
Bab 16 HUTAN MERAH
"Apaa..kita menang? " teriak Joe, Zeus dan Joshua dengan gembira dan melompat-lompat.
"Beneran nih kita menang?...yeayy" Tukas Joe dengan gembira.
"Aku gak sangka lo, kalau kita bakalan menang" Ucap Zeus.
"Iya, padahalan aku cuman berharap dinilai bagus aja, eht ternyata malah menang dong" Sahut Joshua.
"Silahkan pelukis HUTAN MERAH, LANGIT MALAM dan GUNUNG BIRU untuk maju kedepan dan menerima penghargaan serta hadiahnya" Sambut bu Lydia.
"Prokk..prokkk..prokk" suara tepukan tangan dari para murid lain,sebagai tanda memberi selamat.
Tap..tap..tap
Mereka bertiga pun maju kedepan untuk mengambil dan menerima hadiahnya.
"Cekrek" suara kamera yang memfoto mereka, saat mengambil hadiahnya(hadiahnya berupa 60 juta dan masing-masing dari mereka mendapat 20 juta).
"Apakah ada kata-kata yang ingin disampaikan kepada teman-teman yang lain?" tanya bu Lydia.
"Ko kamu aja yang kasih pidatonya" bisik Joshua.
"Aku gak bisa pidato" kembali bisik Zeus.
Joe yang mendengar bisikan dari mereka berdua, langsung maju kedepan dan mengambil mikrofon sembari tersenyum manis diwajahnya yang cantik.
"Pertama-tama kita bertiga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada bu Lydia, sebagai guru yang selama ini telah membibing kita, mengajari kita tentang lukisan, mengajari kita tentang keindahan seni, dan yang kedua kita bertiga ingin mengucapkan terima kasih kepada para juri yang telah memberikan kita kesempatan untuk memperlihatkan karya kita, dan untuk yang ketiga kami ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendukung kita dikelas selama ini...pokoknya kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kalian..terima kasih" Pidato Joe.
"Prokk..prokk..prokk" suara tepukan tangan dari semu orang yang berada diruangan itu.
Setelah usai acara pemberian hadiah.
"Lumayan juga kamu berpidatonya" Ujar Joshua.
"Hahaha..hh.." Joe yang tertawa mendengar ucapan Joshua.
"Kenapa kamu tertawa? " tanya Joshua.
"Tidak,,aku hanya merasa lucu saja" timpal Joe.
"Memang apa yang lucu? " tanya Joshua.
"Tidak ada" jawab Joe.
"Idihh gak jelas" ujar Joshua.
"Sudah jangan bertengkar lagi, gak enak tau kalau diliatin para juri yang lewat" sahut Zeus.
"Si Eve tuh yang mulai" Tukas Joshua.
"Lah kok aku sih? " ucap Joe.
"Udah jangan salah-salahan, kayak anak kecil aja" ujar Zeus.
"Maaf deh" jawab Joe dan Joshua dengan srempak.
"Lah ngapain kamu ngikutin aku? " ujar Joe.
"Siapa juga yang ngikutin kamu?..pede bsnget" jawab Joshua.
"Apa? " teriak Joe.
"Cukupp..berhenti kalian berdua..setiap ada kesempatan bertengkar mulu..heran deh" tukas Zeus yang capek karena selalu menjadi penengah diantara mereka berdua.
"Dia duluan tuh ko yang mulai" Ujar Joe.
"Kenapa aku coba yang disalahin" tukas Joshua.
Zeus yang capek pun lebih memilih meninggalkan mereka.
"Gara-gara kamu tuh, koko jadi marah kan" timpal Joe.
"Yaelah, ngajak berantem lady?" ucap Joshua.
"Tau ah..koko tungguin aku" teriak Joe sembari berlari mengikuti Zeus.
"Ko kamu marah ya? " tanya Joe kepada Zeus.
"Tidak " jawab Zeus dengan singkat.
"Beneran nih? " tanya Joe.
"Iya" kembali jawab Koko dengan singkat.
"Tuh kan, marah ya?...maafin aku ya" bujuk Joe sembari merapatkan kedua tangannya,seperti pose memohon dan mengembangkan pipinya seperti bakpau.
Zeus yang melihat tingkah lucu dari Joe pun langsung tertawa,dan seketika rasa marahnya pun langsung menghilang juga.
"Hahaha..hh.." Tawa Zeus melihat tingkah imut Joe.
"Akhirnya kamu tertawa juga" ucap Joe dengan senang.
"Bisa aja ya kamu, untuk membujukku" tukas Joe sambil menyentil kepala Joe.
"Auw, sakit tau" ucap joe sambil kembali mengembangkan pipinya.
__ADS_1
"Udah jangan lebay" seru Zeus.
"Ihh..gak seru" timpal Joe.
"Hahaha..hh" Zeus yang kembali tertawa karena melihat tingkah unik dari Joe.
