STARS OF DESTINY : League Of Revelations

STARS OF DESTINY : League Of Revelations
Star 5 - Kembalinya Arcanum -


__ADS_3

"Orang-orang yang telah dikalahkan, lari ke dalam sebuah kota. Di sana mereka mendapati penduduk yang tak menyadari akan datangnya sebuah badai," (Lumina 1:4).


Sementara itu di Kota Arcabellum, sebuah kota yang terletak di bagian Utara Kerajaan Tremora yang berbatasan langsung dengan Hutan Sura, Kerajaan Odissieia, Divisi Ketiga Kerajaan Tremora yang bernama Arcanum telah kembali dari misi mereka bersama beberapa orang yang selamat dari Kerajaan Odissieia.



"Divisi Ketiga, Arcanum telah kembali!" seru salah seorang penjaga di atas benteng kepada penjaga pintu gerbang di bawah. Penjaga yang berada di pintu gerbang bergegas membukakan pintu untuk mereka.


"Altia, segera perintahkan untuk memperketat keamanan. Jangan sampai lengah," ujar pemimpin Arcanum, Mayor Zero Gravs dari atas kuda tunggangannya.



"Siap, laksanakan! Mayor Zero," ucap Altia Ursula yang menunggang kudanya di sebelah kanan Mayor Zero Gravs.



"Lalu kau, Leon Resurgam! Aku perintahkan kau bergegas menemui Gubernur Vestigia Terrent dan memintanya untuk menuliskan sebuah surat kepada Raja Tremora bahwa batalyon Kekaisaran Devourian sedang mempersiapkan serangan menuju Kota Arcabellum," seru Mayor Zero.



"Laksanakan, Mayor!" Leon memberikan hormat kepada Mayor Zero lalu memacu kudanya menuju kediaman Gubernur Vestigia.


Lalu Mayor Zero membawa seluruh penyintas menuju bangsal pengobatan untuk dirawat dan diperiksa kesehatannya.


Sesampainya di bangsal, seorang penyihir penyembuh menyambut kedatangan Mayor Zero, "Mayor Zero, sudah lama tidak bertemu dengan anda."

__ADS_1



"Nyonya Luxia Hereborn, kabarku baik-baik saja, aku ingin meminta pertolongan dari mu agar memeriksa dan menyembuhkan beberapa penyintas dari Kerajaan Odissieia yang selamat," ujar Mayor Zero.


"Suatu kehormatan buat ku, Mayor Zero. Persilahkan mereka masuk, aku dan para perawat lainnya akan segera memeriksa mereka," jawab Nyonya Luxia.


Satu-persatu para penyintas memasuki bangsal. Nyonya Luxia terkejut saat melihat salah seorang gadis yang ia kenal, "Lovina Freya!".



Gadis yang bernama Lovina itu menoleh kepada Nyonya Luxia, "Bibi Luxia!" ia berlari lalu memeluk erat Nyonya Luxia seraya menangis sejadi-jadinya.


"Mengapa kau bisa sampai kesini? Dimana orang tuamu? Aku sudah lama tidak berjumpa dengan mereka," ujar Nyonya Luxia sembari membalas pelukan Lovina dan membelai rambut panjangnya.


"Me-mereka telah tewas saat melindungi ku dari serangan Kekaisaran Devourian," isak Lovina. "Hah! Tidak mungkin itu terjadi! Aku turut berduka cita mendengarnya. Ibumu adalah sahabat baikku saat ia masih tinggal di kota ini. Namun semenjak ia menikah dengan ayahmu, ia mengikuti Ayahmu untuk tinggal di Kota Cresensia, Kerajaan Odissieia," Nyonya Luxia mencium puncak kepala gadis itu.


"Lalu Bibi mengizinkannya?" tanya Lovina lagi. "Apa boleh buat, ia seperti almarhum Ayahnya yang selalu kuat dalam pendirian," jawab Nyonya Luxia dengan wajah yang tampak sedikit termenung. Lovina pun menjadi tersenyum lalu berkata, "Tapi ia mewarisi kecantikanmu, Bi." Nyonya Luxia menjadi tersipu malu dengan ucapan Lovina. Mereka pun melanjutkan perbincangan.


