
Saat dirinya telah sampai diruangan kantornya, Lea mendesah sejenak ketika melihat kearah jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan waktu pukul tujuh lewat lima belas menit artinya dia terlambat sepuluh menit pada saat dirinya mengatakan lima menit untuk ke basement. Wajar saja sebab Lea termasuk tipe orang yang kompeten dalam pekerjaannya. Ia menggerutu dalam hatinya dan menyalahkan pria yang tak dikenalnya itu.
Dia juga langsung menyodorkan ponselnya yang banyak sekali hiasan pernak-pernik dibagian Hardcase miliknya. Melihat sebuah pesan yang mengatakan bahwa Adrian akan balik ke Indonesia, membuat Lea tersenyum semringah dengan mata berbinar sambil membalaskan pesan yang tertera.
"Ayolah, Adrian! Balas pesanku!" Sambil menggigit kuku ibu jarinya.
Dia mengatakan apakah dia akan menjemputnya namun Adrian menjawab.
'Tentu saja! Aku akan pulang besok pagi, kau tunggu aku dibandara ya, dan kita akan merayakannya di Villa. Hari ini perusahaanku sedang mengadakan Anniversary yang ke-100.'
Sontak Lea terkejut melihatnya, dia langsung menarik kursi putarnya untuk duduk sambil bersandar.
Saat selesai membalaskan pesan, Lea langsung melanjutkan dirinya yang terus berkutat dengan pekerjaannya. Diambil benda penting itu berupa dokumen pemegang saham, dia membawanya karena memang ada jadwal rapat meeting pagi pukul tujuh lewat tiga puluh menit.
***
Setelah sibuk dengan jemarinya yang terus menerus menari diatas keyboard. Beberapa menit kemudian Zana datang untuk menyuruhnya keruangan meeting hari ini. Lea dengan sigap sudah menyiapkan semuanya hanya saja dia tidak tahu bahwa kartu nama miliknya telah hilang. Apakah ia akan menyadarinya nanti?
"Adrian! Tunggu aku di bandara, jangan mengecewakanku untuk janji yang kali ini," batinnya ragu dengan pandangan yang tertuju pada ponselnya. Tapi malah membuat Zana yang melihatnya menyernyitkan kening penasaran.
"Heyy,, Lea! Tunggu apa lagi, para pemegang saham sudah berada dari tadi di ruangan rapat. lo malah melamun disini. Hello...!" teriaknya membuyarkan lamunan Lea yang terpikirkan tentang janjinya. Apakah Adrian akan menepati janjinya? begitulah yang ada didalam pikirannya.
Lea khawatir tentang janjinya karena Adrian selalu mengingkari janjinya. Yang katanya akan makan siang bersamanya tapi malah ada urusan mendadak mengenai pacar barunya yang baru saja tiba-tiba putus. Biarpun Lea sangat menyukainya, hanya saja dia juga merasa kesal dan sakit hati dengan janjinya yang dianggap remeh padahal mereka jarang bertemu, semenjak Adrian berfokus berkutat pada rekontruksi bangunan gedung di Inggris. Dia juga cuma manusia biasa yang punya banyak kesalahan tapi tidak'kah Adrian membatalkan janjinya sebelum Lea menunggu ditempat.
Dengan rasa kekhawatiran yang bergerumul dikepalanya, Lea menghela nafas sejenak dan berusaha untuk fokus pada meetingnya kali ini, dia tidak mau semuanya terhambat hanya karena masalah pribadi.
"Baiklah, Zan. Tolong bawakan sisa dokumen meeting yang ada dimeja ku," titahnya. Zana mengangguk pelan dan langsung mengambil beberapa lembaran kertas dimeja ditambah Map penting yang wajib dibawa.
Saat Lea dan Zana berjalan menyusuri lorong kantor, Lea sedikit merasa sedikit gugup karena ini adalah pertama baginya untuk meeting bersama orang-orang penting yang terkenal dengan kecanggihan teknologi dari perusahaan terkenal diseluruh benua. Perusahaan N.E Internasional.
__ADS_1
Dirinya menundukkan kepala dengan tangan yang meremas disetiap buku-buku jarinya. Zana yang melihat langsung berusaha untuk menenangkannya perlahan.
Dari sini Zana merupakan asisten sekaligus rekan kerja Lea saat meeting.
"Lea! Coba tahan nafasmu dalam-dalam lalu hembuskan secara perlahan, dan kemudian tenangkan pikiran yang mengganggumu, gue yakin cara itu akan berusaha untuk menenangkan mu." Tatapan khawatir yang menyorot jelas pada Lea. Ia lalu mengangguk, menuruti saran Zana dan benar saja rasa gugup itu sedikit menghilang.
