
Kemudian pemikiran Reygan teralihkan karena rekan kerja nya menyapa nya dan mengajak Reygan untuk minum.
"Aku sudah lama tidak mengkonsumsi alkohol" tolak Reygan
"Ayolah.. sedikit saja ini ada hari yang sangat penting" ajak Dewa dan Riko
Mau tidak mau akhirnya Reygan menuruti ajakan beberapa rekan kerjanya dan selang kurang lebih satu jam Dimas pun datang.
"Dim.." sapa Reygan yang mulai mabuk
"Pak Reygan.. anda minum?" kata Dimas karena sebagai sahabat Dimad tau jika selama ini Reygan tidak pernah lagi menyentuh minuman keras itu
"Hanya sedikit, minum lah" ajak Reygan
"Sebaiknya saya antar ke kamar, sepertinya anda sudah terlalu banyak minum" kata Dimas
"Santai saja dim, biarkan Bos mu menikmati malam ini" kata Riko
"Iya.. kami di sini untuk memeriahkan acara ini, kalau Reygan pergi siapa yang akan kami sanjung-sanjung" sambung Dewa
"Acara juga sudah hampir selesai, maaf jika saya kurang sopan. Tapi ini saya lakukan demi kebaikan Bos saya" jawab Dimas lalu berusaha memapah Reygan yang sudah mulai hilang kendali
Di pintu keluar Mereka bertemu dengan mama Nita juga beberapa teman-teman sosialitanya
"Dimas.. Reygan kenapa? Apa dia mabuk?" tanya mama Nita
"Ma.. aku tidak mabuk, dimas saja yang terlalu berlebihan" jawab Reygan
"Tante, kami duluan ya" kata Dimas
"Lalu bagaimana acarany kalau kalian meninggalkannya begitu saja?" tanya Mama Nita
"Ada sabel sekretaris Reygan. Aku akan menyuruh dia untuk menghandle nya tante" jawab Dimas
"Sabel? Jadi sabel belum pulang?" tanya Reygan seperti orang yang seratus persen sadar tidak mabuk sedikit pun
"E.. e ia, sabel masih di sini" jawab Dimas bingung
"dimana dia?" tanya Reygan yang langsung masuk lagi ke dalam tanpa mendengar jawaban dari Dimas
"Kenapa sih tu anak, untung hari ini adalah hari yang memang seharusnya kita berpesta. Kalau enggak udah mamak hukum dia" omel mama Nita
"Hehe.. Iya tante sekali-sekali gak apa lah, Sebelumnya juga Reygan gak pernah mabuk kan" kara Dimas
"Tapi kamu harus tetap awasi dia, jangan terlalu banyak minum.. tidak baik untuk keseharian. Kami mau pulang dulu ya" pamit mama Nita
"Iya.. tante, hati-hati ya" jawab Dimas lalu kembali masuk ke dalam menyusul Reygan
"Dimana Sabel?" tanya Reygan ketika melihat Dimas menghampiri nya
"Dia di rooftop, katanya dia kurang nyaman dalam acara seperti ini" jawab Dimas
"Sabel? Isabella?" tebak Riko membuat Dimas dan Reygan saling pandang
"Anda memang pintar dalam memilih sekretaris pak Reygan, saya yakin selain karena kompeten dalam pekerjaan.. paras nya yang cantik membuat dia lolos menjadikan sekretaris anda" Lanjut Riko
__ADS_1
"Dia memang cantik" racau Reygan
"Apakah anda menyukainya pak Reygan? Jika ia saya akan mundur tapi kalau seperti sekretaris-sekretaris sebelumnya kabari saja saya jika anda memecat nya'' sambung Riko
"Siska.." panggil Dimas ketika melihat siska sekretaris Riko
"Iya dim, ada apa?" tanya Siska
"Elo ajak tuh, bos elo pulang. Acara juga udah selesai" kata Dimas
"Pak Riko, kita akan pulang?" tanya siska
"Tentu saja sayang, kita akan pulang secepatnya karena aku juga sudah tidak sabar" jawab riko yang juga sudah sama mabuknya dengan Reygan
Berbeda dengan Dewa yang masih aman terkendali sehingga dia masih sadar dan bisa mengatur kepulangan nya sendiri.
