
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Untung saja saat perdebatan itu tidak lama jika tidak cheng akan mati bingung karena ditengah-tengah mereka.
Sesuai kesepakatan tadi saat waktu makan siang cheng langsung pergi berkeliling sebentar kemudian tidak jauh dari pabrik mencari gang yang sepi cheng mengeluarkan makanan itu melihat semua sudah lengkap cheng kembali ke kantor
" paman go ini " cheng tersenyum menyerahkan tas besar
Paman go gembira " cheng jika bukan karena mau paman akan bingung harus membeli di mana " dengan tulus berterima kasih
" paman tidak boleh berterimakasih " cheng tersenyum tentu saja dia akan baik kepada orang yang berhak
Paman go menatap meja paman pi dengan lega pikirnya untuk saja orang itu pergi jika tidak dia akan berbicara yang tidak benar
" baiklah cheng paman akan pulang dulu " paman go membereskan berkas-berkas bergegas pulang
Cheng hanya tersenyum ikut membereskan barang-barangnya bersiap pulang tapi tak sengaja berpapasan dengan paman pi yang akan masuk
" baru saja jam segini sudah ingin pulang " cibir nya
Cheng tersenyum " ah salah kan aku karena selesai lebih awal " langsung pergi mengabaikan muka gelap paman pi
Keluar dari pabrik cheng mengendarai sepedah pergi ke penjual rumah cheng berencana membeli rumah walaupun rumah di desa bagus tapi jika anaknya bersekolah kelak lebih baik dikota karena fasilitas pendidikan lebih maju
Tentu saja cheng tidak akan menjual rumah peninggalan ayahnya karena jika dia telah menua dia akan kembali dan tinggal bersama yeri.....
" tuan apakah anda ingin membeli rumah " seorang wanita mendekati cheng
" iya apakah ada yang cocok untuk ku " cheng mengangguk dengan wajah biasa
Wanita itu menatap cheng dengan profesional " tuan jika anda memiliki kriteria sihlakan memberi tau saya "
" kalau bisa rumahnya dekat dengan sekolah Dasar dan juga tidak bisa sembarangan orang masuk ke sama "
__ADS_1
Mendengar ucapan dengan seksama wanita itu agak ragu " tuan jika anda ingin seperti itu harga rumahnya agak mahal "
" tidak masalah berapa uang asalkan itu sesuai "
Wanita itu tersenyum bahagia " tuan rumah yang sangat rekomendasi sangat sesuai dengan keinginan anda bahkan ada ageng penasok di depannya "
" itu bagus apakah bisa kita melihatnya " tanya cheng
" tentu saja tuan "
Cheng bersama dengan pemadu rumah pergi melihat rumah itu
Sesampainya disana cheng melihat sekeliling dengan teliti rumah ini memiliki halaman yang luas banyak kamar dan yang pasti ini dekat dengan sekolah dan pbariknya bahkan ada juga agen pemasok di depan yang cocok untuk yeri jika ingin membeli hal
Pemadu wanita itu melihat wajah puas cheng langsung berkata dengan ramah " kamerad rumah ini adalah rumah seorang tentara karena mereka akan pindah ke barat laut mereka menjual rumah ini sebelum hari keberangkatan "
Cheng mengangguk lebih puas jika rumah ini milik tentara pasti rumah ini jauh lebih aman
" ok aku beli "
Pemadu wanita bersorak gembira dalam hati bersama cheng kembali ke kantor memanggil pemilik rumah setelah dia tiba pemandu wanita mengeluarkan surat jual rumah setelah kedua pihak menandatangani bahkan ada cap tangan cheng langsung menyerah 5.000 yang sudah sangat mahal di era ini tapi bagi cheng yang telah melihat harga rumah naik di tahun depan biasa saja
