STARS OF DESTINY : League Of Revelations

STARS OF DESTINY : League Of Revelations
Star 7 - Cinta Yang Terpendam -


__ADS_3

"Di-dimana aku?" tanya Pangeran Melvin yang baru saja membuka kedua matanya. Ia memalingkan kepalanya ke kiri dan kanan dengan perlahan. "Anda sedang berada di kamar anda, Yang Mulia," jawab Putri Julia dengan wajah yang sumringah.


"Oh kau rupanya, Putri Julia. Sudah berapa lama kau berada disini?" tanya Pangeran Melvin kembali. Putri Julia menundukkan wajahnya karena merasa malu dengan tatapan teduh Pangeran Melvin. "Sejak anda tidak sadarkan dan dibawa kesini, Yang Mulia."


"Ayolah, tidak usah terlalu formal. Kau ini juga seorang putri raja," ujar Pangeran Melvin.


"Biar bagaimanapun, aku hanyalah seorang tamu di kerajaan anda, Yang Mulia," sanggah Putri Julia.


"Hmm... Terserahlah. Aku lapar, Uh!" Pangeran Melvin berusaha bangkit dari baringnya, namun ia masih merasakan sakit di sekujur tubuh. Sehingga ia tidak kuat untuk duduk selonjor lalu berusaha kembali berbaring.


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, Yang Mulia," Putri Julia secara refleks berdiri dari tempat duduknya dan membantu Pangeran Melvin meletakkan tubuh di atas ranjang. Tanpa sengaja, tarikan tangan Pangeran Melvin yang begitu kuat membuat separuh tubuh Putri Julia tertarik dan menimpa tubuh Pangeran Melvin. "Ah!" erang Putri Julia.


Keduanya pun saling bertatapan dalam situasi yang aneh tersebut. "Huaaa!" jerit Putri Julia sembari bangkit dan memukul-mukul manja dada Pangeran Melvin.


"Apa anda sengaja melakukan itu? Aku bukanlah gadis murahan seperti yang kau pikirkan!" Putri Julia masih saja memukul-mukul manja dada Pangeran Melvin seraya menutup kedua matanya.


"Ampun! Maafkan aku tidak sengaja!" pekik Pangeran Melvin yang tampak sedikit kesakitan.


Putri Julia pun menghentikan perlakuannya kepada Pangeran Melvin, lalu melipat kedua tangan di dada seraya memalingkan wajahnya.


Kini tampak raut wajahnya sangat kesal namun kedua bola matanya tidak dapat berbohong bahwa ia sangat senang dengan kejadian barusan.


"Maafkan aku atas ketidaksengajaan ku barusan, Putri Julia. Aku tidak ada niatan sedikitpun untuk bertindak kurang ajar kepadamu," ucap Pangeran Melvin lirih.


"Sudahlah! Lebih baik kau urus dirimu sendiri. Aku ingin kembali ke kamarku!" Putri Julia bergegas melangkahkan kaki meninggalkan Pangeran Melvin di kamarnya. "Hei, tunggu! Bisakah kau mengambilkan ku sedikit makanan? Aku sangat lapar!" seru Pangeran Melvin kepada Putri Julia namun tak dihiraukan.

__ADS_1


Pintu kamar Pangeran Melvin pun ditutup. "Ah, padahal aku sangat lapar. Hah, bodoh sekali diriku ini membuatnya menjadi seperti itu," gumam Pangeran Melvin.


Di tengah perjalanannya menuju kamar, Putri Julia berpapasan dengan Raja Tremora. "Yang Mulia Raja Tremora," sapa Putri Julia menghentikan langkah kakinya.


"Oh, rupanya kau Putri Julia. Bagaimana dengan kabar putraku?" tanya sang raja.


"Ia sudah sadarkan diri, Yang Mulia," jawab Putri Julia seraya menundukkan wajahnya.


"Aku baru saja melihat wajahmu begitu muram, apakah putraku berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan mu?"


Putri Julia terkejut mendengar pertanyaan sang raja, ia pun tanpa sadar mengangkat kepalanya dan berkata dengan nada yang sedikit meninggi, "Ti-tidak terjadi apa-apa, Yang Mulia."


Raja Tremora menjadi tertawa melihat reaksi kepanikan Putri Julia tersebut, "Kalau tidak terjadi apa-apa, lalu mengapa kau sangat gugup seperti itu?"