Sedangkan di kediaman Gubernur Vestigia, Leon sedang menyampaikan pesan yang telah ia terima dari Mayor Zero.


"Aku mohon kepada anda untuk menuliskan surat kepada raja agar segera mengirimkan bala bantuan demi menjaga perbatasan," ujar Leon.


"Baiklah, aku akan menuliskannya," ujar Gubernur Vestigia sembari tangannya mengambil sebuah bulu yang dicelupkan ke dalam tinta hitam.


__ADS_1


"Tidak ku sangka akan secepat ini Kerajaan Odissieia hancur di tangan Kekaisaran Devourian," imbuhnya lagi. Leon pun tertunduk sembari menghela nafasnya setelah mendengar ucapan Gubernur Vestigia.


"Ini, aku sudah menuliskan surat sesuai permintaanmu. Satu atau dua hari lagi surat ini akan sampai di kerajaan. Aku akan meminta kepada Theodore, Pemberi kabar pribadiku untuk mengantarkan surat ini. Sekarang pergilah untuk kau beristirahat," Gubernur Vestigia membubuhkan cap di kaki surat itu.



"Terima kasih Gubernur Vestigia. Kalau begitu aku pamit untuk kembali ke rumahku," Leon berdiri dari tempat duduknya lalu berjabatan tangan dengan Gubernur Vestigia.


Ditengah perjalanannya kembali menuju rumah, Leon tanpa sengaja berpapasan dengan Altia. "Apakah kau sudah bertemu dengan gubernur?" tanya Altia seraya menghentikan langkah kakinya. Leon pun menganggukkan kepala sembari menghela nafasnya, "Apa kau yakin kita dapat mempertahankan kota ini?" tanya Leon kepada Altia. Melihat Leon yang menjadi pesimis, Altia menjadi tersenyum. "Kau bukan seperti Leon yang ku kenal, biasanya kau begitu optimis dan cerdas."


Wajah Leon yang jarang tersenyum, kini tampak sedikit tersenyum mendengar perkataan Altia. "Mari kita pergi ke restoran di sebelah sana, aku dengar ayam panggang nya cukup enak," ajak Altia. Leon menganggukkan kepalanya seraya berkata, "Baiklah, aku yang traktir kali ini."


Sementara itu, Mayor Zero kembali ke kediamannya. Ia disambut haru oleh istri dan ketiga anaknya di halaman rumah. "Ayah!" seru putrinya yang paling kecil berumur 4 tahun seraya berlari. "Suamiku, akhirnya kau kembali dengan selamat. Apa kau terluka?" tanya istrinya. Mayor Zero menggendong putri kecilnya itu dan menjawab pertanyaan istrinya, "Hanya luka gores saja, bukan apa-apa."


Mereka pun masuk kedalam rumah dengan hati yang penuh syukur serta suka cita.


Di tempat lain, di dalam Hutan Sura, beberapa Pasukan Pengintai dari Kekaisaran Devourian sedang melakukan pengejaran demi menangkap sisa-sisa penyintas yang berhasil melarikan diri dari Kerajaan Odissieia.


"Letnan Haeger, kami menemukan beberapa jejak kaki disebelah sana. Sepertinya mereka belum lama melawati jalan itu," salah seorang prajurit pengintai menunjuk ke arah kanan.


"Hem... sepertinya mereka telah tiba di Kota Arcabellum, Kerajaan Tremora," ucap Letnan Haeger.



"Tampaknya seperti itu, letnan," sahut sang prajurit.

__ADS_1


"Baik, semuanya kita kembali dan melapor kepada Jendral Zhang!" seru Letnan Haeger. Mereka pun bergegas meninggalkan Hutan Sura dan kembali menuju Kerajaan Odissieia.


__ADS_2