SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI

SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI
Bab 15 MELUKIS BERSAMA


__ADS_3

Bab 15 MELUKIS BERSAMA.


"Kringgg...kringg.." bunyi bel masuk ditempat kursus.


"Ehh..sudah bel tuh..ayo kita duduk"teriak para murid didalam kelas.


"Hai semuanya selamat pagi"sapa bu Lydia yang memasuki kelas.


"Pagi juga bu"teriak para murid dengan kompaknya.


"Baik ibu ingin.."ucap bu Lydia yang terpotong.


Tok..tok..tok..


"Permisi bu"tukas Joshua sambil mengetuk pintu.


"Habis darimana kamu? "tanya bu Lydia kepada Joshua.


"Habis dari belakang bu"tukas Joshua.


"Apaan..jangan percaya bu..dia itu habis ngintilin si Ratu dari kelas sebelah.."teriak para murid dengan serempak.


"Huuuu...apaan sih kalian..sirik aja".


Ujar Joshua yang membalas olok-olokan dari murid lain.


"Sudah..sudah jangan berisik..lain kali jangan diulangin lagi"sahut bu Lydia.


"Baik bu"jawab Joshua dengan singkat dan segera duduk ditempat duduknya.


"Baik ibu ingin menyampaikan, kalau tugas kalian harus dikumpulkan tiga hari dari kemudian, jadi selama 3 hari ini kalian tidak perlu ketempat kursus, cukup istirahat dirumah untuk menyelesaikan tugas..kalau sudah paham ibu pergi dulu".


Bu Lydia yang langsung pergi setelah menyampaikan tugas.


"Yahh..masa 3 hari lagi sih?..mana cukup dong waktunya"teriakan para murid yang kecewa dan gelisah.


"Gimana nih? "seru Joshua yang bingung.


"Sudah, kita melukis saja dirumah masing-masing dan 3 hari kemudian akan kita kumpulkan"ucap Zeus yang menyarankan.


"Tapi aku gak bisa kalau melukis sendirian"sahut Joshua kepada Zeus.


"Kan ada aku"tukas Zeus yang merupakan satu kosan dengan Joshua.


"Tetep aja gak bisa..gimana kalau kita melukis bersama? "usul Joshua.


"Boleh tuh,, tapi" tukas Zeus yang menatap kearah Joe, dan Joshua pun juga ikut menatapnya.


"Aku sih ikut aja"Seru Joe.


"Oke, kalau begitu kita meliukis dimana? " tanya Zeus.


"Bagaimana kalau kita menyewa ruang studio, tidak perlu terlalu besar,cukup untuk kita melukis bersama saja,pasti harganya tidak terlalu mahal" usul Joe.


"Boleh, kalau begitu mari kita cari studionya"tukas Joshua.


"Tidak perlu, aku sudah menemukan studionya" Sahut Joe.


"Maksudnya? " tanya Joshua yang bingung.


"Kebetulan kemarin sewaktu aku berjalan pulang,aku melihat ada sebuah studio yang akan disewakan dan juga kebetulan sedang ada diskon, jadi kita bisa menyewanya" usul Joe.


"Boleh" Sahut Joshua dan Zeus.


"Nanti aku chat alamatnya" Ucap Joe.


"Tapi kita gak punya nomor kamu Eve" Sahut Joshua.


"Berikan Hp kalian, nanti ku tulis nomorku" seru Joe.


Mereka berdua pun memberikan HPnya kepada Joe, dan Joe pun juga menuliskan Nomornya.


"Terima kasih, akan kita simpan" Ujar mereka berdua.


"Iya, kalau begitu besok akan ku kirim lokasinya kepada kalian, kalian cukup membawa alat lukis saja, dan yang lainnya kan kusiapkan" tukas Joe.


"Lalu bagaimana dengan pembayarannya?" tanya Zeus.


"Nanti akan aku bayar terlebih dahulu, dan besoknya kalian ganti, bagaimana? " usul Joe.


"Boleh juga" Ujar Zeus dan Joshua.