"Eh... Mmm...Mmm... Maafkan saya, Yang Mulia. Baru saja saya teringat untuk segera ke dapur demi mengambilkan makan malam untuk putra anda. Permisi," Putri Julia tersenyum lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Raja Tremora yang memandangnya dengan heran.


Ia pun beranjak menuju dapur. Baru saja beberapa langkah meninggalkan pintu depan kamarnya, ia menghentikan langkah kakinya seraya berkata, "Tapi dia telah melecehkan ku. Lagi pula ia sudah dewasa. Ia mampu mengurus dirinya sendiri."


Putri Julia pun kembali ke depan pintu kamarnya. Ia kembali memegang gagang pintu depan kamarnya. "Ah... Tidak, dia sedang lemah, aku harus membantunya!" seru Putri Julia. Ia kembali mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar dan kembali beranjak menuju dapur.


Di tengah perjalanan menuju dapur, tiba-tiba langkahnya terhenti. "Apa yang sedang aku lakukan?! Mengasihaninya?!" ia kembali bergumam.


Ia pun membalikkan tubuh lalu mengacak-acak rambutnya dengan perasaan yang kesal. "Ah, aku benci sekali dengan perasaan ini!"


Ia menarik nafas panjang sejenak dan membuangnya perlahan-lahan. Ia pun memutuskan untuk kembali ke dapur demi mengambilkan makan malam untuk Pangeran Melvin.

__ADS_1


Sesampainya di dapur, suasana tampak begitu ramai. Para juru masak kerajaan sedang sibuk menyiapkan makan malam. Putri Julia pun menjadi ragu untuk masuk ke dalam dapur.


"Yang Mulia, Putri Julia. Apa yang sedang anda lakukan disini?" tanya seorang pemuda dengan pakaian juru masak berwarna hitam.


"Ah... tidak, aku hanya ingin mengambil makan malam untuk Pangeran Melvin saja," jawab Putri Julia.


"Baik, tunggu sebentar," juru masak itu menyiapkan hidangan makan malam untuk Pangeran Melvin. "VoilĂ , ini makanan malam untuk Pangeran Melvin," juru masak itu memberikan sepiring iga sapi bakar dengan saus barbeque lalu menutupnya dengan penutup makanan dari besi berbentuk bulat.


"Terima kasih atas bantuannya," ujar Putri Julia.


Putri Julia bergegas meninggalkan dapur dan kembali menuju kamar Pangeran Melvin. Di tengah perjalanannya menuju kamar Pangeran Melvin ia berpapasan dengan Edea, "Kau belum tidur? Apakah kau ingin makan dikamar mu?"


Putri Julia hanya menggelengkan kepalanya seraya berlalu begitu saja meninggalkan Edea. "Aneh sekali tingkahnya barusan," gumam Edea.


Sesampainya di depan kamar Pangeran Melvin, ia mengetuk pintu kamar. Pintu pun dibukakan oleh Raja Tremora. "Ah... Yang Mulia Putri Julia, ada perlu apakah kau kemari?" tanya Raja Tremora seraya tersenyum.


"Em... maafkan saya, saya hanya ingin mengantarkan makanan untuk Pangeran Melvin," jawab Putri Julia dengan tersipu malu.


"Oh, kalau begitu masuklah. Aku juga baru saja akan pergi ke kamarku," ujar Raja Tremora yang melangkahkan kakinya keluar dari kamar Pangeran Melvin.


Dengan perasaan yang gugup, Putri Julia melangkahkan kakinya perlahan memasuki kamar Pangeran Melvin. "Ah... kau rupanya, akhirnya kau membawakan ku makan malam," ucap Pangeran Melvin dari atas ranjangnya.


Tangan Putri Julia menjadi gemetaran mendengar ucapan Pangeran Melvin. Ia pun terdiam mematung tak tahu apa yang harus ia lakukan. "Hei, mengapa kau diam disitu? Letakkan saja di atas nakas itu" Pangeran Melvin menunjuk nakas di samping ranjangnya.


Putri Julia dengan sedikit tergesa, meletakkan makan malam yang dibawanya di atas nakas. "Terima kasih telah membantuku dan aku mohon maaf untuk kejadian tadi", ujar Pangeran Melvin.

__ADS_1


"Baiklah, selamat malam," Putri Julia membalikkan tubuhnya dan berlari meninggalkan kamar Pangeran Melvin dengan tersipu malu.


__ADS_2