Suami Jahatku

Suami Jahatku
Siapa Bilang Presiden Membenci Istrinya?


__ADS_3

Di masa lalu selama perang, Esme dan saudara-saudara baraknya biasa berkumpul bersama untuk mendengarkan Dong Fang Xuan menganalisis dan menjelaskan taktik untuk pertahanan atau serangan.


Dalam hidup ini, Jason seperti dewa perang di dunia bisnis. Sementara Dongfang adalah dewa perang di medan perang. Setiap kali dia mendengarkan bagaimana Dongfang menjelaskan semua itu, dia merasa pria ini begitu gagah berani.


Saat dia memikirkan ini, dia baru sadar wajah Jason tepat berada di depan matanya. Esme yang sudah melayang terlalu jauh kembali ke indranya dengan cepat dan bertanya ketus, “Apa yang kau lakukan?”


“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Sudah puas memandangiku?”


“Kau menghalangi jarak pandanganku, aku tidak bisa melihat layar dengan benar.” Esme tidak mau wajahnya memerah di depan banyak orang.


“Baiklah. Apa pendapatmu tentang rangkaian pakaian ini?”


Menyatukan emosinya, dia kembali fokus kea rah monitor. Desainnya hanya begitu saja, tapi setelah Jason melakukan swatch warna, itu menambahkan pesona tertentu yang menyulutnya seperti bola lampu.


“Tampilannya bagus, tapi terlalu rumit.”


Alis Jason naik, dan dia tersenyum tipis. “Apakah warnanya yang rumit, atau desainnya yang rumit?”


Waa … Presiden benar-benar tersenyum! Beberapa orang meneriakkan ini dalam hati mereka.


Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Presiden tersenyum, dan senyuman ini adalah senyum yang menawan.


Siapa bilang Istri Presiden tidak dimanjakan?


Siapa?!


“Keduanya kompleks.”


“Benarkah itu?” Jason tertawa kecil.


Kepala Esme berputar menatapnya, “Biasakah aku mendapatkan sebuah kantor yang terpisah dan independen?”


Mendengar permintaan Esme, Layla mengerutkan kening. Sebuah kantor independen? Apakah dia pikir dia adalah Presiden, atau bahkan Manajer?


Layla pikir Jason akan menolak, tapi dia tidak berharap untuk mendengarkan ….


“Seberapa besar kantor yang kamu butuhkan?”


“Sebesar kantor Presiden milikmu.”


“Oke.” Jason berbalik, melihat Layla, dia berkata, “Bawa kunci kantor Manajer.”


Apa?


Ketika staf mendengar ini, mata semua orang menyala. Presiden ingin membiarkan Nyonya Presiden menggunakan ruang Kepala Departemen Desain? Kepala Perancang adalah posisi yang ditambahkan tahun ini. Kantor dan semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.


Layla sangat yakin bahwa dia akan naik ke posisi itu, tapi dia tidak menyangka kantor itu akan diberikan pada Esme.

__ADS_1


Layla enggan ratusan kali, tapi apa dia punya pilihan?


“Ya.” Dia mengungkapkan tatapan sedih pada Jason seolah dia adalah wanita paling tertindas di dunia. Dia berbalik menuju ruang kerjanya sendiri, membuka lacu dan mengeluarkan kunci yang diinginkan Jason.


Setelah mengambil kunci dari Layla,dia kembali pada Esme, “Pergilah melihat apakah ruang Kepala Desainer cukup besar untukmu.”


“Aku butuh asisten. Apakah aku bisa memilikinya juga?”


“Kau bahkan dapat memiliki dua.” Sudut bibir Jason terangkat dengan senyuman hangat.


Ketika mereka melewati Layla, Esme memberinya seringai malas yang bangga. Melihat ekspresi itu, Layla menggertakkan giginya.


Esme Andreas, dia benar-benar rubah licik sekarang!


Setelah Jason dan Esme masuk ke ruang Kepala Desainer, sakah satu staf wanita mengalihkan perhatian pada Presiden, “Apakah aku baru saja bermimpi? Aku baru melihat Presiden tersenyum. Ketika dia tersenyum, itu terlalu sensual.”


“Kau tidak bermimpi. Kami juga melihatnya,” kata karyawan lain.


“Nyonya Presiden sangat diberkati. Dia bisa membuat Presiden menyetujui semua yang diinginkannya."


“Menurutku, rumor di luar sama sekali tidak dapat dipercaya. Dari apa yang aku lihat, Presiden sangat mencintai Nyonya Presiden. Siapa bilang Presiden membenci istrinya?”


“Aku setuju. Mereka juga mengatakan Nyonya Presiden tidak berbudaya dan tidak cantik. Nyatanya, Nyonya benar-benar seperti Dewi yang mulia.”


