SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI

SUAMI IDOL UNTUK TUAN PUTRI
Bab 4 SARAPAN PAGI


__ADS_3

Bab 4 SARAPAN PAGI


Ke esokkan paginya... arah jarum jam yang menunjukkan pukul 06.00 pagi.


"Hoam.. "


Joe yang menguap sambil menutup mulutnya dengan tangan putihnya,yang baru saja terbangun dpagi hari setelah tertidur nyenyak tadi malam.


"Selamat pagi nona, apakahtadi malam anda bermimpi indah?".


Joe yang baru saja bangun pagi langsung disambut dengan para pelayan wanita yang siap untuk melayaninya.


"Oh iya selamat pagi juga, tidak aku tidak ingat apakah tadi malam aku bermimpi indah atau tidak".


Jawab Joe kepada para pelayan wanita yang masih dengan setengah sadar sambil mengucek-ngucek matanya.


"Sepertinya sewaktu aku melamun, tanpa sadar aku telah ketiduran dan mungkin Daniel lah yang memindahkan ku kemari"


Suara hati Joe yang sedang bingung, karena tiba-tiba dia sudah berpindah tempat dari mobil kedalam kamar dan itu pun juga sudah berganti hari.


" Mari nona saya bantu anda turun dari ranjang".


Ucap salah satu pelayan wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang terikat, sambil mengulurkan tangan untuk membantu Joe turun dari ranjang.


Joe yang mendengar ucapan dari pelayan itu, hanya menganggukkan kepala sambil meberikan tangan.


"Nona, mari kami bantu anda untuk mandi".


Tawar para pelayan wanita kepada Joe, dengan nada lembut dan sopan


"Tidak perlu, aku bisa mandi sendiri".


Jawab Joe dengan dingin, hingga membuat para pelayan wanita takut dibuatnya.


"Maaf jika kami lancang nona".


Sahut para pelayan wanita sambil memberi hormat sembilan puluh derajat.


"Iya".


Jawab Joe kembali dengan singkat.


*****


Tak..tak..tak


Langkah kaki Joe yang menuruni tangga dan berjalan kearah meja makan,setelah usai mandi dan berganti baju.


"Selamat pagi nona, menu hari ini kita sudah menyiapkan steak daging,dan pun cake sebagai penutupnya"(makanan yang diusulkan oleh Daniel).


Sambut para pelayan yang bekerja didapur.

__ADS_1


Dreekkk..


Joe yang duduk setelah ditarikkan kursi oleh pelayan dimeja makan.


"Lumayan, ini Daniel ya yang mengusulkan!".


Ucap Joe yang sembari sedang duduk, sambil memegang garpu dan mengarahkannya kearah makanan diatas meja.




"Iya benar, pak Daniel lah yang mengusulkan kepada kami untuk memasak steak daging dan pun cake sebagai penutup"


Salah satu pelayan wanita yang maju dan mendekat kearah Joe,sambil menjawab pertanyaan dari Joe, menggunakan nada sopan.


"Daniel teliti sekali ya, dia tau apa yang aku suka".


Batin Joe, sambil tersenyum menatap kearah makanan diatas meja.


*****


Teras depan rumah.


Tap...tap...tap


Joe yang berjalan kearah mobil sambil membaca dokumen, dengan banyak pengawal berjas hitam dibelakangnya.


Tanya Joe pada sekertarinya.


"Saya sudah menyiapkan semua dokumen untuk rapat nanti, jadi anda tenang saja"


Jawab sekertaris perempuan itu, Luna namanya dan berusia setikar 27 tahun.


"Baik, aku percaya padamu".


Sahut Joe yang sedang memmbolak balik dokumen.


"Mari nona kita berangkat"


Ucap pengawal Joe sambil membukakan pintu mobil.


"Oke, ayo luna kamu satu mobil denganku".


Ucap Joe yang mengajak luna untuk satu mobil dengannya.


"Baik".


Jawab Luna pada Joe.


Brakk!

__ADS_1


Pintu mobil yang tertutup dan segera berangkat menuju kantor,dengan beberapa mobil hitam yang mengawalnya didepan dan dibelakang.


Didalam mobil Joe..


"Daniel kemana sih, apa dia belum selesai mencari informasi tentang Zeus?".


Batin Joe yang gelisah karena tidak mendapat kabar apapun dari Daniel.


Dag..dig...dug....


Suara jantung Joe yang kembali berdegub cepat setelah menyebut namanya.


"Ahtt,, sialan jantung ini kumat lagi"


Batin Joe yang kesal karena jantungnya kembali berdegub dengan cepat setelah menyebut nama Zeus.


Sementara Luna yang duduk bersebelahan dengan Joe, juga ikut mendengar detak jantung joe yang berdegub dengan begitu cepatnya.


Dag..dig..dug...


"Nona apakah anda baik-baik saja? "


Tanya Luna pada Joe dan sembari dengan khawatir, sambil menyentuh kening Joe, untuk memastikan apakah dia demam atau tidak.


"Tidak, aku baik-saja, kenapa? ".


Tanya Joe pada Luna sambil menyelidi.


"Tidak, hanya saja saya tadi mendengar suara jantung nona, yang berdegub dengan begitu cepatnya padahal semula tadi tenang".


Jawab Luna dengan begitu tegasnya dan bingung.


BERSAMBUNG. . .


-------------------------------


I Mohon dukungannya ya 🙏.


I ini adalah kali pertamaku menulis novel,


I jika ada bahasa yang kurang tepat,


I mohon dimaklumi.


I Author usahakan untuk update 2 episode


I perhari.


I semoga kalian suka(♡˙︶˙♡).


Terima kasih❤❤❤❤❤

__ADS_1


.


__ADS_2