
Setelah lelang amal berakhir, Esme dan Emilia keluar dari sana.
“Esme!” Di punggungnya, suara seorang wanita memanggilnya.
Esme menghentikan langkah. Kepalanya berputar ke belakang, mendapati Layla dan Clara berjalan bersama.
Berhenti tepat di depan Esme, Layla tersenyum penuh kebaikan dan berkata, “Esme, bulan depan kamu masih bisa pulang untuk mendapatkan uang sakumu. Ayah tidak akan menghentikannya.”
Di depan semua orang, Layla akan menunjukkan jika dia sangat perhatian pada saudari perempuannya yang susah diatur dan sombong ini.
“Aku tau.” Esme menjawabnya dengan santai.
Diam-diam Layla mengamati Esme. Hari ini, wanita itu menggenakan gaun ungu sederhana yang sama di hari lainnya. Gaun ini pernah dia lihat ketika video amatir Esme memukul Adik perempuannya tersebar.
Meskipun barang diskon dan itu ada di empat tahun yang lalu, bahannya sangat bagus dan ketika melekat di tubuh Esme, itu meningkatkan keanggunannya.
Ketika Esme tidak membuka mulutnya, dia benar-benar sangat cantik. Seperti kali ini, sedikit dingin dan tenang. Ekpresi ‘tidak peduli’ di wajah itu menambah kesan yang tak terlukiskan.
Perasaan semacam ini membuat Layla merasa Esme seorang Ratu. Layla tidak menyukai jika kehadiran Esme lebih kuat dari pada dirinya.
Layla tersenyum dan berkata lagi, “Esme, tidakkah kamu membeli gaun ini empat tahun yang lalu pada hari ulang tahunmu? Kenapa kamu masih memakainya? Bahkan warnanya sudah pudar.”
“Karena aku suka memakainya,” jawab Esme lengkap dengan senyum palsu yang tidak menunjukkan pengaruh pada kata-kata Layla sedikit pun.
“Bagaimana jika aku merancang beberapa set untukmu?” Layla dengan murah hati menyarankan.
“Tidak perlu.”
Tepat pada saat ini, Maybach yang licin dan menarik perhatian berhenti tepat di pintu masuk gedung.
Mobil membunyikan klakson, tak diragukan lagi itu ditujukan pada mereka.
Keempat perempuan itu menoleh ke arah yang sama, dan tidak diragukan lagi itu mobil Jason Hall.
Clara mengidentifikasi mobil Jason dengan cepat. Matanya menyipit seperti bulan sabit saat dia tersenyum dan berbisik di telinga Layla. “Kakak, kamu tau, Tuan Muda Hall telah datang menjemputmu. Aku akan mengendarai mobilmu dan kembali untukmu.”
Layla yang elegan tersenyum ramah. Dia mengira jika Jason Hall pasti sedang menunggu untuk memberinya tusuk rambut yang dia menangkan tadi di dalam mobil.
Sambil membusungkan dadanya sedikit, dia menoleh pada Esme, menampilkan ekspresi terburu-buru. Layla berkata, “Esme, Ayah akan menjadi tuan rumah makan malam nanti. Jangan lupa siapkan hadiah ulang tahun untuk Ayah. Sekarang, Direktur Hall ingin mengirimku pulang. Aku jadi tidak bisa mengobrol lama denganmu.”
Setelah mengatakan hal itu, Layla melangkahkan kaki, berjalan dengan memikat menuju mobil Jason.
Namun, sebelum dia melangkah lebih jauh mendekati mobil itu, Noe yang duduk di kursi kemudi keluar dari mobil. Dia memanggil Esme yang telah berbalik arah dan hendak pergi. “Nyonya Muda, Tuan Muda sedang menunggu Anda.”
Tindakan Esme menjadi goyah. Dia memutar kepalanya kembali, terlihat bingung saat menatap Noe.
Di sisinya, ada Emilia yang memiliki ekspresi senang dan tersenyum indah di wajahnya.
Kaki Layla terhuyung. Pada saat berikutnya, senyuman indah di wajahnya tadi berubah menegang.
Niat Jason bukanlah mengirimnya ke rumah, melainkan mencari Esme?
Langit seolah runtuh menimpanya dalam sekejap.