“Cukup!” Layla tiba-tiba melotot tajam pada sekelompok wanita yang sedang bergosip. “Apakah kalian semua begitu bebas? Gerakkan lidah kalian lagi, dan kalian semua bisa membersihkan toilet!”


……


Apa pun yang diinginkan Esme, Jason setuju. Masalah terakhir adalah seorang Asisten.


Jason membawanya kembali ke Departemen Desain. Berdiri di depan semua orang, dia mengumumkan dengan sungguh-sungguh, “Pilih yang kamu inginkan untuk menjadi Asistenmu.”


Ketika Jason mengatakan kata-kata itu, mata semua orang berbinar. Pandangan harapan diarahkan pada Esme, menyampaikan keinginan kuat mereka untuk menjadi Asistennya.


Terlepas dari seberapa buruknya dia, dia masih istri Presiden. Betapa baiknya Presiden memperlakukannya, dan pasti akan banyak kebaikan yang mereka dapatkan jika bekerja dekat dengan Istri Presiden.


Esme dengan acuh tak acuh mengamati kerumunan. “Mereka semua sepertinya tidak terlalu menyukaiku sekarang.”


Apalagi membicarakan dirinya tetap di depannya. Beberapa orang yang membicarakan Esme tadi langsung meredup. Jelas mereka telah kehilangan kesempatan secara mutlak.


“Bagaimana kalau aku mengirim Sekretaris Zhang?”


“Tidak mau.” Esme cemburut, menggeleng pura-pura bersikap manja.


Jika Jason mengatur Sekretarisnya sendiri untuk bersama, itu artinya dia akan diawasi sepanjang waktu.


Tapi Layla yang mendengarkan di sampingnya terbakar cemburu. Esem, tempat sampah ini, benar-benar tidak tahu bagaimana menjadi seorang istri Presiden! Seluruh staf di sana ada untuk dia pilih, dan dia bahkan menolak menggunakan Sekretaris Presiden?

__ADS_1


Sekretaris ketiga Jason dipilih setelah proses seleksi ujian yang sangat teliti dan sulit pada beberapa tahap. Kemampuan, pendidikan … tidak ada satu aspek pun yang diabaikan. Khususnya Sekretaris Zhang. Dia adalah Asisten Jason yang paling baik.


Jason bersedia mengirim Sekretaris Zhang, dan Esme benar-benar menolaknya. Yang terpenting dari semuanya adalah bahwa Jason tidak marah sama sekali.


“Aku akan memberitahu Sumber Daya Manusia untuk melakukan perekrutan.” Jason memberi tawaran lagi.


“Tidak perlu.” Esme melanjutkan dengan berkata, “Aku ingin Emilia.”


“Emilia?” Jason ragu-ragu. “Emilia tidak memiliki keterampilan apa pun.”


“Emilia tahu cara menggunakan komputer.”


“Oke. Kalau kau menginginkan Emilia, maka dia orangnya. Bawa dia kemari besok.”


Esme tiba-tiba tersenyum padanya, “Terima kasih banyak ….”


Jason menatap penuh. Senyuman Esme sangat indah. Senyumnya seperti bunga yang mekar. Dia mengangkat jam tangannya, “Akan masuk jam makan siang. Kamu pasti lapar. Bagaimana jika kita pergi keluar untuk makan siang?”


“Di mana?”


“Terserah kamu.”


“Bisakah kita makan di kantin perusahaan?” Esme bertanya, lalu bulu matanya yang panjang berkibar saat dia berkedip pada Jason.


“Tentu saja.”


Setelah mereka pergi, Layla kembali ke kantornya dengan gusar. Dia menunduk ke bawah saatdia mengertakkan giginya dengan keras.


Pasti sengaja! Esme sengaja melakukannya! Memprovokasinya dan kemudian pamer!


Mengapa mereka tidak makan di luar? Mengapa mereka harus makan di kantin perusahaan? Dia ingin memamerkan hubungan mesra dengan Jason di depan seluruh perusahaan. Itu alasannya!


Menyaksikan Jason memperlakukan Esme dengan sangat baik, Layla menjadi begitu kesal. Begitu kesalnya hingga dia merasa paru-parunya bisa meledak!


……


Mereka berhenti di depan pintu kantin. Jason memiliki senyum samar di wajahnya. “Mengapa kamu ingin makan di sini?”


“Bukankah kamu sudah tahu tujuanku?”


“Ingin lebih banyak orang yang mengetahui bahwa kamu adalah istriku?”


“Bukankah menunjukkan sesuatu yang jelas adalah hal yang tidak berguna?”


Hampir di seluruh kota ini, siapa yang tidak tahu jika Esme Andreas adalah Istri Jason Hall?


“Lalu?”

__ADS_1


***


__ADS_2