"Kalu begitu aku duluan ya, untuk bertemu dengan pemiliknya" Pamit Joe sambio merapikan barangnya.


"Iya, hati-hati ya" Joshua dan Zeus yang melambaikan tangannya.


Joe yang membalas lambaian tangan dari Zeus dan Joshua sembari perlahan menghilang dari pandangan.


****


Joe yang sedang berjalan menelusuri jalan, Tiba-tiba saja ada segerombolan gadis yang mencegatnya.


"Hei berhenti kamu" Teriak gadis itu Ratu namanya.


Joe yang mendengar itu hanya mengacuhkan dan melanjutkan perjalanannya.


"Hei, kamu tuli ya?..kubilang untuk berhenti, malah nyelonong aja".


Ratu yang berjalan mendekat kearah Joe dan menjabaknya.


"Auww..sakit...lepaskan" teriak Joe yang merasa kesakitan.


"Diem" Teriak Ratu yang semakin kencang menjabak Joe.


"Hei, ada masalah apa kamu denganku?...jangan mengganguku" tukas Joe.


"Kamu tidak tahu kesalahanmu?...jangan dekat-dekat dengan Koko" ujar Ratu sembari mendorong Joe.


"Memang Koko itu siapa kamu?...dia pacar kamu? " Tanya Joe.


"Iya" jawb Ratu dengan singkat.


"Mereka pacaran?..tidak mungkin" batin Joe yang gelisah.


"Kenapa, kamu tidak percaya?" tukas Ratu.


"Aku percaya, aku tidak akan mendekatinya lagi, jadi tolong jangan mengganguku lagi" sahut Joe.


"Enak aja..hei kalian hajar dia".


Perintah Ratu kepada para gadis itu, sembari untuk menghajar Joe.


"Bukk..bukk..buk" suara para gadis itu yang memukuli Joe.


"Hei kalian hentikan..".


Teriak Zeus yang bermaksud mengembalikan dompet milik Joe yang tadi tertinggal dikelas.


"Apa yang kalian lakukan?.." teriak Zeus yang berlari kearah mereka.


"Koko?..." guman Ratu yang kaget melihat Zeus.


"Kena kalian memukuli dia?...apa salahnya?.." ujar Zeus dengan nada marah.


"Itu.." Ratu yang kikuk dan bingung mencari alasan.


"Ini salahku" sahut Joe.


"Kamu punya salah apa pada mereka?" tanya Zeus sembari membantu Joe bangun.


"Bukan mereka, tapi pacar kamu" tukas Joe.


"Pacarku?..siapa? " tanya Zeus yang bingung.


"Dia" jawab Joe dengan singkat sembari menunjuk kearah Ratu.


"Sejak kapan dia jadi pacarku?" Zeus yang marah dan mendatangi Ratu.

__ADS_1


"Kam.." Ucap Zeus yang terpotong.


Brukk!


Joe yang tiba-tiba terjatuh ketanah, membuat Zeus panik dan segera berlari kearahnya.


"Eve..eve..ev...bangun" Zeus yang berusaha membangunkan Joe dengan menggoyangkan badan dan menepuk pipinya.


"Siall,kenapa sih tiba-tiba Koko lewat sini...selagi dia sibuk ayo kita segera pergi"


Ratu yang mengajak para gadis lainnya untuk pergi.


"Hei kalian..ayo bantu aku bawa Eve kerumah sakit".


Teriak Zeus kepada para gadis itu untuk membantunya, tapi saat Zeus menyuruh mereka,tidak ada satu pun yang menjawab, hingga Zeus yang penasaran pun melihat kebelakang, dan dia mendapati bahwa mereka sudah tidak ada.


"Siall...kemana mereka pergi?" umpat Zeus yang kesal.


Karena para gadis itu sudah pergi dan juga tidak ada orang disana, pada akhirnya Zeus menggendong Joe untuk mencari tumpangan dan pergi menuju rumah sakit.


****


Dirumah sakit ruangan Joe.


"Umm.." Joe yang baru saja tersadar.


