Spring Love : First And Last Love Story

Spring Love : First And Last Love Story
Fifteen


__ADS_3

Sampai di dapur Lea langsung berkeringat deras dengan wajahnya yang saat ini terlihat benar-benar pucat pasi, dia juga benar-benar tak habis pikir dengan ayah kandungnya itu. Apakah sepenting itukah perjodohan dimatanya sampai melupakan nasib anak kandungnya sendiri?


Haahhh... Haahh...


"Ini benar-benar gila. Aku harus kabur dari tempat gila ini secepatnya! " dalam hati mendecak hingga tangan mengepal keras getir di atas meja. Tanpa pikir panjang Lea mulai berjalan cepat berbalik arah semula menuju lokasi kebun tadi.


Hingga pada saat dirinya bersembunyi didekat tembok, Lea melihat situasi samar-samar tenang dalam sekejap, Kenichi ayahnya mendadak pergi dari tempat peristirahatan nya hanya nampak beberapa para bawahan yang mulai berjaga ketat dibagian pintu keluar dekat kebun, mereka hanya khawatir jika Lea akan melarikan diri melewati pintu kebun itu, alih-alih kali ini rencananya sedikit berantakan.


"Ckck kenapa harus ada mereka?! " batin mendesak kesal.


.


.


.


Melihat sekilas, Lea mulai mengendap-endap berjalan seraya mengatur napasnya yang terlihat cemas kalang kabut.


"Bos! Kami sudah menemukan beberapa jejak nona Lea yang menghilang!"


Syuttt...


Saat Lea ingin keluar terpaksa ia bersembunyi dibalik tembok akibat kemunculan mendadak dari beberapa bawahan Kenichi yang tampak memberitahukan informasi pada pria misterius yang membius nya tadi. Sekilas Lea melihat pria itu, alisnya menjadi terangkat sebelah.


"Baguslah, bawa semua itu pada tuan besar sekarang!"


"Baik bos," serempak dari dua bawahan yang ada didepannya.


Setelah melihatnya, Lea merasa dirinya benar-benar sudah tidak pantas untuk berada dirumah ini. Ditambah penyelidikan dan pencariannya dibantu oleh beberapa pelayan dan juga kepala pelayan yang sudah pasti membencinya sejak lama, entah apa alasannya saat ini yang dia prioritaskan hanyalah kesalamatan nyawanya dari jeratan ayah kandung.


Berdiri dibalik tembok, Lea menahan nafasnya untuk sementara waktu sampai mendadak dua bawahan bersama pria misterius itu menghilang.


"Entah kenapa aku merasa tidak asing dengan bawahan ayah yang berada ditengah, pria yang membius ku... " dalam hati bertopang dagu. Namun seketika terlintas ide kecil diluar kepala yang membuat senyuman bibirnya merekah.

__ADS_1


***


Didalam ruangan kerja Kenichi Fujisawa yang terbilang mewah tapi minimalis.


Kenichi duduk dikursi putar yang menghadap pada jendela besar didepannya, sejenak melihat keluar dari balik jendela dirinya merasa cemas dengan hilangnya si putri bungsu, bukan cemas khawatir akan nasibnya lebih dari itu dia cemas bagaimana dia harus menjelaskannya pada keluarga Sanjaya jika perjodohannya gagal. Pria paruh baya itu terus menerus menghembuskan nafasnya secara kasar, sambil mengetuk-ngetuk jari dimeja.


Setelah merenung dalam waktu lama, Kenichi frustasi memijat pelipisnya, ia lalu mengesap rokok di sampingnya untuk sedikit membuatnya lebih baik, namun dari arah pintu depan terdengar suara ketukan dari beberapa bawahannya.


"Permisi, maaf jika kami menganggu ketenangan tuan. Tapi kedatangan kami justru hanya ingin memberitahu informasi penting terkait nona muda Lea!" sahutnya membuat Kenichi langsung duduk tegap, dia terbelalak dan seketika langsung menyuruhnya masuk.


