Starting From Bed

Starting From Bed
Eps 22


__ADS_3

"Ada.. teman aku, namanya Dian" jawab Sabel


"Dian?" ulang Dimas


"Rahardian? Dianto? atau Dian siapa yang beruntung itu Sabel?" batin Reygan


"Iya, aku akan pulang dengan dengannya karena kita sudah janjian akan merayakan hari kepulangannya ke sini" jelas Sabel karena mengira Dimas paham Dian siapa yanga dimaksud nya


"Boleh kah aku ikut?" tanya Dimas


"Hmmm tapi kami-" ucapan Sabel langsung dipotong oleh Reygan


"Iya.. kami akan ikut, kita berangkat sekarang supaya Dian itu tidak menunggu terlalu lama" sambung Reygan membuat Dimas dan Sabel bingung


"Pak Reygan juga kenal sama Dian?" tanya Sabel


"Hmmm tentu saja, aku sering menceritakan tentang Dian padanya" jawab Dimas yang malah membuat Reygan bingung


"Kapan Dimas menceritakan nya, yang dia bilang sabel hanya dekat dengan Riko" batin Reygan belum mengingat bahwa Dimas pernah menceritakan tentang Dianisa cinta pertamanya.


"Oke.. baiklah kita berangkat dan aku akan menghubungi Dian agar tidak usah menjemputku" kata Sabel


Akhirnya mereka brangkat dengan menggunakan mobil Reygan saja daj Dimas meninggalkan mobilnya sebagai modus untuk mendekati Dianisa lagi.


Beberpa menit kemudian mereka tiba di sebuh cafe tempat yang dipilih oleh Dianisa, Cafe itu adalah tempat favorit nya sejak SMA.


"Nisa..." ucap Dimas ketika melihat Dian duduk membelakangi pintu masuk


"Nisa?" ulang Reygan yang tidak mendengarnya dengan jelas


"Iya Rey, Nisa yang sering aku ceritakan.. sekarang dia ada di depan mata gue" kata Dimas dengan perasaan yang sangat senang


"Di... i miss you so much" ujar Sabel lalu memeluk Dian, dan tidak lupa saling mencium pipi kiri pipi kanan


"I miss you more El" balas Dian lalu menggenggam erat tangan sabel dengan gemasnya


"Hai.. Dianisa" lanjut Dimas agak gugup


"Dimas kan?" tanya Dian ragu


"Iya ini gue, Dimas. Senang bisa bertemu dengan elo lagi, setelah sekian lama" jawab Dimas

__ADS_1


"Apa kabar? Kok bisa bareng Ella?" tanya Dian


"Hmmm.. baik, elo giman? Gua satu kantor sekarang sama Ella" kara Dimas


"Ohhh oke..oke gue juga baik, And who is..." tanya Dian bermaksud menanyakan Reygan


"Oh iya.. gue sampe lupa, kenalin ini Reygan bos gue, juga sahabat gue. Dan kalau elo lupa Reygan adalah kakak senior kita saat SMA dulu" jelas Dimas


"Hai.. kenalin gue Reygan" kata Reygan mengulurkan tangannya dan di sambut oleh dian


"Hai juga, gue Dianisa" balas Dian


"Ya udaj yuk.. pesan kalian mau apa, gue yang traktir. Bukan maksud apa-apa, tapi krna hari ini adalah hari yang bahagia banget buat gue bisa ketemu sama Ella.. sahabat gue" kata Dian


"Lebay deh elo" kata Sabel


"Maaf ya bukan maksud merendahkan atau apa-apa, tapi gue yang harus traktir kalian" lanjut Dian tidak enak hati dengan Reygan selaku dia bos dari Sabel dan Dimas


"It's okay.. No problem" jawab Reygan


"Dim.. Masih?" tanya Sabel yang dari tadi melihat gerak-gerik Dimas memperhatikan Dian


"Aa.. eh, apa? Maksud elo?" tanya Dimas balik


"Abis ini, kalian ada acara lagi? Gimana kalo malam ini kita hangout dulu" ajak Dian


"***-" ucapan Dimas langsung dipotong oleh sabel


"kayak nya gak bisa deh kalo malam ini" jawab Sabel


"Why?" tanya Dian dan dimas bersamaan


"Gue sih yang gak bisa, tapi kalo dimas ya gak tau" jawab sabel


"Gak seru dong kalo cuma berdua, maunya rame-rame lah, kalau besok malam atau lusa gimana?" kata Dian


"Ntar gue kabarin deh, tapi pastinya gue paling bisa di weekend aja" jawab Sabel


"Ternyata memang benar kalau sabel gak nyaman party walaupun sekedar hangout" batin Reygan semakin mengagumi kepribadian Sabel


Setelah berbincang ringan akhirnya mereka pulang, Dimas menjalankan modusnya nebeng dengan Dian dan Sabel diantar oleh Reygan

__ADS_1


"Bel.." kata Reygan memulai pembicaraan


"Hmmm.. iya, kenapa kak Rey?" tanya Sabel


"Kejadian kemarin aku benar-benar minta maaf ya" kata Reygan


"Usahlah kak, gpp.. udah lewat juga" jawab Sabel


"Tapi semenjak itu kamu semakin menghindari aku" lanjut Reygan


"Maaf kalau kamu ngerasa gitu kak, tapi aku benar-benar shock aja kemarin" jawab sabel


"Your first?" tanya Reygan


"Mmm.. engga sih" jawab Sabel jujur karena memang itu bukan ciuman pertamanya


"Ohh, jangan marah lagi ya" lanjut Reygan sedikit kecewa mengetahui kalau itu bukan yang pertama untuk Sabel


"Aku gak marah kak, udah lupain aja" jawab Sabel lagi


Setelah sampai di apartemen, reygan ingin turun membukakan pintu untuk sabel.


"Udah gak usah kak, aku bisa sendiri dan maaf kalau aku harus ngecewain kamu. Jangan terlalu berharap dengan hubungan kita kak.. aku belum siap, aku udah berusaha.. tapi aku gak bisa. Maaf" kata Sabel


"Apa ini jawaban penolakan kamu bel?" tanya Reygan


"Aku cuma gak mau buat kamu lebih kecewa lagi kak" jawab Sabel


"Apa maksud kamu bel?" tanya Reygab benar-benar tidak paham atas apa yang dikatakan Sabel


"Aku belum siap untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi kak, aku pernah gagal" jawab Sabel


"Tapi kita bisa mencoba nya pelan-pelan bel, aku gak pernah maksain kamu. Kita jalani senyaman kamu aja.. dan aku akan berusaha untuk membuat kamu nyaman sama aku" balas Reygan


"Aku nyaman sama kamu kak, dan itu yang buat aku ingin mundur.. aku takut terlalu nyaman" jawab Sabel


"Lalu masalah nya apa?" tanya Reygan


"Aku belum siap menjalin hubungan yang serius kak, udah ya.. mulai sekarang kita profesional aja" jawab Sabel lalu langsung turun dari mobil dan melangkah cepat menuju apartemen nya


"Shiiittttt" umpat Reygan memukul stir mobil nya

__ADS_1


...❤️HAPPY READING ❤️...


__ADS_2