"Koko tampan banget ya waktu tertawa" batin Joe yang menatap Zeus dengan lekat-lekat.
"Oh iya ko, aku mau tanya sesuatu" ucap Joe.
"Apa? " tanya Zeus.
"Kenapa kamu lebih memilih melukis hutan merah?..kan padahal masih ada banyak hutan lain yang bisa kamu lukis" tukas Joe.
"Mungkin karena aku suka warna merah?" jawab Zeus dengan asal-asalan.
"Yang bener dong ko" timpal Joe sambil memukul tangan Zeus yang kekar.
"Iya, iya, aku jawab jujur nih..walau agak alay, tapi kamu perlu tau, aku itu tipe orang yang menyukai hal-hal romantis, dan warna merah itu melambangkan cinta, romantis, kesetiaan dan kebahagian..jadi alasan aku melukis hutan merah itu karena merah melambangkan cinta" tukas Zeus yang menjelaskan.
"Begitu ya? " tanya Joe.
"Iya" jawab Zeus dengan singkat dan mengusap-ngusap kepala Joe.
"Eve?" tegur Zeus.
"Iya ada apa? " tanya Joe.
"Nanti sore mari kita bertemu didepan taman bermain, ada suatu hal yang ingin kubicarakan denganmu" tukas Zeus.
"Memang gak bisa ya disini aja? " timpal Joe.
"Tidak bisa" jawab Zeus.
"Baiklah, nanti kita bertemu didepan taman bermain, pada jam 4 sore" ucap Joe.
"Iya, kalau begitu aku duluan ya" pamit Zeus.
"Kemana? " tanya Joe.
"Ada urusan penting" jawab Zeus.
"Kalau begitu hati-hati ya" tukas Joe sambil melambaikan tangan kepada Zeus.
Zeus yang melihat lambaian tangan dari Joe pun juga ikut membalasnya, dan secara perlahan-lahan dia mulai menghilang dari depan mata Joe.
Joe tidak tau, bahwa lambaian tangan itu adalah terakhir kalinya mereka saling menyapa dan saling melihat wajah satu sama lain.
"Apa ya,,yang ingin dia bicarakan?..apa dia mau menembak aku? " batin Joe dengan senangnya.
"Aku gak sabar deh, mau cepat-cepat ketemu dia" guman Joe.
Dirumah didalam kamar Joe.
"Daniel pinter banget deh milihin bajunya, bagus banget" seru Joe sambil menempelkan baju itu kebadannya dan bercermin.
"Gak sabar banget deh, nanti" batin Joe yang sumringah.
****
Jam 16.30 sore didepan taman hiburan.
"Zeus kemana ya, kok belum dateng?..apa dia telat? " guman Joe yang khawatir.
"Apa aku telpon aja ya" tukas Joe sembari mengambil HPnya dan bersiap menelpon Zeus.
"tuutt..tuutt..tut." suara telpon yang tidak tersambung.
"Kok gak kesambung sih?..kemana sih sebenarnya dia?" Joe yang mulai capek menunggu.
Jam 18.00 didepan taman bermain.
"Aku capek nungguin dia, apa dia gak dateng ya? " Joe yang kesal menunggu.
"Kutelpon Daniel saja deh, untuk mencarinya" ujar Joe.
"Halo Daniel, kamu cariin Koko dong, ada dimana" perintah Joe pada Daniel ditelpon.
"Baik" jawab Daniel dengan singkat, dan mematikan telponnya.
"Kebiasaan deh si Daniel, langsung dimatiin gitu aja, aku kan kesepian" gerutu Joe.
"Kemana sih si Koko?..Apa aku pulang aja ya?...gak deh, nanti kalau tiba-tiba dia dateng gimana?,dan dia melihat aku tidak ada disini" tukas Joe yang lebih memilih menunggunya dari pada pulang.
Setelah beberapa saat kemudian, arah jarum jam menunjukkan pukul 21.00 dan tanpa sadar Joe tertidur dibangku depan taman saat asik sedang menunggu.
"Nona kenapa anda tidur disini?..apa karena anda menunggunya?..dia tidak akan datang nona, jangan menunggunya" ucap Daniel yang tiba-tiba berada didepan taman bermain, dan menggendong Joe yang sedang tertidur.
****
Keesokkan paginya dirumah Joe, kamar tidur.
"Selamat pagi nona" sapa Daniel.
"Pagi juga" kembali sapa Joe yang masih belum tersadar sepenuhnya.
"Nona mari saya bantu anda untuk mandi" ajak pelayan wanita.
__ADS_1
"Iya" jawab Joe dengan singkat.
Joe pun melakukan kesehariaannya seperti biasa, hingga pada sarapan pagi, dia baru menyadarinya.
Dimeja makan.
"Eht,, tunggu bukannya kemarin aku nunggu Koko ya didepan taman bermain?, kenapa sekarang aku malah ada disini? " ujar Joe yang baru tersadar dengan apa yang terjadi.