"Kamu sudah bangun?...apakah ada yang tersa tidak nyaman?" tanya Zeus dengan wajah penuh khawatir.


"Tidak, aku baik-baik saja" jawab Joe sembari membangunkan tubuhnya yang lemah.


"Kamu yakin?" seru Zeus sambil membantu Joe bangun.


"Iya" jawab Joe dengan singkat.


"Ngomong-ngmong kok kamu bisa dipukuli dengan mereka?..dan juga kenapa kamu bilang bahwa Ratu adalah pacarku?..bisakah kamu mrnjelaskannya" tukas Zeus.


"Baik" jawab Joe kembali dengan singkat.


Joe pun menceritakan tentang apa yang terjadi, mulai dari Joe dicegat hingga dipukuli.


Saat Zeus mendengar cerita Joe, entah kenapa tiba-tiba dia melamun dengan diam.


"Koko...ko..kokk.. " Joe yang berusaha menyadakan Zeus yang melamun.


"Aht iya? " tanya Zeus yang sadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa? " tanya Joe.


"Tidak, tidak apa-apa..oht iya ini dompet kamu, tadi ketinggalan dikelas" Seru Zeus yang berusaha mengalihkan perhatian.


"Terima kasih ya" ucap Joe.


"Sama-sama..oht iya, karena kamu sedang sakit, bagaimana kalau aku saja yang pergi mennyewa studio itu? " tawar Zeus.


"Boleh..sekarang aku kirim alamatnya ya, agar kamu bisa segera pergi..kalau kelamaan nanti bisa keduluan orang" sahut Joe.


"Tapi kamu kan lagi sakit..emang gak apa-apa kalau kamu sendirian? " Zeus yang terus khawatir.


"Aku gak sendirian kok..kan ada suster yang jagain" jawab Joe.


"Kamu yakin?" tanya Zeus.


"Iya" jawab Joe dengan singkat.


"Kalau begitu aku pergi duluan ya..jaga diri kamu baik-baik" ucap Zeus sembari melangkah keluar meninggalkan Joe.


"Iya" jawab Joe dengan singkat.


Brakk!


Setelah pintu tertutup, Joe bergegas mencari HP didalam tas miliknya, yang berada diatas meja samping ranjang.


"Daniel tolong kamu urus Ratu" perintah Joe kepada Daniel didalam telpon.


"Baik" jawab Daniel singkat.


"Tut!" telpon yang ditutup setelah usai bercakap.


****


"Drett..dreett" suara telpon yang berbunyi.


"Bagaimana keadaanmu?..apa kamu bisa pergi melukis bersama dengan kita? " tanya Zeus dengan nada khawatir.


"Aku baik-baik saja dan juga terima kasih untuk pertolongan kamu kemarin..sekedar pemberitahuan ya bahwa saat ini aku sudah berada distudio" Seru Joe didalam telpon.


"Apa?...kamu sudah ada disana?" tanya Zeus.


"Iya" jawab Joe dengan singkat.


"Tunggu aku disana..aku akan segera sampai" Ujar Zeus.


"Oke" kembali jawab Joe dengan singkat.


Tut!


"Hahahh..hh.. Kalau dari nadanya sih dia pasti akan bergegas datang kemari" Tukas Joe dengan gembira.


Setelah beberapa saat kemudian.


"Drapp..drapp.." suara langkah kaki yang berlari menuju studio Joe(studio yang disewa Joe berada dilantai atas).


Cklek!..


"Hosh..hosh.." suara napas Zeus yang terengah-engah.


Saat melihat Zeus terengah-engah karena habis berlari, entah kenapa banyak pikiran kotor yang bermunculan diotak Joe.


"Glekk" suara Joe yang menelan air liurnya.


"Dia tampan sekali saat terengah-engah, bagaimana ya jika dia terengah-engah saat diatas ranjang?..apakah setampan itu?, ataukah mungkin lebih tampan?..atau mungkin saja agak menggoda?, atau mungkin juga seksi?...aku penasaran" batin Joe yang dipenuhi pikiran kotor.


