
Hari pertemuan meeting dengan Riko pun tiba dan berjalan dengan lancar dan mencapai kesepahaman yang saling menguntungkan untuk dua perusahan besar ini.
Sesuai janji yang sudah dibuat oleh Riko, maka mereka merayakannya dengan makan siang bersama.
"Seharusnya gak usah repot gini pak Riko" kata Reygan ketika mereka sudah tiba di meja makan
"Mmm.. sebenarnya ini bukan untuk merayakan kerjasama kita saja. Tapi karena sekalian aku ingin mengenalkan seseorang yang akan bergabung dengan kerjasama kita ini" jawab Riko
"Siapa? Sekretaris baru lagi?" tebak Reygan karena tadi juga tidak melihat keberadaan Siska di saat meeting
"Bukan, dia sepupu gue.. kita bicara santai saja lah ya" jawab Riko
"By the way.. dimas dan sekretariat elo dimana?" tanya Riko
"Dimas masih di atas td kalau sabel mungkin ke toilet" jawab Reygan
"Maaf.. gue telat ya" kata Dianisa sepupu Riko
"Engga kok, kita juga baru selesai meeting juga" jawab Riko
"Hai.. Reygan kan? Bos nya Dimas.." sapa Dianisa
"Elo udah saling kenal?" tanya Riko
"Iya kemarin kita sempat ketemu" jawab Reygan
"Jadi sabel, sahabat aku itu kerja sama Reygan ini" lanjut Dianisa
"Di..." seru sabel yang melihat dianisa ngobrol dengan Reygan juga Riko
"Hai girl, dunia terasa sempit deh kalo gini ya" kata Dianisa
__ADS_1
"And.. dimas pasti senang banget nih bisa ketemu sama elo lagi" lanjut Sabel
"Apaan sih" jawab Dianisa
"Tapi dimas dimana ya?" tanya Sabel
"Masih ada urusan di atas, biar gue hubungin dulu ya rik" jawab Reygan
"Jadi sahabat kamu yang bernama Ella itu, Isabella ini?" tanya Riko kepada Dianisa
"Iya, dulu di sekolah kita manggilnya Ella" jawab Dianisa
"Ohhh, bagus deh kalo gitu.. jadi makin mudah aja buat gue deketin" bisik Riko
"Dasar Playboy, engga ya.. gue gak akan izinin elo deketin dan jadikan Sahabat gue korban lagi" ketus Dianisa
"Hai.. Nisa" seru dimas
Dan mereka akhirnya makan siang diselingi dengan perbincangan yang ringan, tapi tak luput dari pandangan Reygan intraksi riko dan Sabel yang membuat hati nya panas
"Jadi untuk beberpa bulan ke depan, semua urusan kerja sama kita akan di urus oleh Nisa. Karena gue ada kepentingan yang harus gue urus di luar negeri. Semoga lancara ya Rey" kata Riko
"Seperti itu lebih baik" jawab Reygan yang tidak menyadari ucapan nya itu membuat semua orang bingung
...***...
Hari terus berganti dan sabel benar-benar membuat jarak diantara mereka semakin jauh, Reygan mengalah dan berusaha bersikap profesional seperti yang diminta oleh Sabel.
"El.. gue kok ngerasa ada yang aneh ya antara elo dan reygan" kata Dimas ketika mereka sedang makan siang di cafe dekat kantor
"Aneh kenapa sih dim?" tanya Sabel
__ADS_1
"Yang gue tau Reygan Berisha untuk dekat tapi elo malah sebaliknya" jawab Dimas
"Enggak kok, biasa aja" jawab Sabel
"Apa kak Aurel masih menjadi alasannya elo gak mau dekat sama Reygan?" kata Dimas to the point
"Ee... engga dim, gue masih pengen sendiri aja. Masih mau fokus berkarir aja" jawab Sabel
"Reygan itu baik orang nya el, dia akan selalu mendukung apa pun yang elo mau" lanjut Dimas
"iya gue tau, tapi gue belum bisa aja.. engga tau kenapa" jawab Sabel
"Saran gue.. lebih baik elo coba aja dulu" kata Dimas
"Gue udah pernah coba, tapi perasaan gue gitu-gitu aja gak lebih dan gue gak mau kasih harapan palsu sama dia" jawab Sabel
"Elo ya.. dari dulu aja gitu, sampai kapan sih el?" kata Dimas
"Gue pernah punya hubungan Dim dan disaat gue serius sama hubungan itu dia malah selingkuh. Bisa dibilang gue trauma sih untuk memulainya lagi" jawab Sabel
"Gak semua cowok sama El, apalagi Reygan gue bisa pastiin kalau dia itu setia. Sama kak Aurel yang tidak ada kepastian nya aja dia setia" kata Dimas
"Ditambah itu lagi dim yang buat gue berpikir berulang-ulang untuk nerima Kak Reygan, Masa lalu nya yang mungkin sampai sekarang juga masih dikenangnya dan itu adalah kakak gue" jawab Sabel
"Tapi gue kenal banget Reygan itu gimana el, dulu sebelum ada elo dia sering banget teringat sama kak Aurel. Tapi sekarang setiap kita ngobrol yang dia bahas itu elo jadi gue yakin semenjak ada elo dia udah mulai lupa sama kak Aurel" jelas Dimas
"Ntah lah dim, gue memang belum kepikiran untuk punya hubungan yang serius" jawab Sabel
"Itu opsi elo sih El, gue sebagai teman hanya kasih saran yang menurut gue baik aja" jawab Dimas
"Makasih dim" balas Sabel
__ADS_1
...***Mohon di Like setelah membaca supaya semangat up nya 😀***...