
Ketika Reygan dan Dimas tiba di apartemen, berbarengan di waktu yang sama Sabel juga turun dari taksi.
"Bel.. kamu dari mana?" tanya Reygan dengan raut wajah yang tidak dapat diartikan
Reygan senang melihat Sabel dalam keadaan baik-baik saja tapi juga kesal karena melihat sabel masih dengan oakaian yang sama dan baru tiba di apartemen sekitar pukul sebelas malam
"Mmm.. kalian kok ada di sini?" tanya Sabel mengalihkan pembicaraan
"Kamu belum jawab aku bel" kata Reygan
"Udah deh, kita ngomong nya baik-baik dulu" kata Dimas
Tanpa memperdulikan omongan sahabatnya nya itu, Reygan langsung menarik tangan Sabel untuk naik ke apartemen
"Gue gimana?" teriak Dimas yang bingung
"Elo ikut, cepat" tegas Reygan
"Gak apa-apa nih gue ikutan?" tanya Dimas setelah tiba di ruang tamu apartemen sabel
"Engga.. lagian nanti kalo cuma berdua ada setan" jawab Reygan
"Gue dong yang jadi setan nya" jawab Dimas dan langsung mendapat tatapan tajam dari Reygan
"Oke.. oke.. gue diam" ujar Dimas lalu duduk di hadapan Reygan dan Sabel
"Aku capek, gerah.. aku mau mandi dulu" kata Sabel lalu beranjak menuju kamar nya dan langsung dikerjar oleh Reygan
"Aku mau ngomong sebentar aja.. aku tau kamu capek tapi aku juga capek dari tadi mikirin kamu yang gak bisa dihubungi dan sekarang aku butuh penjelasan" kata Reygan tepat di depan pintu kamar Reygan
"Bisa kita bahas ini di lain waktu aja.. please" jawab Sabel
__ADS_1
"Enggak.. kamu harus cerita, kemana aja kamu seharian ini.. gak bisa di hubungi, gak ngasih kabar sama sekali" tegas Reygan
"Iya aku akan cerita, tapi engga sekarang" jawab Sabel
"Rey.. udalah, yang penting sekarang sabel udah pulang. Ceritanya kan bisa besok" kata Dimas mencoba menengahi
"Dim.. elo tau gimana panik nya gue.. khawatir nya gue dari tadi, gue gak bakal bisa tidur sebelum sabel jawab" kata Reygan
"Iya juga sih, kamu dari mana sih el?" tanya Dimas
"Huhh.. aku gak kemana-mana, gak aneh-aneh.. aku cuma menenangkan pikiran aku aja" jawab sabel
"Kemana?" tanya Reygan
Akhirnya sabel mengalah dan ikut duduk bersama Dimas, sedangkan Reygan berdiri mendengarkan semua cerita Sabel.
Sabel menceritakan semuanya sedetail mungkin kemana saja dia hari ini dengan alasan ingin menenangkan pikiran karena sedang ada masalah
"Berapa kali aku hubungi kenapa gak di respon?" tanya Reygan setelah sabel selesai bercerita
"Lain kali kalo kamu ada masalah cerita sama aku, kalau kamu lagi pengen sendiri juga gak apa-apa tapi kasih tau dulu.. agar aku gak khawatir bel" kata Reygan menggenggam tangan Sabel dan berlutut di depan sabel
Sabel menarik nafas nya dalam sebelum menjawab Reygan
"Aku pergi menenangkan pikiran karena masalahnya itu ada di kamu, yang buat aku kayak gini itu kamu.. jadi gak mungkin dong aku masih izin lagi sama kamu" kata Sabel
"Aku? Kenapa? Salah aku apa?" tanya Reygan lalu duduk bersama Sabel
"Gak peka banget sih" jawab Sabel
"Kenapa sayang? Aku salah apa?" tanya Reygan
__ADS_1
"Besok lagi bisa kan aku jawab.. aku gerah banget nih" jawab Sabel
"Aku gak akan pulang sebelum semua baik-baik" jawab Reygan
"Nooo.. kalian pulang" tegas Sabel
"Enggak" jawab Reygan
"Nanti setelah sampai rumah kamu hubungi aku, dan aku akan cerita semuanya.. semuanya" kata Sabel
"Janji?" tanya Reygan
"Kayak bocah baru pacaran banget sih elo rey.. udah ayo balik" ajak Dimas
"Kalau kamu gak angkat telpon ku, aku akan balik lagi ke sini" kata Reygan
"Iya, aku akan angkat setelah selesai mandi dan kalau aku tidak tertidur" jawab Sabel
"KALAU KAMU GAK ANGKAT AKU AKAN BALIK KESINI" tegas Reygan
"Iya.. iya.." jawab Sabel
Kurang lebih satu jam, Sabel sudah selesai membersihkan diri dan Reygan juga sudah sampai di rumah. Beruntung mama Nita sudah tidur jadi Reygan tidak di wawancarai lagi tapi malah Reygan yang mewawancarai Sabel
"Halo.." jawab Sabel setelah mengangkat telpon dari Reygan
"tell me.." kata Reygan
"Jadi tadi aku itu dengar sebagian omongannya kamu di telpon sama mama kamu" jawab Sabel
"Well.." kata Reygan
__ADS_1
"Kenapa harus berbohong padanya?" tanya Sabel
"Bohong apa?" tanya Reygan