"Aht..apa yang kupikirkan..Joe sadarlah.. Jangan terbawa nafsu" batin Joe yang kembali sadar.


"Kamu tidak apa-apa?...nih minum dulu" tukas Joe sembari memberikan air mineral kepada Zeus.


"Glekk..glekk" suara Zeus yang meneguk air mineral.


"Kok kamu udah disini...emang kamu kuat buat melukis?..kan kondisi kamu lagi gak memungkinkan" Ujar Zeus yang khawatir.


"Mau gimana lagi, waktunya kan mepet" jawab Joe.


"Atau gini aja, biar aku yang melukis bagianmu" tukas Zeus.


"Eht..gak usah..ini kan tugas aku..aku gak enak sama kamu" sahut Joe.


"Gak apa-apa" ujar Zeus.


"Pokoknya gak usah" sahut Joe.


"Tapi.." Ucap Zeus yang terpotong.


"Hai semuanya..udah sampai aja kalian disini" teriak Joshua yang memotong ucapan Zeus.


Joshua yang melangkah mendekati mereka sambil membawa alat lukis.


"Hai Joshua" sapa Joe.


"Hai juga Eve" balas Joshua.


"Oke, karena semuanya sudah berkumpul disini, mari kita mulai melukisnya" Tukas Joe.


"Tapi kondisi kamu!" ujar Zeus.


"Aku gak papa kok, jangan khawatir" Ucap Joe.


"Kamu yakin? " tanya Zeus.

__ADS_1


"Iya koko" jawab Joe meyakinkan.


"Ada hubungan apa antara mereka berdua?..kelihatanya dekat sekali..apa mereka pacaran?" batin Joshua.


"Kalian pacaran? " Joshua yang mengungkapkan isi hatinya.


"Apa?..tidakk.." jawab Joe dan Zeus dengan kompak, sembari malu-malu.


"Apa yang kamu katakan Joshua?..itu tidak benar" Tukas Zeus yang malu-malu.


"Iya itu semua tidak benar" Seru Joe yang salah tingkah.


"Tuhkan, kalau dari tingkah mereka berdua, pasti ada sesuatu" batin Joshua.


"Iya,,iya, maaf deh kalau aku salah bicara" Ujar Joshua.


"Sudahlah..lebih baik mari kita melukis, agar cepat selesai" Joe yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oke" jawab Joshua dengan singkat.


Mereka pun menata alat lukis masing-masing dan bersiap untuk melukis.


"Joe jika kamu tidak kuat melakukannya..bilang saja padaku..aku akan membantumu" Ucap Zeus yang tiba-tiba mendekat didepan wajahJoe.


"Tidak kuat?..bilang saja padaku?" batin Joe,yang otaknya mulai piknik kemana-mana.


"Joe?..kamu tidak apa? " tanya Zeus.


"Iya tidak apa-apa" jawab Joe dengan tawa kecut.


"Astaga..apasih yang kupikirkan?..sedari tadi pikiranku kotor melulu..sadarlah" batin Joe yang tersadar kembali.


****


setelah saat itu, mereka berdua pun mulai semakin dekat, dari melukis bersama,menjadi teman bicara dan hingga timbullah cinta.


3 hari kemudian ditempat kursus Aussicht.


Didalam kelas


"Baiklah semuanya, sesuai dengan apa yang pernah ibu bilang 3 hari lalu, hari ini adalah tenggat waktu mengumpulkan tugas, dan juga tambahan informasi, siapa dari kelompok kalian yang mendapatkan nilai paling bagus, akan mendapat penghargaan dan juga hadiah" ucap bu Lydia.


"Hadiah bu?" tanya para murid lain.


"Iya hadiah" jawab bu Lydia.


"Hadiahnya apa bu?" kembali tanya para murid.


"Rahasia" jawab bu Lydia sembari menaruh jari telunjuknya dibibir.


"Yahhh.." teriakan para murid.


