
Menurut memori pemilik tubuh yang asli, kamar yang dia masuki ini adalah kamar yang seharusnya dia tiduri.
Seluruh ruangan dihiasi dengan warna merah muda, sangat mirip dengan kamar seorang Putri. Dinding, sprei, korden, semuanya berwarna merah muda yang semakin menyempurnakannya. Dia merasa warna ini benar-benar kekanak-kanakan.
Oh, dia lupa. Pemilik tubuh asli hanya dua puluh satu tahun ketika dia meninggal dalam kecelakaan mobil.
Jadi, Esme yang saat ini memiliki penampilan berusia dua puluh satu tahun dengan keahlian seorang wanita berusia tiga puluh tiga tahun.
Tak perlu dijelaskan lagi, pemilik tubuh asli ini terlalu naif. Jika tidak, dia tidak akan mungkin ‘makan cuka Jason Hall’ setiap kali seorang wanita muncul di sisi pria itu. Setiap kali hal itu terjadi, pemilik tubuh asli akan mengancam untuk memotong nadinya sendiri, atau melompat dari gedung dan seterusnya.
Esme duduk di depan meja rias, menopang dagu dengan mata yang mengamati wajahnya sendiri di pantulan cermin.
Fitur wajah yang lembut, leher angsa yang elegan, kulit putih halus mirip telur rebus yang baru dikupas.
Bulu mata panjang itu berkibar ketika dia berkedip. Mata gelapnya terlihat begitu pekat, tapi terang, sebanding dengan bintang di langit malam.
Esme mengangkat kedua tangannya ke atas untuk menyangga dagu. Tatapan lembut di wajahnya dapat digambarkan sebagai kecantikan yang nyaris sempurna.
“Kukatakan padamu, mengapa kau tidak memanfaatkan potensi wajah yang begitu cantik ini? Apakah hidup di dalam penderitaan saja tidak cukup? Di atas itu, kau sangat dibenci oleh suamimu sendiri. Itu sangat menyedihkan!”
Esme diam sesaat. Dia merasa melankolis saat mengatakan itu pada dirinya sendiri. Kemudian, dia tersenyum kecut dan berkata lagi, “Aku pun sama menyedihkannya. Aku juga memiliki wajah yang cantik, dan bahkan aku berjuang di medan perang bersamanya. Tapi pada akhirnya … dia melimpahkan aku dengan sutra putih setinggi tiga meter. Jason Hall atau Kaisar, mereka sama-sama kejam!”
Tidak mau memikirkan masa lalunya lebih banyak lagi, dia memilih tidur.
Saat dia bangun, matahari sudah menyorot terang.
Esme bangkit membersihkan diri, lalu mencari pakaian untuk berganti.
Tapi saat dia berdiri tepat di depan lemari, dia benar-benar tercengang.
Pakaian tidak masuk akal apa yang ada di sini?
Atasannya hanya tali spaghetti, lalu panjangnya sangat pendek hingga memamerkan pusarnya. Ada juga blus yang dipotong sangat rendah hingga mereka mampu mengungkapkan bola dunia. Apakah itu celana atau rok, semuanya memiliki potongan super-super pendek. Tidak ada item yang mencapai lutut.
Esme merasa gaya pakaian ini sangat brutal.
Pemilik tubuh yang asli memiliki pemikiran sendiri dalam berpakaian. Jika dia memamerkan tubuhnya, maka secara alami Jason Hall pasti akan memperhatikannya dan memperhatikannya terus menerus.
Dia berpikir jika selama dia menunjukkan tubuhnya yang sempurna, Jason Hall tidak akan mampu untuk tidak mengatasi godaan dan datang untuk mencintainya.
Itulah mengapa semua pakaian akan mengungkapkan lebih dari apa yang seharusnya dia tutupi.
Pemilik tubuh asli tidak menyadarinya, bahwa semakin sedikit dia menggenakan pakaian, semakin banyak Jason Hall muak padanya.
__ADS_1
Karena itu, desas-desus kalau dia menjadi anak pembohong menjadi lebih panas di kota.
Esme membalikkan semua pakaian itu sebelum menemukan gaun lengan pendek berwarna ungu yang dia anggap layak.
Meskipun tampilan ini bukan untuk menyenangkan Jason, tapi dirinya sendiri tidak akan mungkin menggenakan pakian tidak masuk akal itu.
Setelah berganti pakaian, Esme secara tidak sengaja menemukan jepit rambut indah di atas meja. Esme tersenyum senang. Dia mengambil penjepit rambut itu dan menggenakan di rambutnya.
Setelah diperhatikan, jepit rambut itu sangat cocok dengannya. Tidak memiliki model berlebih, hanya pola bunga melati kecil di ujung saja. Tampilan ini santat memuaskan dirinya.
Di bawah, Emilia sedang membersihkan meja. Ketika kepalanya miring, dia kebetulan melihat seorang wanita muda dengan gaun ungu menuruni tangga. Langkahnya santai dan menawan. Melihat siapa wanita itu, Emilia menjatuhkan kain lap untuk mengucek matanya. Dia ingin memastikan jika matanya tidak sedang mempermainkan dia dan bahwa wanita yang dia lihat bukan ilusi.
Mempesona!
Menakjubkan!
