
Jason dalam suasana hati yang baik setelah dia mengatakan kalimat terakhirnya tadi. Sedangkan Esme merajuk dan cemberut melihat kepergian pria itu.
Pria itu, apa maksudnya tadi?
Apakah dia suka jika dia mengejarnya?
Hei, dia tidak tertarik untuk menyukainya lagi!
Sambil mengepalkan tinjunya, Esme menggunakan lengan blusnya untuk menyeka mulut dengan kasar. Menyebabkan bibir itu jadi lebih bengkak dan merah.
Emilia yang tercengang akhirnya pulih kembali. Dia dengan cepat mendekati Esme dan menahannya, “Nona, hentikan menggosok bibir Anda seperti itu. Jika tidak, lapisan kulit akan terkelupas.”
“Aku membenci aroma Jason Hall,” kesalnya.
“Meskipun begitu, apakah dengan menggosok seperti itu akan hilang?”
“Jika tidak dapat dihapus, maka aku akan … aku akan ….” Esme celingukan seolah dia sedang mencari sesuatu.
Kemudian, matanya membesar ketika melihat sisa ayam. Dengan cepat dia merobek daging ayam dan menggigitnya kejam. “Aku akan makan ayam, dan mulutku akan dihiasi dengan rasa ayam. Bukan rasa dia.”
Emilia beringsut ke depan, lalu berbisik dengan menggoda, “Nona, kamu benar-benar tidak suka ketika Tuan menciummu?”
Esme terdiam, lalu menggeleng keras.
Dia tidak benar-benar menikmati, kan?
***
Hari ini adalah ulang tahun Roy Andreas. Orang itu mengundang banyak teman dan kerabat untuk merayakannya.
Ketika Esme dan Jason tiba di perkebunan keluarga, sebagian besar kerabat Roy dan teman-teman terdekat telah berkumpul di sana.
Itu hanya merayakan ulang tahun, namun keagungan acara itu tidak lebih dari pada mengadakan pesta pernikahan. Banyak tamu yang juga diundang ke dalamnya.
Ketika Esme dan Jason berdiri di pintu masuk, mereka sebanding dengan pemandangan indah yang mudah menarik perhatian.
Setelan hitam yang dirancang dengan baik untuk Jason sesuai dengan postur tubuhnya yang lurus.
Esme menggenakan gaun biru pastel yang sederhana. Dia mungkin bukan wanita yang paling cantik di pesta ini, tapi kepolosan dan aura anggun yang dia berikan membuat orang paling nyaman melihatnya.
Rambutnya terkumpul, menggulung sampai batas bahu. Pesonanya melampaui kata-kata pujian apa pun. setiap langkah mereka lebih ringan dari pada sinar bulan.
Melihat Esme masuk dengan Jason di sisinya, ekspresi Layla memucat. Matanya meleleh saat dia menatap Esme.
Ketika para tamu memperhatikan pasangan itu, terdengar suara takjub yang kemudian diikuti beberapa pertanyaan.
Esme Andreas dengan Jason Hall?
Bahkan Roy yang telah mengobrol dengan gembira bersama teman-temannya terkejut dengan penampilan baru Esme. Jadi dia tidak bisa memandangnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Dia merasa sulit untuk percaya jika wanita di depannya ini adalah putrinya yang menggelikan dengan reputasi buruk.
Dia benar-benar muncul dengan Jason Hall untuk merayakan ulang tahunnya.
Saat mereka berdiri berdampingan, keduanya sangat indah seperti pasangan abadi.
Roy buru-buru menyambut Jason dengan hangat, “Menantu, aku senang kau datang.”
“Hadiah ulang tahun ini dariku dan Esme. Kami harap kamu selalu sehat dan mendapat kehidupan yang panjang.”
Jason mempersembahkan kotak pada Roy yang sudah dibungkus dengan elegan. Roy menerimanya dengan tersenyum lebar hingga mencapai batas rahang. “Terima kasih. Kau benar-benar menantu yang sangat baik.”
Baru setelah berbincang dengan Jason, dia memiliki waktu untuk melirik Esme. “Esme, kau harus selalu berpakaian seperti ini. Ini jauh lebih baik daripada pakaian tidak masuk akal yang biasa kamu kenakan.”
Esme mengangguk tanpa ekspresi. “Aku tau itu.”
Senyum ramah terlihat di wajah Roy, tapi dalam hati pria itu penuh kebencian. Apa perubahan itu secepat cahaya?
Jika bukan karena Jason berdiri di sampingnya, Roy tidak akan peduli melihatnya. Apalagi tersenyum padanya.
“Desain gaunnya tidak jelek, tapi tidak terlihat seperti barang bermerek dan berkualitas.” Berpakaian selaras dengan tren fesyen terkini, Nyonya Andreas mendekat dengan ekspresi bingung saat melihat ke arah Esme.
Dia telah mendengar dari Clara jika setelah bangun dari kecelakaan, selera Esme dalam pakaian telah benar-benar berubah.
Namun, dia tidak menyangka gaun sederhana seperti ini akan memiliki efek pada penampilan keseluruhan Esme. Menampilkan sosoknya yang anggun dengan pancaran berbeda.
