Spring Love : First And Last Love Story

Spring Love : First And Last Love Story
Seven


__ADS_3

Lea terdiam sejenak dengan keheningan yang merebak hingga keheningan itu pecah pada saat pelayan restoran tersebut, Mila datang untuk mengantarkan beberapa pesanan ke meja makan mereka.


"Ini pesanannya, Tuan dan Nona. Nikmatilah. Saya permisi dulu!" ungkapnya formal dari si pelayan.


Lea mengangguk sedikit dan tersenyum ramah.


"Hm, terima kasih, ya," sahutnya sambil mengambil jus yang ada didepan.


"Iya, Nona," senyumnya dan langsung berbalik arah untuk mengantarkan beberapa pesanan lain ke meja yang lainnya.


"Fyuhhh.... Untung pelayan itu datang diwaktu yang tepat," ucap Lea dalam hati.


.


.


.


Balik ke topik sebelumnya Lea berdehem dan hanya mengucapkan sepatah kata lalu bersiap untuk menyantap makanan yang ada di depannya.


"Baiklah, kalo gitu gimana dengan alasanmu yang selalu mengingkari janji. Padahal janji itu juga sudah disepakati dari tiga hari yang lalu." ungkapnya dengan mulut yang sudah terisi penuh daging dari sate ditangannya.


Adrian terdiam sejenak dan menghela napas, entah apa yang ingin dia katakan pada Lea didepannya. Dia hanya tidak yakin apakah Lea dapat mempercayainya, selama ini biarpun dia sudah menjelaskan panjang lebar dia selalu melihatnya yang tersenyum tipis seakan-akan tidak percaya jika dengan alasan yang bukan karna menjemput pacar barunya.


"Apakah kau mengingkari janjiku karna menjemput pacar barumu lagi?" tebakan dari Lea, dia sudah terbiasa dengan dalih seperti itu. Alih-alih dia menebak dengan tepat, namun tidak untuk saat ini.

__ADS_1


"Hmm, tebakanmu salah Le. Hari ini aku tidak menjemput seseorang, akan kujelaskan tapi gak banyak, aku tak sengaja bertemu dengannya dan mengobrol lama karna kami sudah akrab dari awal pertemuan," tuturnya jelas.


"Seseorang? Siapa?" tanyanya heran sampai berhenti makan sejenak.


"Aihh... Kan sudah kukasih tau, apa kau lupa, Lea Aurelia?" desahnya langsung menjetik dahi Lea dengan jarinya.


Aduuhh...


Lea menggerutu. "Maksudmu kenalan yang kau janjikan akan pertemukan ku dengannya? Cuma itu yang ku ingat, jangan disentil lagi! Sakit tau!" sahutnya memegang dahi.


Adrian terkekeh, dan mengiyakannya. "Memang. Tapi mungkin besok kukenalinnya, sekarang dia sedang ada kesibukan mendesak katanya."


Lea hanya terdiam sejenak dan melanjutkan makannya, dia memiliki rasa penasaran yang kuat tapi juga heran. Tumben Adrian akan memperkenalkan seseorang kenalan padanya, biasanya tidak.


***


Dengan rasa penasaran yang tinggi, biarpun hanya sekedar sahabat tapi dirinya merasa penasaran, alisnya berkerut sejenak.


"Hay,, sayang! kebetulan banget loh aku ketemu kamu disini," sahutnya yang sesekali melirik Lea. Situasi itu sangat menyesakkan bagi Lea, karna seseorang telah menganggap seolah mereka berpacaran padahal padahal kenyataannya justru berbeda.


.


.


"Pacarnya? Harusnya sih iya, cewek itu pacarnya. Adrian kan punya segudang cewek, pasti itu salah satu simpanannya, benar-benar playboy si raja mainin cewek." batinnya yang sesekali matanya menelisik kearah cewek didepannya itu. Rambut panjang hitam mengkilap terurai disamping kanan, tubuh yang seksi. Pria mana yang tidak mau dengan wanita seksi dan wajah yang rupawan. Ditambah wanita itu juga masih terlihat muda, seperti baru lulus SMA tapi penampilannya seperti bukan gadis SMA. penampilan yang menipu usia.

__ADS_1


"Hmm.. daun muda. Adrian seleramu dalam memilih pacar unik juga," gumamnya pelan seketika membuat sudut bibirnya terangkat.


Adrian yang tiba-tiba merasakan hal aneh, tiba-tiba dia tersentak dan kehilangan nafsu makannya. Belum lagi dirinya yang juga harus menghadapi beberapa masalah baru yang ada didepan mata.


"Fre-freya! Ngapain kamu disini?" tanyanya berkeringat.


Wanita yang bernama Freya itu melihat bangku kosong dan menariknya lalu duduk disebelahnya sambil memegang siku lengan Adrian yang masih memegang garpu dan sendok, melihat perlakuannya jelas membuat Lea terdiam sejenak. Entah apa perasaan yang dia hadapi selama ini. Apakah benar dia yang merupakan sahabat dekatnya memiliki rasa suka sejak lama pada Adrian?


"Sayang. Kamu tau kan, aku ini cuma pelayan di restoran biasa hanya saja aku ini pelayan khusus," sahutnya sambil bermimik manja padanya.


Disisi lain, Lea merasa ada hal aneh biarpun dia sudah terbiasa melihat Adrian dan pacarnya bermesraan terang-terangan didepan dirinya tapi kali ini lain. Dia malah merasakan sesuatu rasa yang membuatnya tercekat dan dada yang sesak, apa karna itu dia benar-benar mencintai Adrian tapi cinta pertamanya tidak harus pupus seketika. Hanya karna Lea tidak peka, tidak tau dan tidak bisa membedakan mana cinta dan suka, dia hanya terduduk menung seperti orang yang sedang melamun.


Pikirannya kalut entah kemana, tapi gusar yang ada di wajahnya murung seperti tidak senang dengan keberadaan Freya wanita yang tak diundang menggoda Adrian sampai dia melihat wajah Adrian yang seketika langsung berubah tersenyum tulus didepan wanita itu, bahkan mencium bibir manisnya.


Alih-alih, Lea yang sudah makan namun ingin minum seketika hilang selera dia yang sudah mengambil jus dari mejanya.


"Perasaan apa ini? Aku tidak paham, harusnya aku seneng liat sahabatku bahagia dengan orang lain tapi kenapa?" batinnya yang seketika menghela napas, pandangannya kini hanya tertuju pada tempat lain.


.


.


.


Hehe, jangan lupa klik fav biar tau kelanjutan dan updatenya, untuk karya ini jadwal up tidak menentu tapi aku usahakan untuk rutin update setiap hari 😘😍

__ADS_1


see ya ✨


__ADS_2