Melihat Esme yang masih membeku di tempat yang sama, Noe menambahkan lagi, “Nyonya Muda, Tuan Muda berkata, jika Anda tidak masuk, ia tidak keberatan keluar dan secara pribadi mengawal Anda masuk ke dalam mobil.”
Setiap kata dari Noe seperti jarum yang menusuk kulit Layla.
__ADS_1
“Nona, ayo masuk ke mobil.” Emilia dengan riang menarik tangan Esme dan menuntunnya ke mobil Jason.
Saat Emilia membukakannya pintu mobil, sekilas dia melihat mata dingin Jason yang menyapu tubuhnya. Seketika tubuhnya menggigil. Esme terperangah sesaat, tapi tetap saja dia masuk ke dalam.
Setelah Esme masuk, Emilia menutup pintu dan pergi untuk duduk di kursi depan. Di belakang adalah dunia Jason dan Esme. Mana mungkin dia berani mengganggu?
“Pakai sabuk pengamanmu.” Jason memerintahkan dengan tajam saat dia melirik padanya sekali lagi.
Mobil itu bergerak, hanya ketika Esme selesai memasang sabuk pengaman dengan benar.
Dari awal sampai akhir, lelaki ini sama sekali tidak melirik ke arah Layla yang berdiri di luar mobil.
Ketika mobil itu pergi, Layla tidak bisa mempertahankan senyum di wajahnya lagi.
“Apa yang terjadi?”
Clara datang ke sisinya, berdiri di sisi Layla dan menyaksikan mobil Jason yang melaju kencang. Ekspresi aneh melintas di wajahnya ketika dia berseru dengan keras karena ketidakpuasan, “Ada apa dengan Tuan Muda Hall? Mengapa dia membiarkan Esme masuk ke dalam mobilnya?”
Bahkan itu adalah aturan tidak tertulis dan semua orang tahu, Jason Hall tidak pernah membiarkan Esme berada di mobilnya.
“Saat ini Esme masih istrinya. Tidakkah normal baginya untuk ikut dengan Jason?”
Layla melakukan yang terbaik untuk mengumpulkan beberapa alasan dan menenangkan dirinya. Dia tidak ingin menjadi semakin menyedihkan lagi di mata orang lain. Namun, rasa asam dalam hatinya tidak dapat disangkal.
“Memang kenapa jika dia masih istrinya? Bukankah Tuan Muda Hall menganggap istrinya adalah wanita yang menyebalkan?”
“Bahkan jika Jason membencinya, dia tidak bisa tidak membawanya pulang, kan?”
“Aku pikir Tuan Muda Hall memberikan jepit rambut itu padamu di depan Esme setelah dia menawar tadi.”
“Pokoknya, kompetisi desain fashion tahu ini, kau harus merebut tempat pertama.”
Tanpa diketahui semua orang, suasana di dalam mobil agak canggung.
Esme duduk dengan postur tegak lurus. Sempurna, dengan kedua tangannya yang dilipat dan ditempatkan di atas pahanya.
Duduk di postur tegak itu begitu lama, apakah dia tidak merasa lelah?
Sudut mulut Jason melengkung ke dalam ejekan. “Esme Andreas, apakah kau mengerahkan semua waktumu untuk berpura-pura di depanku? Kau wanita seperti apa, aku mengetahuinya dengan betul.”
Esme meliriknya, memberikan tatapan dingin sekilas tanpa kata. Dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan Jason dalam suasana hati yang sangat buruk.
Lagi, Jason mengejeknya, “Apakah harga pakaianmu melebihi enam puluh dolar?”
Dalam pikiran Jason, memakai barang jalanan ke acara lelang? Apakah dia sudah keluar dari pikirannya, atau apa?
Esme justru menjawabnya dengan enteng, “Masih diskon dua puluh persen.”
Namun, Jason tertegun sejenak. Dia tidak mengira Esme akan memberikannya jawaban seperti itu.
Sayangnya, Noe yang sudah penasaran bagaimana ekspresi Esme tidak bisa melihatnya dengan jelas.
“Jelas kau tidak punya uang, kenapa kau harus membengkak, pura-pura menjadi orang gendut?” Suara Jason menjadi suram dan terlihat kesal.
[Menjadi orang gendut artinya berpura-pura menjadi orang kaya]
Esme memberikannya senyum samar. “Tentu saja karena tusuk rambut itu sangat indah.”