"Gue akan menemui Sabel dulu dim" kata Reygan setelah mereka tinggal berdua disana
"Gue anterin" kata Dimas
"Gak usah, elo pulang aja.. gue bisa sendiri" jawab Reygan
"Tapi, elo udah banyak minum rey" balas Dimas
"Tapi gue gak mabuk dim" jawab Reygan
"Gue akan telpon sabel" kata Dimas
"Buat apa?" tanya Reygan
"Gak usah, gue mau ngomong sesuatu sama Sabel. Dan elo harus percaya kalau gue gak mabuk" kata Reygan
"Dasar keras kepala, terserah elo.. gue tunggu di mobil" jawab Dimas
Kemudian Reygan masuk lift dan menuju roof top hotel
"Sabel.." ucap Reygan ketika melihat sabel berdiri menikmati angin menerpa wajahnya dan membiarkan rambutnya dihembuskan oleh angin
"Bel.." panggil Reygan ketika sudah berada di dekat Sabel
"Pak Reygan.. kenapa ada di sini?" tanya Sabel
"Karena kamu ada disini" jawab Reygan
"Acaranya, kenapa bapak tinggalkan?" tanya Sabel
"Karena kamu juga meninggalkan acaranya" jawab Reygan
"Kenapa dikarenakan saya?" tanya Sabel
"Dari tadi aku udah gelisah karena gak liat kamu, terakhir aku liat kamu asyik ngobrol sama Riko lalu setelah itu kamu menghilang dan membuat aku kacau" jawab Reygan
"Maaf pak, tapi saya benar-benar tidak betah berada di pesta seperti tadi" jawab Reygan
"Tapi yang aku lihat kamu betah ngobrol sama Riko" ketus Reygan
__ADS_1
"Riko?" guman Sabel berusaha mengingat-ingat nya
"Kamu lupa? Apa karena terlalu banyak pria yang mengajakmu berkenalan malam ini?" kata Reygan
"Ohh iya, saya ingat dia adalah rekan bisnis anda saya lupa karena memang tadi saat kenalan saya juga gak fokus, bahkan saya langsung lupa namanya siapa bukan karena banyak yang mengajak saya berkenalan" jawab Sabel
"Lalu setelah itu kamu kemana?" tanya Reygan
"Kesini" jawab Sabel
"Dengan dimas?" tanya Reygan
"Enggak, saya kesini sendiri" jawab Sabel
"Lalu kenapa dimas tau kamu ada disini?" tanya Reygan
"Dia menelpon dan menanyakan keberadaan saya" jawab Sabel
"Dimas yang telpon kamu angkat, lalu berapa kali saya hubungi kenapa tidak kamu angkat?" tanya Reygan
"Dari tadi memang ponsel saya dalam mode hening saat acara di mulai, dan setelah berada di sini saya memulihkan setelannya" jawab Sabel mulai kesal dengan pertanyaan reygan yang gak jelas
"Apa acaranya sudah selesai pak?" tanya Sabel
"Sudah" jawab Reygan
"Kalau begitu saya boleh pulang?" tanya Sabel
"Dari tadi kamu menghilang membuat saya gelisah dan sekarang saat saya sudah menemukanmu, kamu mau pergi meninggalkan saya begitu saja?" tanya Reygan
"Maaf pak, tapi saya-"ucapan Sabel terpotong karena Reygan langsung mencium dan melu mat bibir sabel
Sabel berusaha mengakhiri nya tapi semakin sabel ingin melepasnya Reygan menahan tengkuk Sabel membuat ciuman itu lebih dalam.
"Aawwww" rintih Reygan ketika sabel menginjak kaki nya dan ciuman mereka pun terlepas
"Sabel" panggil Reygan ketika sabel melangkahkan kakinya dengan cepat
"Bel.." ujar reygan ketika mendapatkan tangan Sabel dan menahannya
"Maaf, aku tidak bisa menahan diri" kata Reygan
Sabel membuang muka ke arah lain agar tidak bertatapan dengan Reygan orang yang telah merampas ciuman pertamanya
"Maafkan aku bel, ini semua.. semua karena aku cemburu melihatmu dengan Riko, aku kesal tidak melihat mu lagi dipesta. Maafkan aku Sabel" sesal Reygan
"Aku ingin pulang" jawab Sabel
"Aku antar" kata Reygan
"Aku bisa sendiri" jawab Sabel
"Aku antar atau kita tetap di sini" kata Reygan
...❌❌***Tolong Like, komen, vote setelah membaca ❌❌...
__ADS_1
...❤️❤️TERIMAKASIH ❤️❤️***...