"Nona, kemarin malam anda tertidur dibangku depan taman bermain, disaat sedang menunggunya, lalu saya membawa anda pulang kerumah ini" jawab Daniel yang menjelaskan tentang apa yang terjadi.
"Kenapa kamu membawaku pulang?..kalau Koko menungguku disana bagaimana?..aku harus segera menelponnya dan memberitahunya" Ujar Joe yang bergegas mencari HPnya.
"Percuma nona" timpal Daniel.
"Apa maksudmu?" tanya Joe.
"Tut..tutt..tuutt.. " suara telpon Zeus yang kembali tidak tersambung.
"Kenapa tidak tersambung?..aku akan meneleponnya lagi" ujar Joe.
"Dia tidak akan pernsh datang nona,karena dia tidak ada dinegara ini" sahut Daniel sambil memalingkan wajah.
"Apa maksudmu?" tanya Joe.
"Sewaktu saya mencari ditempat tinggalnya, saya mendapati bahwa disana sangat sepi, tidak ada siapapun disana, dan juga semua barang-barangnya hilang, seperti tidak pernah ada orang yang tinggal disana" ujar Daniel.
"Mungkin saja dia hanya pindah rumah" Joe yang berusaha menyangkal.
"Tidak nona, tidak ada kabar sama sekali tentangnya, saya mendapat kabar dari pengawal lainnya, bahwa dia sudah meninggalkan negara ini" sahut Daniel.
"Itu bohong kan Daniel?..padahal dia sudah berjanji untuk bertemu denganku, kenapa dia mengingkarinya?" Ucap Joe yang merasa kecewa.
Daniel yang hanya diam membisu melihat Joe bersedih dan kecewa.
"Daniel kamu cari dia sampai ketemu, dimanapun itu, kamu harus menemukannya" ujar Joe yang membelakangi Daniel.
"Baik nona" Seru Daniel sembari menundukkan kepalanya sembilan puluh derajat.
"Drappp...drapp.." Joe yang berlari meninggalkan Daniel.
"Anda sudah jatuh cinta ya dengannya? , nona" batin Daniel yang menatap punggung Joe yang sedang berlari menjauh darinya.
****
Ruangan kusus untuk Joe melukis.
"Kenapa kamu menghilang?...padahal aku sudah sangat menyayangimu..betapa teganya kau meninggalkanku" Ucap Joe.
"Aaaaaaa.....waaaa.... " teriakan Joe yang menggema diseluruh ruangan.
Joe yang terduduk dilantai dengan menangis dan tentunya juga patah hati.
"Hikss..hikss..hikkss.." tangisan Joe yang terus semakin kencang.
Bab 16
Beberapa menit kemudian..Joe yang sudah lelah menangis, dengan cepat dia langsung berdiri dan mengambil alat lukis, sembari bersiap untuk melukis.
"Kamu paling suka hutan merah kan?..katamu merah itu melambangkan cinta, romantisme dan juga kesetiaan" ucap Joe sambil terus melukis.
"Tapi kamu salah ko, merah bukan hanya melambangkan cinta dan kesetiaan, tapi merah juga bisa melambangkan kesepian, penantian dan kesunyian" guman Joe.
"Aku akan melukis hutan merah yang sebenarnya" tukas Joe.
****
Keesokan harinya Joe mendapatkan kabar, bahwa Daniel tidak bisa menemukan Zeus yang menghilang, dan Daniel juga hanya mendapatkan informasi bahwa marga dari Koko adalah Hartman, bukan hanya Zeus tapi Joshua pun juga ikut menghilang.
Setelah mendengar kabar dari Daniel, Joe hanya diam membisu, tidak berkata apapun.
Tapi Daniel tau, bahwa cintanya Joe begitu besar kepada Zeus, hingga setiap malam Joe akan terus menangis sampai tertidur.
Setiap hari Joe hanya memakan kue dan segelas susu, setiap waktunya dia habiskan diruang melukis.
Joe terus melukis hutan merah itu.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, hingga setiap tahun.
Tahun-tahun pun terus berlalu, hingga Joe tidak bisa mengingat wajahnya lagi.
"Meski sekarang aku tidak bisa mengingat wajahmu lagi, tapi dengan lukisan ini, aku bisa terus mengenangmu yang pernah ada dihidupku" ucap Joe yang meraba lukisan itu(lukisan hutan merah).
Selama bertahun-tahun, Joe akan terus datang keruang melukis itu, untuk membelai dan melihat lukisan hutan merah.
Hingga tiga tahun kemudian..dia menemukannya.
BERSAMBUNG. . .
Mohon dukungannya ya 🙏.
ini adalah kali pertamaku menulis novel,jika ada bahasa yang kurang tepat,mohon dimaklumi.
Author usahakan untuk update 2 episode perhari.
__ADS_1
semoga kalian suka(♡˙︶˙♡).
Terima kasih❤❤❤❤❤.