“Setiap bulan, Anda hanya memberiku uang saku sebesar lima puluh ribu dolar. Bagaimana aku bisa memakai pakaian bermerek?” Esme tersenyum samar saat dia membalas ucapan Anita.
Esme hanya tersenyum hambar, dalam hati dia tidak berminat sama sekali.
Setelah berbicara beberapa kata dengan Roy, Jason membawa Esme ke sudut yang lebih tenang.
“Kakak Anita, apakah itu benar-benar Esme? Bagaimana tiba-tiba dia bisa menjadi sangat cantik?”
“Beberapa waktu yang lalu, aku mendengar laporan berita yang mengatakan jika dia memukul Clara. Melihat tempramennya jinak seperti itu, benar-benar bukan seperti wanita yang penuh kekerasan.”
“Dia benar-benar berdiri dengan Tuan Muda Hall. Aku merasa mereka adalah pasangan yang dibuat di Surga. Kecerahan mereka yang mempesona, hampir membutakan mataku.”
Ketika Jason dan Esme pergi, sekelompok kerabat dan teman-teman Roy dan Anita langsung mengepung mereka dan memancing beberapa gossip.
Kata-kata yang keluar dari mulut mereka sebagian besar memuji kecantikan Esme. Membuat Anita merasa tidak nyaman di hatinya.
Esme Andreas, pelacur ini, yang tidak bisa mendapatkan apa-apa tanpa kelicikan, dan sekarang dia berpura-pura menjadi santunan?
Tidak peduli betapapun Esme berpura-pura, dia masih tidak bisa dibandingkan dengan kedua putrinya.
Anita memberikan sorotan penuh kebencian pada Roy. Semua itu adalah kesalahan pria menyebalkan ini. Tidak dapat mengendalikan bagian bawahnya, menabur benih liar di luar dan bahkan membawa kembali baji ngan kecil.
***
__ADS_1
Pesta ulang tahun Roy diadakan dalam suasana yang megah. Kakek Tua Hall juga tiba saat sore hari.
Kakek Esme dan Kakek Jason dalah kawan lama dan turun ke generasi ketiga yang dipimpin oleh Roy. Kedua keluarga itu menjadi mitra bisnis.
Persahabatan antara kedua keluarga itu cukup baik. Sayangnya, orang tua Jason Hall meninggal lima tahun lalu dalam kecelakaan pesawat.
Saat Kakek Tua Hall tiba, dia memaksa Esme untuk menemaninya mengobrol.
Pada saat kecelakaan mobil Esme, dia berada di Inggris mengunjungi putrinya yang sakit dan baru saja kembali beberapa hari yang lalu.
Begitu dia mendarat di Ford, hal-hal yang tidak menguntungkan Esme dibawa ke hadapannya.
Seperti memukul Clara, dan memperebutkan tusuk rambut dengan Layla, dan masih banyak hal lainnya.
Sekarang, akhirnya dia melihat Esme secara pribadi. Menggenakan pakaian sederhana, Kakek Tua Hall sangat puas.
Mereka berjalan santai di pinggiran kolam, di taman belakang Andreas Estate.
“Ketika aku mendengar kamu mengalami kecelakaan mobil saat di Inggris, aku sangat kesal. Menantuku sayang, kamu terlalu impulsif.”
Memikirkan cucunya yang belum lahir, mata Kakek Tua Hall menjadi lembab dengan air mata yang tertahan. Sementara jejak kesedihan berkedip di mata Esme.
“Jika aku tau Kakek tidak berada di kota ini waktu itu, kecelakaan itu tidak akan terjadi.”
“Aku mendengar berita ketika aku tiba di Inggris. Aku pergi dengan buru-buru, dan berpikir akan memanggilmu setelah menyelesaikan urusanku di sana.”
Esme tersenyum, sikapnya tampak acuh tak acuh.
“Aku tidak akan mengizinkanmu dan Jason bercerai.”
Mendengar hal ini, Esme menunjukkan ekspresi terkejut sambil menatap Kakek Tua Hall.
Kakek Tua Hall terdiam dan menatap Esme degan tulus. “Tahukah kamu, mengapa aku ingin Jason menikah denganmu?”
Esme menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku tidak tau.”
“Karena kau sangat tegar.” Kakek Tua Hall mengatakan jelas. “Orang yang aku sukai tidak pernah salah.”
Kakek Tua Hall memperhatikan sikap tenang Esme. Matanya menyipit dan bertanya, “Kamu tidak senang, kalau aku tidak menyetujui Jason menceraikan kamu?”
Esme tersenyum sedih. Dalam hati berkata, ‘Kakek … surat cerainya sudah ada di tanganku.”
“Kamu sudah melakukannya?” Kakek Tua Hall menebak dari ekspresi Esme.
“Belum.”
“Tidak perlu melakukannya!”
Esme menatap Kakek Tua Hall dengan bingung. “Kakek, reputasiku sudah menuruni saluran pembuangan, mengapa kau masih mentoleransi keberadaanku?”
__ADS_1
“Karena tidak ada orang lain yang mencintai Jason seperti kamu.”
***