"Masuklah. Beri tau semua informasi yang kalian tahu!" datarnya mencekam namun dirinya tampak serius ingin mendengarnya.


Melihat atasannya yang tiba-tiba naik pitam, terlihat jelas dari aura hitam mencekam sampai membuat mereka menciut nyali.


"Ada apa dengan tuan besar? kenapa auranya terasa sangat pekat, apa ada sesuatu yang membuatnya marah?"


"Mana kutahu? padahal kita datang tidak membuat keributan," bisik kedua bawahan itu didepan Daniel, tak sengaja kedengeran Daniel memecahkan suasana.


Deheman Daniel dari belakang terdengar, membuat mereka terkejut menuduk


Menyadari kode bos nya itu, seketika mereka langsung memberikan beberapa barang bukti dan penjelasan singkat namun jelas.


Mendengar penjelasan itu, alis Kenichi menjadi semakin berkerut.


"Jadi, apa pencariannya sudah ketemu?"


"Be-belum tuan, kami sudah memeriksa keberbagai tempat tapi nona muda Lea masih tetap belum ditemukan,"


"Dasar bodoh!! Kenapa hanya pencarian anak ilang dirumah saja tidak ketemu!" tatapan dingin semakin membuat hawa suasana jadi seperti di neraka berhadapan dengan malaikat maut. Nyali mereka berdua saat ini sudah benar-benar diujung tanduk.


"Tuan, tenanglah. Kita bisa mengecek kamera pengawas diruangan kamera pengawas!" sahut Daniel seketika, Daniel merupakan sosok bawahan berkacamata misterius yang membius Lea.


Sontak mendengar ajuan Daniel, aura mencekam itu tiba-tiba menghilang dan kedua bawahan lain itu merasa kegirangan dalam hati.

__ADS_1


"Bos! Akhirnya bos mau menyelamatkan kita.. huhuhu... " batin mereka spontan.


Ditempat lain.


Lea yang merasa situasi sudah aman segera saja berjalan perlahan-lahah menuju pintu keluar, akan tetapi pandangan dari bawahan yang tak sengaja baru sampai dari toilet itu tiba-tiba mengarah padanya.


Hoamm..


"Loh bukannya dia masih ditoilet seharusnya? Aku bahkan sudah memperkirakan waktu menitnya," batin terdiam.


Melihat Lea didepan pintu itu, sontak para bawahan itu berteriak memanggil namanya.


"B-bukannya itu nona muda Lea?!"


"Hahh iya, cepat tangkap dia!" pekik langsung berlari gesit, jarak diantara mereka dekat tapi saat mereka mulai bergerak Lea langsung kabur mempercepat langkah kakinya melewati pintu keluar itu.


"Astaga! Bisa-bisanya aku dikhianati oleh rencanaku sendiri!" batin kesal.


Aaakkkhhh...


Syuuttt...


"Ckck Sial. Gadis itu terlalu lincah padahal kakinya terlihat seperti sudah kelelahan karna darah yang terus keluar," gumam salah satu bawahan yang hampir menggenggam tangannya tapi nihil karna Lea sudah melesat duluan.


"Heh sepertinya itu hanya keberuntungan untuk gadis ahli bela diri."


Namun tak disangka kedua bawahan itu malah menelpon temannya hingga yang mengejar Lea pun bertambah banyak. Bahkan tak lupa mereka juga menghubungi Daniel asisten Kenichi.


Drappp... Drapp...


Kakinya benar-benar sudah lemas hingga pendarahan dikaki juga tak henti mengeluarkan darah, saat ini ia dihadapkan dengan hidup dan mati.


"Apa yang harus kulakukan sekarang? tidak ada tempat persembunyian bahkan orang mengejarku juga semakin banyak setelah aku berhasil keluar dari tempat itu," batin dengan nafas yang terengah-engah tapi dirinya terus mempercepat langkah kakinya agar tidak tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2