"Sudah-sudah..sekarang persiapkan lukisan kalian dan ikut ibu" tukas bu Lydia.


"Kemana bu?" tanya para murid.


"Ketempat penilaian" jawab bu Lydia.


"Memang ini lomba?..pake dinilai ditempat lain segala" ucap salah satu murid pria dikelas.


"Memang benar ini lomba" jawab bu Lydia.


"Apa..?" teriakan para murid yang kaget.


"Kok ibu gak bilang sih?..terlanjur aku ngerjainnya malas-malasan" ucap salah satu murid.


"Kan salah kalian sendiri, kenapa coba ngerjainnya malas-malasan" jawab bu Lydia.


"Yahhh.. bu..." teriakan para murid yang kecewa.


"Sudah sekarang ayo ikut ibu" ucap bu Lydia.


Para murid pun mengikuti bu Lydia dari belakang, sembari membawa hasil lukisannya.


"Semoga kita menang ya" tugas Zeus.


"Semoga ya" sahut Joe.


"Wah makin dekat aja ya mereka..kayaknya sebentar lagi ada yang jadian nih" batin Joshua yang menatap Joe dan Zeus dari belakang.


Sesaat kemudian mereka pun sampai diruangan itu, dan mereka juga mendapati bahwa ada banyak orang-orang terkenal didnuia seni, dan mereka juga merupakan juri untuk penilaian ini.


"Gila..banyak banget orangnya" teriakan para murid.


"Baik, para murid silahkan kalian pilih sendiri tempat yang menurut kalian nyaman untuk menaruh hasil karya kalian, kalian bisa menempatkannya bebas diruangan ini" Ucap bu Lydia.


"Kita taruh dimana? " tanya Joe.


"Gimana kalau disana saja" tukas Zeus sembari menunjuk kearah dekat candela.


"Disana cahayanya bagus, aku setuju" sahut Joshua.


"Seperti biasa, aku ikut aja" timpal Joe.


Setelah beberapa menit kemudian, para murid usai menaruh hasil lukisannya ditempat yang mereka inginkan masing-masing.


"Karena semuanya sudah usai menaruh hasil karyanya, sekarang mari kita persilhakan untuk para juri memberikan penilaian, silahkan.." Tukas bu Lydia sebagai pembawa acara.


"Baik terima kasih.." seru para juri kepada bu Lydia.


Para juri pun melihat hasil karya dari para murid dengan teliti, bukan hanya melihat tapi mereka juga mencatat kekurangan dan kelebihannya.


Semua murid pun merasa gelisah dan tidak tenang, karena hasil karyanya akan dinilai oleh orang-orang hebat dihidang seni.


"Yaampun aku takut.." Bisik para murid sembari mengepalkan kedua tangannya untuk berdoa.


"Kita menang gak ya kira-kira?" ujar Joe.


"Aku tidak tahu, walau tidak menang, aku harap hasil karyaku bisa dinilai bagus oleh orang-orang itu" sahut Joshua.


"Aku pun sama" timpal Zeus.


Setengah jam kemudian, para juri yang sudah selesai memberikan penilaian, akan segera mengumumkan hasilnya.


"Baiklah, para juri akan mengumumkan siapa pemenangnya, jadi kalian dengarkanlah dengan baik...silahkan bapak umumkan hasilnya" seru bu Lydia mempersilahkan.


"Terima kasih bu Lydia, baik saya sebagai perwakilan para juri, akan mengumumkan hasilnya" Ucap perwakilan juri.


"Pemenangnya ialahh.....kelompok 15 dengan hasil karya.."


1). HUTAN MERAH



2). LANGIT MALAM



3). GUNUNG BIRU



BERSAMBUNG. . .


 


I Mohon dukungannya ya 🙏.


I ini adalah kali pertamaku menulis novel,


I jika ada bahasa yang kurang tepat,


I mohon dimaklumi.


I Author usahakan untuk update 2 episode


I perhari.

__ADS_1


I semoga kalian suka(♡˙︶˙♡).


Terima kasih❤❤❤❤❤.


__ADS_2