SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI

SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI
Bab 9 MENGINGATMU


__ADS_3

Bab 9 MENGINGATMU


Daniel dan Arya pun sama-sama setuju, untuk membicarakan masalahnya didalam kamar Daniel yang letaknya strategis(jauh dari kamar pengawal yang lain dan kedap suara).


"Bagaimana?, coba ceritakan, apa yang sebenarnya kamu temukan tentang Zeus?".


Tanya Arya yang sudah sangat penasaran sedari tadi.


"Jadi tuh begini...".


Daniel pun menceritakan tentang dia yang tidak bisa menemukan informasi apapun tentang Zeus(masa kecilnya, termasuk tanggal dan tempat Zeus lahir).


*****


Sementara itu ditempat Joe.


"Zeus...?Zeuss Hartman?....lulusan dari kampus H*rvad dijerman....jurusan seni lukis..".


Gumanan Joe yan sedang duduk dikursi sambil menatap keatas dan menutup kedua matanya.


"Akhirnya aku mengingatmu.. ".


Daeg...deg..degg


Suarang jantung Joe yang kembali berdegub hebat,, saat mengucapkan nama Zeus.


*****


FLASH BACK.


Plakk!


"Dasar cewek gak guna, bisa-bisanya disuruh kayak gitu aja gak bisa".


"Tau tuh, orang miskin banyak gaya banget".


"Ahtt...lepasin rambutku...sakittt".


Ucap Joe yang merasa kesakitan karena ditampar dan rambutnya dijambak oleh para pelaku


buling dikampus.


"Rasain nih cewek j*lang..makan tuh kotoran".


Seru salah satu mahasiswi dikampus(suka buling), yang mengambil kotoran kucing dari kresek hitam, yang tadi dibawanya untuk menghajar Joe.


"Uwmm... Mwaslin waqu(lepasin aku)".


Mulut Joe yang dicengkram oleh mahasiswi, yang membawa kotoran kucing tadi.


"Hahhh..haha..".


Tawa dari para mahasiswi yang membuliy Joe.


Saat mahasiswi itu hendak menyuapi kotoran kucing kemulut Joe, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.


"Heiii...kalian hentikan..".

__ADS_1


Teriak pria yang kebetulan lewat disana.


"Siapasih?...gangguin kita aja".


"Tau tuh".


Ucap mahasiswi yang kesal karena kesenangannya diganggu.


Tap....tap..tap


Suara langkah kaki yang mendekat kearah mereka.


"Wauww.. ".


Ucap para mahasiswi secara kompak dan termangu, karena melihat sosok laki-laki tampan, putih, tinggi, gagah dengan rambut hitamnya yang legam.


"Hentikan,, apa yang kalian lakukan?,,kalian membuliy nya ya? ".


Teriak laki-laki tampan itu,sambil menghadang didepan Joe, sembari untuk melindunginya dari para mahasiswi yang membuliy nya.


"Punggung siapa itu?..lebar dan sangat tinggi,seperti gunung".


"Entah kenapa aku merasa nyaman dan aman,saat dibelakang punggung itu".


Batin Joe yang berguman saat melihat punggung laki-laki itu, Joe yang melihat punggung itu dengan samar-samar,karena matanya habis dituangin air oleh para buling tadi(Jahat banget sih>_<).


Joe yang terlalu fokus oleh punggung itu, sampai-sampai dia tidak mendengar suara apapun disekitarnya, Joe tersadar kembali saat punggung itu berbalik.


"Nona..kamu tidak apa-apa?".


Saat punggung besar itu berbalik, terdapat lukisan indah disana, wajahnya yang tampan saambil tersenyum lebar, seperti dunia hari itu penuh dengan kebahagiaan, tubuhnya yang kekar seperti gunung, dan rambutnya yang hitam legam tersorong oleh matahari siang itu, seperti bintang terang dimalam hari, sangat cantik.


Seketika Joe pun terhipnotis oleh lukisan indah dan hidup yang berada didepan matanya,terbuai keindahannya.


Joe yang memangu itu tiba-tiba tersadar disaat laki-laki itu memanggilnya.


"Nona?... ".


Panggil laki-laki itu sambil melambai-lambaikan tangannya didepan mata Joe, sembari untuk menyadarkannya.


"Aht.. Iya terima kasih".


Ucap Joe sembari mengulurkan tangannya diatas tangan pria tampan itu.


"Apakah kamu baik-baik saja?".


Tanya laki-laki itu dengan wajah khawatir.


"Iya, aku tidak apa-apa,, terima kasih atas pertolonganmu tadi, aku akan membalasnya dilain waktu".


Ucap Joe yang berterima kasih kepada pria itu karena sudah menolongnya.


"Tidak, kamu tidak perlu memblasnya, aku menolongmu karena aku ingin, dan bukan untuk menerima balasan".


Ucap laki-laki tampan itu,yang menolak menerima balasan dari Joe.


"Tapi! ".

__ADS_1


Joe yang merasa tidak enak karena laki-laki itu tidak mau menerima balasannya(tipe yang tidak suka mempunyai budi kepada orang lain).


"Sudahlah, oh iya ngomong-ngomong wajahmu memar semua, apa perlu aku mengantarkanmu kerumah sakit? ".


Tawaran dari laki-laki tampan itu kepada Joe.


"Tidak perlu,aku bisa sendiri,aku tidak enak jika dibantu lagi".


Joe yang menolak tawaran dari laki-laki tampan itu,karena tidak mau mempunyai budi lagi kepada orang itu.


"Kamu yakin? ".


Tanya laki-laki tampan itu kepada joe.


"Iya, oh iya kalau boleh tau kemana para mahasiswi yang tadi itu pergi? ".


Tanya Joe sambil memegang matanya yang perih, walau Joe melihat dengan samar-samar tapi dia bisa melihat wajah laki-laki tampan itu dengan sangat jelas.


"Kenapa kamu mencarinya?..emang kamu gak takut kalau ketemu mereka lagi? ".


Tanya pria itu yang bingung pada sikap Joe,dia yang sudah dibuliy malah mencari orang yang membuliy nya.


"Tidak, aku cuma mau tanya aja, mereka tadi pergi kemana".


Ucap Joe sembari menyelidiki kemana pergi mahasiswi buling tadi.


"Kudengar tadi mereka mau ke caffe st*rbucks disekitar perempatan jalan".


Tukas Zeus yang mendengar percakapan dari para mahasiswi buling tadi.


"Sekali lagi,terima kasih atas pertolonganmu".


Joe yang terus berterimakasih kepada laki-laki itu,karena sudah ditolongnya.


"Iya sama-sama".


Ucap laki-laki tampan itu sembari memegang rambutnya yang hitam legam layaknya seperti langit dimalam hari.


BERSAMBUNG. . .


-------------------------------


I Mohon dukungannya ya 🙏.


I ini adalah kali pertamaku menulis novel,


I jika ada bahasa yang kurang tepat,


I mohon dimaklumi.


I Author usahakan untuk update 2 episode


I perhari.


I semoga kalian suka(♡˙︶˙♡).


Terima kasih❤❤❤❤❤.

__ADS_1


__ADS_2