Spring Love : First And Last Love Story

Spring Love : First And Last Love Story
Nine


__ADS_3

Krekk...


Pintu yang tepat berada didekat cermin toilet tak sengaja terbuka oleh seseorang, dan Lea langsung dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat dikenalnya itu. Siapa lagi kalau bukan Rangga Callisto, atasannya di perusahaan Black Butler.


"Loh..! Lea, kenapa kau ada di toilet khusus pria?" tanyanya dengan alis terangkat sebelah. Belum lagi dirinya tak sengaja menelisik wajahnya intens, terlihat wajahnya sedikit pucat yang hampir tertutupi oleh riasan wajah.


"Apa yang terjadi dengan wajah pucatnya? Jika ia tidak memakai riasan wajah, dia terlihat seperti seseorang yang habis menangis. Apa yang terjadi padamu, Lea?!" Batinnya yang langsung peka khawatir dengan tatapan teduh, kekhawatiran itu bukan sembarang khawatiran biasa antara atasan dan bawahannya tapi lebih dari itu, dia sudah menyimpan perasaan lamanya pada Lea, hanya saja Lea tidak peka dengan perlakuannya.


"Ehh..! Pak Rangga, kebetulan banget. Maaf tadi buru-buru jadi salah masuk toilet," ucapnya dengan tersenyum kecut.


Rangga hanya menghela napas sejenak, "Tidak apa-apa, untung disini sepi dan cuma saya yang baru masuk, dan kita juga sudah saling kenal. Aku tidak bisa membayangkannya jika yang masuk adalah orang asing yang tidak kau kenali."


"Entahlah, kalau begitu saya permisi, saya pamit dulu ke basement parkiran, udah ditunggu temenku disana soalnya," katanya yang langsung melangkahkan kaki keluar tapi terhenti sejenak karna genggaman erat dari Rangga yang mendadak.


"Emm.. Ada apa, pak?"


"Tidak, aku hanya ingin kau menerima sapu tangan ini. Dirimu tampak tidak baik-baik saja!"


"Hahh.. Tidak baik-baik saja? Aku sudah menyembunyikan sedatail mungkin, apa dia punya kekuatan super lainnya?" batinnya langsung berkeringat dengan pikiran yang penuh tanda tanya bahkan tatapan Lea pun mulai menyipit intens.


"Tidak apa-apa kan seharusnya jika atasan mengkhawatirkan bawahannya'kan, karna kau sudah ku angkat manager pribadiku dari beberapa hari yang lalu!" ungkapnya datar.


"Hehe.. gak kok, pak. Sapu tangan ini untuk apa memangnya? Padahal saya baik-baik aja, loh."


"Terima saja, ntar juga dibutuhkan!"


"Ookey... Makasih, pak!" sahutnya lalu berbalik arah melanjutkan langkah kakinya kedepan, Rangga hanya menatap kepergian Lea dari belakang, memandangnya sejenak lalu menunduk'kan kepala dan mengkatup mulut dengan bawah telapak tangannya.

__ADS_1


"Dasar gadis ceroboh," ungkapnya dalam hati dengan wajah yang sedikit memerah.


***


Sesampai Lea dimeja makan yang tadi, sengaja Lea melihat keadaan meja makan dan benar saja Adrian sudah berlalu terlebih dahulu begitu juga dengan wanita yang termasuk pacarnya itu, dirinya lalu membalikkan diri untuk pergi ke basement parkiran mobil. Saat di basement, Lea melihat Adrian yang sudah berada didalam mobil dan tak sengaja tertidur, entah sudah berapa lama ia tertidur pada saat Lea dikamar mandi, meluapkan segalanya.


Takk...


Terbangun tiba-tiba akibat suara Lea yang membuka pintu mobil.


"Tumben?" tanya Lea yang berkerut setelah duduk di kursi samping.


"Tumben apa...?" tanyanya yang masih dalam keadaan baru bangun.


Lea menepuk dahinya, "Maksudku, tumben kau sendirian disini sendirian. Tidak membawa pacarmu yang bersamamu barusan, tadi kau bilang juga dia akan ikut bersama kita dimobil ini?" jelasnya yang hanya dibalas oleh anggukan dari Adrian, dia juga tak sengaja menguap akibat ketiduran sejenak.


Lea hanya terkesiap sejenak, tiba-tiba saja bibir nya mulai menyunggingkan senyuman lalu berucap kembali dengan nada mengejek.


"Ohh... Ayangnya pergi nih. Pftthh... lagi kesepian rupanya sampe ketiduran, kasian. Hahaha... " terkekeh sendiri, sudah terbiasa Adrian mendengar ejekan nya itu, dia hanya terdiam dengan pandangan fokus pada jalan.


"Diamlah, Lea!"


"Hahaha... Seorang Adrian yang suka mainin cewek ternyata pernah ditinggalin cewek sampe kesepian." Lanjutnya tertawa gelak, semakin disuruh berhenti semakin dia puas untuk mengejeknya.


Tukkk...


"Aww! Sakit woyy... " mengerang akibat dahi yang disentil oleh Adrian.

__ADS_1


"Sudah kubilang diam, kau malah tidak menurut. Aku lagi nyetir nih," tuturnya datar.


"Is.. Is.. Kau tidak bisa diajak bercanda rupanya, itu kan cuma candaan. Dasar pria membosankan!" sahutnya cemberut.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya dengan senyum penasaran.


"G" balasnya singkat, dan ekspresinya membuat Adrian tertawa sendiri langsung mengacak-acak rambutnya sejenak. Perlakuan itu justru malah membuat pipi Lea memerah padam bak tomat merah yang sudah matang, dia tidak tau perasaan apa yang terjadi pada dirinya sekarang.


"Ung... Aku tidak tau, perasaan menggelitik apa ini?! Tapi cukup menyenangkan ketika bersamanya," batinnya penasaran.


.


.


.


Sudah tengah malam sejak pertemuan makan bersama berubah menjadi makan malam di restoran karna berangsur lama akibat kejadian yang tak mengenakan bagi Lea, belum lagi dia juga tak sengaja bertemu pacarnya sebentar. Hal itu malah membuat Lea sedikit muak sampai harus menunggu.


Sesampai di depan Apartemen Lea, Apartemen Cheon Lee di Jakarta. Adrian memberhentikan mobil nya yang tepat hanya di depan Apartemennya.


"Oh, mengenai penjelasan nanti, bagaimana, ya? Aku jadi tidak bisa menjelaskannya padamu karna ada Freya yang datang tiba-tiba," tuturnya dengan kedua alis turun. Mendeliknya, Lea tersenyum ceria.


"Yasudah! Gapapa, kok, tapi kau harus menjelaskannya besok. Sebelum pertemuan perkenalan temanmu denganku!" ungkapnya jelas.


Adrian mengangguk setuju lalu mengucapkan sepatah kata untuk pergi.


Setelah memandang kepergian Adrian yang kian menjauh, Lea merasa jantungnya ada yang tidak beres, apa artinya?

__ADS_1


"A-apa ini? sudah, sudah, gak usah mikir kek gitu, lagipula Adrian juga udah punya banyak simpanan dan aku juga gak mau jadi salah satu simpanannya, menyebalkan sekali!" gumamnya pelan dan langsung mengatur detak jantung.


__ADS_2