantu laki laki itu, jadi kamu itu sering terlihat kayak ngomong ngomong sendiri oleh orang tua kamu, orang tua kamu cemas dan khawatir kamu terkena gangguan, akhirnya orang tua kamu meminta seseorang seperti ustadz untuk memeriksa kamu, dan kamu orang itu berkata bahwa mata batin kamu itu terbuka, nah disitulah orang tua kamu meminta ustadz itu menutup mata batin kamu dan membuat kamu lupa akan pertemanan kamu dengan hanyu laki laki itu" Jelas Verro
"Tapi Ri, seseorang yang sudah terlanjur terbuka mata batin nya, mata batin itu tidak akan bisa tertutup kembali dengan rapat, seperti kamu meskipun sudah di tutup tapi kamu tetap bisa merasakan mereka dan mendengar mereka" Tambah Verro yang melihat Riana terdiam
"J-jadi ingatanku di hapus?" Tanya Riana
"Bukan di hapus, tapi di rubah, jika mata batin kamu terbuka lagi maka kamu akan mendapatkan ingatan itu lagi" Jelas Verro
__ADS_1
"Ri... kamu pengen dibukakan mata batin? kalau pengen aku bisa" Ucap Verro dengan ragu
"Iya"
"Hah?" Ucap Verro
"K-kamu mau? kamu tau konsekuensi nya kan? kamu gak akan bisa menutup mata batin itu lagi, kamu sekarang akan bisa melihat mereka yang ada di dunia lain, kamu yakin?" Tanya Verro
"Aku yakin Ver" Ucap Riana.
Verro meminta Aika membantunya membuka lagi mata batin Riana.
"Ri tutup mata kamu" Pinta Verro
Riana meletakkan jari jempol nya di dahi tengah Riana kamudian memjamkan mata dan mulut nya seakan berkomat kamit membaca mantra.
"Ri buka mata kamu pelan pelan aja, jangan takut, jangan teriak" Pinta Verro
Riana pun membuka matanya pelan pelan daannn...
"Hwaaaaa....oppp" Teriak Riana yang langsung di bungkam oleh Verro
"ihhh kan udah di bilang jangan teriak" Ucap Verro
"I-itu dia siapa" Kata Riana sambil menunjuk ke arah Aika
"Ini Aika, dia temenku, dia itu orang Jepang dia meninggal itu ketika pembantaian di masa pemerintahan kolonial Belanda ketika usia nya 17 tahun" Jelas Aika
"Oh gitu, kok gak serem ya? dua cantik malah" Ucap Riana
"Ya, dia cantik kalo kaya gini, tapi dia bisa berubah jadi serem banget kalo marah" Ucap Verro sambil tersenyum
"Oalah... Aaarrrgghhh" Teriak Riana tiba tiba sambil memegang kepalanya
"Ri... riii... kamu kenapaa? Hah aku harus gimana?"
"Kepalaku sakit banget Ver" Ucap Riana
"Hah... e-e kamu coba tiduran dulu aku coba cari obat sakit kepala di kotak P3K" Kata Verro panik
"E-Enggak perlu Ver, udah gak sakit" Ucap Riana dengan tatapan kosong
"Kenapa Ri?" Tanya Verro
__ADS_1
"Ardi" Jawab Riana