STARS OF DESTINY : League Of Revelations

STARS OF DESTINY : League Of Revelations
Star 11 - Bala Bantuan -


__ADS_3

Riuh sorak sorai menggema ketika Golem sudah ditaklukkan. Namun, kemenangan itu hanya sementara. Pasukan infanteri Kekaisaran Devourian kini telah tiba tak jauh dari tempat mereka berada. "Bersiap!" seru Mayor Zero. Suasana kembali menjadi tegang, Kedua pasukan telah bersiap untuk melakukan penyerangan. "Sekarang!" Mayor Zero membuat gerakan tangan kanan memutar-mutar membentuk lingkaran sebagai sinyal untuk pasukan ninja yang tersisa melakukan penyergapan dari arah samping kiri dan kanan pasukan infanteri Kekaisaran Devourian secara mendadak.


Terdengar suara baja yang saling beradu. Beberapa prajurit dari Kekaisaran Devourian tewas dalam serangan mendadak tersebut. "Mundur!" seru pemimpin ninja kepada anggotanya setelah mereka sudah tidak mampu lagi untuk bertempur.


"Serang!" Mayor Zero tidak ingin membuang kesempatan yang ada. Ia memerintahkan untuk menyerang dikala pihak lawan sedang lengah akibat penyergapan yang dilakukan oleh pasukan ninja. Pertempuran pun tak terelakkan. Banyak jatuh korban diantara para prajurit infanteri Kekaisaran Devourian. Namun siapa sangka, pasukan pemanah Kekaisaran Devourian telah tiba untuk membantu pasukan infanteri dari belakang. Puluhan anak panah pun melesat ke arah pasukan Kerajaan Tremora. "Mundur!" perintah Mayor Zero setelah melihat banyaknya prajurit yang gugur oleh anak-anak panah tersebut.



Masih terdengar jeritan melengking dari beberapa prajurit yang terkena anak panah saat mereka berupaya menghindar dari serangan itu. Mayor Zero memacu kencang kudanya sembari menoleh ke belakang. Leon beserta beberapa prajurit yang tersisa ternyata mengikutinya.


Sementara itu, Komandan Serphano tersenyum senang melihat situasi yang semakin menguntungkannya, "Tidak lama lagi... Kalian akan bertekuk lutut dihadapan kami."


Kali ini, puluhan prajurit infanteri Kekaisaran Devourian yang tersisa, mengambil langkah seribu untuk mengejar pasukan Kerajaan Tremora yang lari tunggang langgang kembali ke Kota Arcabellum. Namun tiba-tiba langkah mereka terhenti oleh sebab pasukan pemanah yang dipimpin oleh Altia telah bersiap melepaskan anak-anak panah kepada mereka dari atas benteng pertahanan Kota Arcabellum.


Mayor Zero, Leon dan puluhan prajurit Kerajaan Tremora yang masih selamat, segera memutar arah dan kembali mengatur formasi tempur saat mereka telah tiba di titik aman yang dapat dijangkau oleh para pasukan pemanah. Kini kedua belah pihak kembali saling berhadapan.


Pasukan infanteri Kekaisaran Devourian hanya diam ditempat. Karena jika maju satu langkah saja, mereka dapat dijangkau oleh para pasukan pemanah di atas benteng.


Begitu pula dengan para pasukan pemanah Kekaisaran Devourian. Mereka bersiap dengan busur dan anak panah yang membidik ke arah pasukan pemanah Kerajaan Tremora di atas benteng.


Situasi menjadi hening sejenak. Suasana menjadi tegang karena pertaruhan hidup atau mati di kedua belah pihak. Mereka menyadari jika ada salah seorang dari mereka memulai penyerangan, maka binasalah mereka semua.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang melemparkan tiga bom asap ke arah garis batas mereka yang sedang saling berhadapan. Kini fajar hampir menyingsing di ufuk Timur.


Tiba-tiba, seseorang melemparkan bom asap ke arah depan prajurit infanteri Kekaisaran Devourian. Dan tak berapa lama bom asap itu meledak yang menyebabkan asap tebal berwarna ungu menyelimuti pemandangan mereka kepada pasukan Kerajaan Tremora. "Serang!" seru seseorang yang melemparkan bom asap ke arah pasukan Kekaisaran Devourian.



