
"Udah lah lupain aja kalau kamu memang udah lupa" jawab Sabel
"Sayang.. please dong jangan kayak gini, apa sih? Apa yang buat kamu semarah ini.. apa yang tadi kamu dengar aku bilang ke mama?" tanya Reygan namun sabel hanya diam
"Sabel.. jawab dong sayang, apa yang kamu dengar?" tanya Reygan lagi
"Kamu gak mengakui aku"Jawab Sabel
"Gak mengakui apa sih, kamu gak lagi mau ngeprank aku kan. Kita Video call aja ya.. aku mau liat kamu, aku masih kangen banget" kata Reygan
"Ngprank apaan! Aku serius" jawab Sabel
"Oke.. oke, jujur aku belum tau apa salah aku. Tapi aku akan minta maaf dan akan melakukan apa pun asal kamu mau maafin aku.. jangan ngambek lagi, jangan marah seperti ini sayang" kata Reygan
"Aku gak butuh maaf kamu, aku cuma butuh pengakuan kamu" jawab Sabel
"Pengakuan apa sayang, kamu mau aku buat pengakuan seperti apa?" tanya Reygan
"Gak tau ah" jawab Sabel
"Oke.. besok aku akan umumkan di kantor kalau kamu itu adalah calon istriku dan secepatnya kita akan segera menikah" kata Reygan
"Gak gitu juga.." jawab Sabel
"Lalu kamu mau apa? Aku akan melakukan nya" tanya Reygan
"Udah lah, aku ngantuk" jawab Sabel
__ADS_1
"Kamu capek ya.. ya udah kita bahas besok lagi ya. sekarang kamu istirahat ya" kata Reygan mengalah
"Hmmm" jawab Sabel
"Tapi video call sebentar" pinta reygan
"Aku udah mau tidur" jawab sabel
"Video call atau aku datang kesana?" tanya Reygan
"Cantik.." kata Reygan setelah Panggilan beralih ke video dan terlihat Sabel sudah berbaring ditempat tidur dengan selimut tebal sampai lehernya
"I miss you so much" ujar Reygan lagi menatap lekat wajah alami Sabel
"Kak rey, aku ngantuk banget" jawab Sabel
"Letakan ponsel kamu di nakas, aku masih mau melihat wajah cantik yang sudah membuatku khawatir seharian ini" kata Reygan
"Gak apa-apa dong, nanti juga itu semua akan jadi milikku" jawab Reygan
"Masih akan.. belom ya, udah ah aku ngantuk kak. Matiin ya" pinta Sabel
"Iya.. iya, tidur lah.. semoga mimpi indah ya sayang, i love you" kata Reygan
"Kamu juga ya, love you" jawab Sabel langsung mematikan ponselnya
Keesokan harinya, Reygan kembali di cecar oleh mama Nita di meja makan
__ADS_1
"Pulang jam berapa semalam?" tanya mama Nita
"Jam 12 kayak nya" jawab Reygan
"Ketemu?" tanya Mama Nita
"Dia udah di apartemen semalam ma, ponselnya lowbat" jawab Reygan
"Orangtuanya dimana?" tanya Mama Nita
"Dia yatim piatu ma" jawab Reygan
"Lalu di sini dia sendiri?" tanya mama Nita
"Iya" jawab Reygan
"Apa pekerjaan nya?" tanya mama Nita
"Dia sekretaris aku ma" jawab Reygan
"Sekretaris kamu? pasti dia manfaat kamu Rey.. jangan terlalu percaya" kata mama Nita
"Ma..udah dong, mama belum kenal dia jangan menilainya demikian" jawab Reygan
"Tinggal di sini sendiri.. dia itu yatim-piatu, kecil kemungkinannya kalau dia tulus sama kamu, mama gak mau aja kalau kamu itu dimanfaatkan Rey" lanjut mama Nita
"Reygan heran deh sama mama, kenapa bisa berpikiran seperti itu" jawab Reygan lalu beranjak tanpa menyentuh sarapannya
__ADS_1
"Reygan.." panggil mama Nita namun Reygan tidak memperdulikan nya
"Pasti perempuan itu sudah terlalu menghasutnya, bisa-bisanya dia jadi pembangkang seperti ini" Omel mama Nita