Malah ingin berinvestasi dengan membeli rumah atau dengan menginvestasikan ke perusahaan yang akan berkembang di masa depan
Baru saja cheng setengah jalan dari melewati tanda masuk desa seseorang menghadang cheng
" saudara cheng " panggilnya dengan genit
Cheng memutar mata males di adalah anak dari paman cheng yang lain anehnya bukan kah dia di kota dan hanya kembali setiap tahun baru
" minggir kau menghalangi jalan " nada cheng sama sekali tidak ramah
" saudara cheng kenapa kau berbicara seperti itu pada ku, aku kan kerabat mu " dengan nada sok sedih
Cheng hanya menatap datar ' kemana nada sombongnya saat di restoran waktu itu ' pikir cheng
Zhu Qiong mengeretakan gigi menahan marah menatap sepupunya itu dengan penuh kebencian apakah dia pikir dia mau berurusan dengannya jika bukan karena dia bekerja di kota dan dia membutuhkan orang dalam untuk masuk
" tidak ada kerabat " cheng langsung menolak kata kerabat dari mulut Zhu Qiong
__ADS_1
Zhu Qiong terdiam tapi menahan amarah menatap ke arah sepedah dengan serakah " saudara aku sangat lelah bagaimana jika kau mengantarkan aku pulang " dengan nada manja
Cheng hanya menatap tanpa niat berbicara tapi gadis itu dengan tidak tau malu ingin duduk di kursi penumpang dengan sigap cheng langsung menjalankan sepedah nya meningggalkan gadis itu yang belum sempat duduk
Ditinggal seperti itu Zhu Qiong merasa malu menghentak kaki kembali ke rumah neneknya dengan marah sambil mengutuk orang desa yang tidak berpengetahuan
Cheng merasa sangat puas dengan melihat wajah Zhu Qiong merasa amarah dalam dirinya sedikit membaik
Tak sengaja di jalan cheng bertemu dengan bei wengi bersama dengan pria yang pernah diliat cheng waktu itu tentu saja cheng mengabaikan gadis itu yang menatapnya dengan lekat
Bei wengi melihat cheng tidak mau melihat mereka suasana hatinya semakin buruk menatap pria di sampingnya dengan tidak puas mulai menyalahkan yeri dalam hati karena menjadi wanita tak tau malu merebut prianya
( padahal cheng memang milik yeri)
Cheng yang melihat pemandangan desa yang tenang menghirup udara dengan tenang
Mengendarai sepedah kembali ke rumah baru saja turun dari sepedah cheng melihat yeri telah menunggunya
" yeer " panggil cheng bingung
Yeri langsung menghampiri cheng dengan wajah tersenyum " saudara besok aku tidak bisa bertemu dengan karena tradisi jadi aku memberikan ini pada mu "
Menyerahkan kotak makan siang pada cheng hati cheng menghangat dengan tingkah gadisnya ini " gadis bodoh bagaimana jika aku tidak pulang sekarang apakah kau akan menunggu ku sampai sore "
Gadis itu terdiam kemudian tersenyum mengangguk
Cheng mengetuk gadis itu dengan pelan " dasar bodoh " tapi hati cheng tidak bisa di pungkiri sangat bahagia
Yeri hanya tersenyum malu " saudara cheng kalau begitu aku akan kembali "
Siap berbalik pergi tapi lengan gadis itu di tajam oleh cheng " apakah kau pergi begitu saja "
" ah?? " yeri memiringkan kepala bingung
Cheng tersenyum langsung menarik gadis itu lebih dekat dan mencium bibi kecil dan merah itu
Yeri membulat mata terkejut dengan tindakan cheng , cheng melepaskan ciuman singkat itu " manis seperti sebelumnya "
Blush
__ADS_1
Wajah yeri memerah layaknya tomat kabur dengan tergesa-gesa seperti dikejar oleh hantu
Cheng tersenyum ' gadis bodoh ' batinnya memegang kotak makan siang seperti barang berharga di satu tangan dan tangan lain memegang sepedah membawa masuk kedalam