
Bab 11 HUKUMAN
Ruang bawah tanah disalah satu vila pinggiran kota milik Joe.
"Selamat datang nona".
Sambutan dari para pengawalnya dengan rapih dan penuh rasa hormat, ditangga menuju bawah tanah.
"Bagaimana, apa kalian berhasil membawanya kemari? ".
Tanya Joe yang menuruni tangga dengan anggun dan elegan.
"Nona, anda sudah sampai?".
Tanya Daniel yang terkejut melihat Joe yang sudah samapi disana.
"Seperti yang kamu lihat".
Ucap Joe dengan dingin, hingga membuat Daniel tak berani untuk berbicara.
"Uwmm.. Umm.. ".
Suara dari para mahasiswi yang membuliy Joe, yang mulutnya ditutup oleh kain agar tidak berteriak dengan bersik.
"Ambil kain yang berada dimulut mereka".
Perintah Joe kepada para pengawalnya.
"Ambil kain itu".
Ucap Daniel yang kembali mengulangi perkataann Joe, dan menyuruh pengawal lain untuk mengambilnya.
Para pengawal yang mendengar ucapan dari Daniel pun langsung mengambil kain dari mulut para mahasiswi itu.
"Siapa kamu sebenarnya?...lepaskan kami".
Teriak dari salah satu mahasiswi sambil meronta-ronta diatas kursi(para mahasiswi itu duduk diatas kursi dengan tangan dan kakinya diikat).
"Diamlah".
__ADS_1
Teriak dari Joe langsung membuat para mahasiswi itu tidak berani untuk bicara dan meronta.
Joe yang mendekat kearah mereka sambil mencengkaram mulut salah satu mahasiswi(mahasiswi yang tadi mau menyuapi kotoran kucing kepada Joe).
"Mwapsin aquw(lepasin aku)...".
Teriak dari mahasiswi yang mulutnya dicengkram Joe.
"Daniel ambilkan kotoran kucing kesini".
Perintah Joe kepada daniel dengan nada yang mengintimidasi.
"Baik".
Ucap Daniel yang terkaget dan bergegas mencari sesuatu yang dinginkan Joe.
"Nona kalau sedang marah sangat menakutkan,lebih baik aku tidak membuat nona marah, dari pada nanti aku tiba-tiba menghilang".
Batin Daniel yang takut melihat kemarahan dari Joe.
Sesaat kemudian Daniel membawa kantong plastik yang berisi kotoran kucing, sesuai dengan permintaan Joe, Daniel yang membawa itu berjalan dengan penuh hati-hati agar tidak terjatuh, sambil menutup hidungnya sembari karena kebau an.
Daniel yang mendekat kearah Joe dan memberikan kantong plastik itu.
"Ambilan aku sarung tangan dan sendok".
Tukas Joe kepada Daniel.
Daniel yang mendengar perintah itu, langsung mengambilnya dan memberikannya kepada Joe.
Joe yang menerima sarung tangan itu langsung memakainya dikedua tangan.
Sedangkan sendok itu dia gunakan untuk mengambil kotoran kucing didalam kantong plastik.
Joe yang mengambil kotoran kucing itu menggunakan sendok, langsung mengarahkannya kemulut mahasisi itu(mahasiswi yang mulutnya dicengkram Joe).
"Uwekk.. Uwekkk....uhukk..uhuk".
Mahasiswi itu yang muntah ditempat, karena disuapi kotoran kucing oleh Joe.
__ADS_1
"Menjijikkan..".
Tukas Joe yang menutup mulut dan hidungnya, sembari melemparkan sarung tangan dan sendok.
Joe yang merasa jijik langsung berlari pergi meninggalkan mereka.
Daniel yang melihat Joe terburu-buru pergi, langsung mengikutinya dibelakang,karena khawatir.
Tak..tak....tak..
"Nona tidak apa-apa? ".
Daniel yang khawatir pada Joe, dengan segera langsung pergi kearahnya, sembari untuk mengecek keadaannya.
"Aku baik-baik saja, jangan mengikutiku".
Ucap Joe dengan dingin dan langsung pergi menghilang dari pandangan Daniel.
"Sepertinya hari ini, mood nona sedang buruk".
Batin Daniel yang berpikir kalau Joe memiliki suatu masalah, hingga membuatnya mudah marah.
BERSAMBUNG. . .
-------------------------------
I Mohon dukungannya ya 🙏.
I ini adalah kali pertamaku menulis novel,
I jika ada bahasa yang kurang tepat,
I mohon dimaklumi.
I Author usahakan untuk update 2 episode
I perhari.
I semoga kalian suka(♡˙︶˙♡).
__ADS_1
Terima kasih❤❤❤❤❤.