__ADS_1
“Hanya karena kelihatan bagus?” Mata Jason menyipit tajam.
Jika hanya karena jepit rambut yang terlihat bagus, kenapa emosinya sangat terpengaruh?
“Ya.” Esme menjawabnya dengan sangat yakin.
“Ada banyak yang terlihat lebih cantik dengan nilai historis yang lebih tinggi. Mengapa aku tidak melihatmu menyukai salah satunya?”
“Aku juga menyukai mereka, tapi Layla tidak menyukainya.” Bagian akhir dari kata itu sengaja dia tambah-tambahkan.
Bukankah Jason ingin menyajikan jepit rambut itu untuk Layla?
Suhu di mata Jason semakin turun beberapa derajat. “Jadi, kamu hanya bersaing melawan Layla?”
“Memang apa lagi?” Dia menatap lurus pada Jason selama satu detik sebelum dia tersenyum padanya.
“Bagaimana jika dia memutuskan untuk berhenti di tengah jalan?”
Meskipun Layla berhenti, apakah Jason akan membiarkan dia memilikinya? Bukankah pria itu juga mengincarnya?
“Jika dia sudah menyerah, maka kau harus membeli barang itu dengan harga yang kau tawar. Jika kau tidak punya uang untuk membayar, apakah kau tau tindakan hukum akan diambil?”
Suara Jason begitu dingin hingga membuat orang-orang di sekitarnya bergidik tanpa sadar.
Namun, Esme dengan elegan menyelipkan rambut ke belakang telinga. Senyuman di wajahnya semakin mempesona. “Bagaimana mungkin aku tidak bisa mengeluarkan uang sebanyak itu?”
Dengan halus Esme memindahkan tubuhnya ke satu sisi dan berkata lagi, “Aku mendengar harga untuk wanita di kota sebelah cukup tinggi. Selama aku melakukan perjalanan ke tempat itu, mengandalkan wajah dan tubuhku, aku yakin bisa menghasilkan lebih dari tiga puluh juta dalam satu bulan.”
Melihat seringai di wajah Esme sambil memikirkan kata-kata itu di kepala, tubuh Jason seperti akan meledak. “Kau berani melakukannya!”
Membayangkan tubuh Esme yang lembut dan telanjang berbaring dan ditekan di bawah tubuh pria lain, membiarkan mereka melakukan apa yang mereka senangi, membuat murka yang tidak bisa dijelaskan muncul dalam hatinya.
“Aku sangat sulit diatur. Sembrono, dan arogan. Apa yang tidak berani aku lakukan? Aku bahkan berani membunuh.” Esme membalas dengan kata-kata yang sengaja mencela dirinya sendiri.
Namun, beberapa bagian memang benar. Delapan tahun dalam perang seumur hidupnya yang lalu, dia telah mengambil banyak nyawa yang tak terhitung.
Mata tajam Jason tidak bisa mendeteksi lelucon dari wajah wanita itu. Dia telah sengaja menghindari untuk pulang ke vila selama beberapa malam. Sayangnya, kamera pengintai rahasia di vila hanya menampilkan Esme yang sama di depannya.
Mungkinkah kecelakaan mobil membawa perubahan besar pada seseorang? Sampai pada tingkat mengubah kepribadian dan selera mereka?
Meskipun gaun yang dikenakannya adalah barang pasar murah, di tubuhnya tidak sedikit pun menyurutkan kecantikan Esme.
Awalnya dia menganggap gaya elegannya saat berjalan dan posisi duduknya adalah kepura-puraan di depannya, tapi ketika dia melihat melalui kamera pengintai, apa yang dia temukan adalah tindakan yang sama dengan yang di depan matanya.
Esme benar-benar telah berubah. Itu sangat drastis sehingga bahkan dia tidak bisa menahan diri untuk melihat Esme sedikit lebih lama.
Jason menghela napas berat. Tangan panjangnya tiba-tiba mengeluarkan kotak kayu sempit yang indah. “Ambillah!”
“Apa itu?”
“Bukankah kau bilang menyukai jepit rambut Bounding Passion?”
Esme sedikit tercengang mendengar ini. “Kau memberikan ini padaku?”
Jepit rambut yang ditawar telah menghabiskan banyak uang dan itu sebenarnya ditawar untuknya?
***
__ADS_1