Sebuah kata-kata pujian rasanya tidak bisa memuaskan untuk menggambarkan kecantikan itu.
Ini … rahang Emilia melorot turun. Tenggorokannya tiba-tiba terasa kering dan haus, sulit sekali menelan ludahnya sendiri. Sejak kapan Nona Mudanya memiliki sikap yang elegan? Lalu, bagaimana tempramennya bisa memikat seperti itu?
Emilia telah melayani Esme selama bertahun-tahun. Bisa dikatakan bahwa dia mengenal Esme sampai ke intinya.
Wanita yang turun dari tangga ini tampak seperti Nona-nya. Tapi, postur berjalan dan aura yang memancar darinya adalah orang yang berbeda.
Ketika Esme turun, dia membawa auranya yang mulia, menutup semua sikap tidak hormatnya selama ini.
Tangannya saling menggenggam lembut di depan, diletakkan di depan pusar. Kepalanya terangkat tinggi, dan bahu lurus saat dia mengambil langkah demi langkah. Anggun dan menawan!
“Nona? Apa ini … Anda?” Emilia sampai tergagap, menelan dengan susah payah sebelum dia berhasil mengeluarkan satu pertanyaan. Emilia tidak bisa melepas pandangannya dari Esme.
Bukan hanya tempramennya yang mulia dan cara berjalannya, tapi sejak kapan Esme mau menggenakan gaun gaya ortodoks seperti itu?
Pakaiannya yang normal, mencakup segala keterbatasan. Lebih dari seorang wanita muda terhormat dari keluarga besar. Dan hal yang terpenting, itu jelas tidak memiliki sedikit pun kesamaan dengan cara berpakaian Esme sebelum kecelakaan.
Hari ini, Esme seperti orang yang sangat berbeda. Menggenakan gaun panjang … itu sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Emilia.
Esme tersenyum. Senyum itu membawa sedikit pesona iblis dan dia berkata, “Siapa lagi kalau bukan aku?”
“Nona, mengapa Anda berpakaian seperti ini?” Emilia membeku menatap Esme dengan linglung.
“Seperti ini … ini tidak bagus?”
Emilia mengangguk-angguk dengan penuh semangat. “Tentu saja bagus! Bagus, dan sangat bagus!”
__ADS_1
Menyadari cahaya berkilauan di mata Emilia, Esme tersenyum lebar. “Baju di lemari terlalu tipis dan terbuka. Aku baru saja sembuh, akan buruk jika kedinginan.”
“Nona, Anda harus berpakaian lebih seperti ini di masa depan. Jauh lebih bagus dari pada pakaian yang biasa Anda pakai.” Emilia mengatakan dengan bangga.
“Benarkah?”
“Ya. Ini sangat menakjubkan!”
“Oke. Aku akan berpakaian seperti ini di masa depan.” Esme setuju, lalu mengambil langkah menuju ruang makan.
Mata Emilia mengikuti setiap langkah Esme. Rasa keterkejutannya masih menjajah hati seolah dia belum puas melihat penampilan baru Esme.
Bukan hanya berubah menjadi elegan dan cantik, tapi Esme juga lebih menyenangkan.
Sebelum kecelakaan, Esme mudah marah pada hal-hal kecil. Sekarang, dia memberikan senyuman pada hal-hal kecil. Itu perbedaan yang sangat kontras.
Di meja makan, Jason Hall duduk di kursinya menikmati sarapan. Dia mendengar percakapan Esme dan Emilia.
Ketika mendengar Emilia memuji gaya berpakaian Esme, rasa ingin tahunya menjadi terangsang.
Bahkan sebelum Esme mamasuki ruang makan, pandangan Jason sudah terkunci di pintu masuk.
Tepat ketika Esme muncul, sekilas kekaguman melintasi mata dinginnya yang dalam. Jason tertegun selama dua detik.
Meskipun dia penasaran, dia memiliki batas jangkauan yang kuat terhadap Esme. Sesuai dengan selere dan koleksi pakaiannya, seberapa cantik dia?
Tapi kali ini benar-benar di luar dugaan. Gaun sederhana yang memgembang di bagian bawah terlihat sangat luar biasa ketika menempel di tubuh wanita itu.
Tanpa sadar, Jason mengalihkan pandangannya lagi pada Esme.
Banyak wanita cantik yang berparade di hadapannya, sama dengan bintang di langit. Tak terhitung banyaknya. Mereka yang memiliki figure dan penampilan yang jauh lebih baik dari pada Esme lebih dari yang diingatnya.
Namun, tak pernah ada yang membuatnya kagum. Esme Andreas ini, adalah yang pertama.
“Selamat pagi, Tuan Muda Hall.”
Esme mengira Jason sudah pergi ke kantor sejak lama, jadi dia tidak mengira jika pria itu masih ada di vila pada jam yang siap dengan sarapan pagi. Dia terkejut pada awalnya, tapi dengan cepat mendapatkan ketenangannya lagi. Esme menyapa Jason dengan senyum cemerlang.
“Esme Andreas, setan dari mana yang telah merasuki tubuhmu?” Sudut bibir Jason terangkat dengan nada mengejek.
Esme mengendalikan dirinya sendiri dan menjawab, “Jason Hall, kau adalah orang yang dirasuki setan itu.”
***
__ADS_1