"Hyahhh!" jerit pasukan infanteri Kerajaan Tremora yang kemudian mengambil langkah seribu. Mendengar suara jeritan Kerajaan Tremora, pasukan infanteri Kekaisaran Devourian bersiap dengan datangnya serangan. Sedangkan pasukan pemanah menembakkan anak-anak panahnya begitu saja karena pandangan mereka terhalang oleh asap tebal. Mayor Zero, Leon dan pasukan infanteri muncul dari balik asap tebal dan menghantam para prajurit infanteri Kekaisaran Devourian.


"Throune Sword Slash" Leon mengerahkan teknik pedangnya. Ia melesat zig-zag dan menyayat lima prajurit dihadapannya, "Arggh!".



"Crystal Fang!" Mayor Zero juga mengerahkan kemampuan teknik pedang yang digabungkan dengan sedikit kekuatan sihir dan menghantamkan pedangnya ke atas tanah. Dua puluh orang prajurit Kekaisaran Devourian membeku akibat terkena efek sihir elemen es dari tehnik pedang Mayor Zero.



"Mundur!" seru salah seorang prajurit infanteri Kekaisaran Devourian. Mereka yang tersisa pun menarik diri dari pertempuran kembali kedalam Hutan Sura.


Melihat kejadian tersebut, Komandan Serphano menjadi geram. Ia memerintahkan pasukan pelontar untuk maju ke dalam Hutan Sura yang sudah gundul sebagian akibat pertempuran sebelumnya.


"Bersiap.... Lontarkan!" seru Komandan Serphano yang berdiri tidak jauh dari pasukan pelontar di dalam Hutan Sura. Batu-batu api pun terlempar ke udara menuju benteng pertahanan Kota Arcabellum.

__ADS_1


Ketika batu-batu api itu hampir menghantam tembok benteng, dua orang di atas benteng dengan cepat merapal sebuah mantera pelindung. Akhirnya batu-batu api tersebut hanya menghantam di dinding pelindung sihir dan jatuh ke tanah di depan benteng pertahanan.


"Nyonya Luxia dan...." Mayor Zero terkejut ketika ia melihat seseorang yang membantu Nyonya Luxia membuat dinding pelindung sihir yang begitu kuat. "Itu Nona Vania Callysta, dari Divisi kedua, Bellarum!"



Melihat serangan yang baru saja gagal, Komandan Serphano semakin sangat kesal. Ia tidak tau harus berbuat apalagi selain menunggu lima orang penyihir nya memulihkan tenaga. Sedangkan pasukan infanteri dan pemanah hanya sedikit yang tersisa.


Tiba-tiba dari arah belakang Komandan Serphano, muncul seorang lelaki mengenakan jubah berwarna putih dan emas serta memakai helm baja dan pelindung wajah penuh.



"Tidak ku sangka, Jendral Zhang mengirim orang bodoh sepertimu," ucap pria misterius itu. Pangeran Serphano menoleh ke belakangnya dengan wajah yang kesal, namun ia terkejut dengan kemunculan pria tersebut. "K... Kau!".


"Duduk dan nikmat lah pertunjukan yang akan ku suguhkan," pria misterius itu berjalan melewati Pangeran Serphano dengan menggenggam erat gagang pedangnya yang berwarna emas dan ukiran abstrak berwarna merah.


"M... Maafkan aku, Tuan Fei," ucap Komandan Serphano seraya menundukkan kepalanya saat pria misterius itu melintas dihadapannya.


Sementara itu, beberapa prajurit Kekaisaran Devourian yang tersisa, menarik mundur dirinya kembali ke dalam Hutan Sura. Mereka sudah tersudut dengan serangan-serangan Mayor Zero beserta pasukannya. "Cepat mundur!" teriak salah seorang prajurit kepada rekan-rekan prajurit lainnya.


Seketika Mayor Zero menghentikan serangannya saat melihat Tuan Zhao muncul dari antara batang-batang pepohonan yang masih tersisa. "Tidak mungkin! Dia...."

__ADS_1


Tuan Fei menghentikan langkahnya, lalu mengambil kuda-kuda bersiap untuk menyerang. "Pasukan! Mundur! Orang ini bukanlah tandingan kalian!" perintah Mayor Zero. Namun sangat disayangkan, Tuan Fei melesat dengan cepat sembari menebaskan pedangnya ke arah pasukan Kerajaan Tremora.


__ADS_2