"Terima kasih, Zan, lo memang rekan sekaligus teman gue yang paling baik. Gue ingin memeluk lo tapi terhalang barang ditangan gue," ucap Lea dengan tertawa kecil.
"Hahaha. Eh.. Lea! semangat. Semoga di meeting antar perusahaan besar ini, lo dan Pak Rangga juga bisa melewatinya dengan cukup baik," ujarnya penuh harap.
Lea menggaguk dan tersenyum tipis mendengarnya. Rangga merupakan bosnya sekaligus CEO dari perusahaan Group Black Butler. Namun Rangga juga merupakan perjaka tampan berusia 28 tahun yang diam-diam menyukai Lea, menagernya sendiri.
"Hehehe, jangan lupa dengan do'a yang terakhir yaitu bonus keberhasilan kita!"
"Hahaha, itu sudah pasti, kita bisa merayakannya di restoran terkenal yang menyediakan banyak jenis wine dan bisa minum-minum sepuasnya," sahutnya membayangkan, karena Lea sangat menyukai minum-minuman beralkohol.
***
Dia membukakan pintu dan benar saja banyak orang-orang penting yang hadir dirapat meeting tersebut, sampai pandangannya kali ini beralih ke pria berkemeja dongker yang duduk di bangku tengah dengan paras yang menawan. Saat ia tak sengaja menabraknya, Lea hanya melihat kemeja nya saja sekilas. Lea tertegun sejenak melihatnya begitu juga pria itu yang sedang tengah melihat lembaran Map.
"Hayy,, kita bertemu lagi, ya?" tanya pria datar itu yang memastikan. Lea mengerutkan keningnya dan memberi alasan sebagai dalih karena memang baginya seumur hidup tidak pernah bertemu dengan pria itu tapi ada sesuatu yang janggal pada sesosok pria bule didepannya saat ini.
"Maaf ya, sepertinya anda salah mengenali orang. Perkenalkan nama saya Lea Aurelia Fujisawa, rekan manager nya Pak Rangga," sahutnya tapi dengan beberapa pujian yang berbisik dari beberapa orang-orang yang turut berpartisipasi menghadiri.
"Cantik juga wanita ini, ternyata benar yang kau katakan," bisik-bisik pada rekan lain.
"Benarkan, sudah kubilang kalau di perusahaan ini mereka juga ternyata memperkerjakan wanita yang tak hanya memiliki kinerja yang bagus tapi juga tubuh dan wajah yang terlihat fantastis," sahut bisikan dari pria paruh baya gendut berjas hitam yang tergoda sambil memiringkan senyumnya, presdir Zhou dari perusahaan Tiongkok.
Mendengar kata-katanya, Lea langsung mengambil dalih untuk melanjutkan pertemuan rapatnya. Dia tidak suka suka mendengarkan pujian dari orang yang bermata keranjang.
__ADS_1
"Mohon semuanya, apakah rapat kali ini bisa dimulai?" ujarnya yang tengah berdiri didepan meja rapat.
Semua orang mendelik setuju. Mereka juga sudah tidak punya banyak waktu lagi.
"Baiklah, mulai kan tuan Raymond." Ucapnya karena Raymond merupakan pimpinan rapat meeting.
Raymond? ternyata pria bule itu adalah Raymond Matthiass Charles. CEO dari Group N.E Internasional, orang terkaya didunia sekaligus satu-satunya pewaris yang memiliki darah bangsawan murni dikeluarganya. batin Lea tertegun saat ada yang menyebut kata 'Raymond' jelas terkejut karena kekayaan yang membuatnya terkenal diseluruh dunia.
...****************...
Bonus Chapter yaitu visual dari para karakter Spring Love : First And Last Love Story✨
1.] Lea Aurelia Fujisawa ( Female lead )
2.] Raymond Matthiass Charles ( Male lead, pewaris satu-satunya yang memiliki darah keturunan bangsawan murni dari keluarga Charles )
3.] Zana ( Teman sekantor, rekan, sekaligus asisten Lea )
4.] Adrian Castanea ( Sahabat Lea sekaligus orang yang pada awalnya dicintai oleh Lea )
5.] Rangga Callisto ( CEO dari perusahaan Group Black Butler tapi dia merupakan Second male lead yang akan bersaing dengan Male lead untuk merebut Lea )
__ADS_1
Dari sini sekian dan terima kasih bagi yang telah membaca karyaku, jangan lupa klik like, vote, komen dan fav jika suka atau ingin tau dengan kelanjutannya 😘🤗