
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Meletakkan sepedah di pojok cheng berjalan duduk di meja makan membuka kotak makan siang aroma harum dari makanan itu menyebar keluar
Dari aromanya cheng dapat mengetahui bahwa itu adalah masakan yang dibuat yeri
" gadis bodoh itu " cheng tersenyum lembut membayangkan gadisnya memasak untuknya
Dengan antusias menyantap makanan itu
Dilain tempat lain Zhu Qiong kembali ke rumah dengan marah, wanita tua itu melihat cucu gadisnya kembali dengan wajah marah langsung bertanya
" ada apa, apakah ada yang menganggu mu " tanya wanita tua itu
Zhu qiong yang sudah tidak bisa menahan amarah lagi langsung berteriak " kenapa orang desa seperti kalian sangat menyebalkan " teriaknya
Wanita tua itu menatap Zhu qiong dengan marah berani sekali generasi muda berbicara padanya seperti itu tapi melihat kedipan dari suaminya dia menahan amarah membujuk gadis itu kedalam
Setelah Zhu qiong kembali ke kamar ke tidak puasan wanita tua itu keluar " bah apakah dia tidak pernah berfikir ibu dan ayahnya juga berasal dari desa " nadanya mengejek
Pria tua yang duduk merokok dengan alat hisap jaman dulu Memolototi wanita tua itu " berhatikan kata-kata mu "
Wanita tua itu yang ditegur semakin tidak puas dengan cucu dari anak ketiganya
Dan memgutuk menantu ketiga karena tidak bisa melahirkan lagi dan hanya tau menghambur-hamburkan uang putranya
Chenyer yang berada di luar tidak sengaja mendengar pembicaraan kakek dan neneknya dia sangat benci dengan sepupunya ini kenapa mereka lahir dari keluarga yang sama tapi memiliki kehidupan yang berbeda satu di kota menjalani kehidupan enak dan yang satu harus bekerja di desa
Mengeretakan gigi menahan amarah merubah wajahnya menjadi ramah masuk " kakek / nenek " sapa chenyer
Kedua orang tua itu menatap cucu perempuannya yang lain , wanita itu menatap puas ke arah cucunya yang lain beginilah seorang generasi muda
" hmm " pria tua itu puas tapi masih lebih memihak ke cucu laki-laki
" kakek / nenek apakah saudari Zhu qiong ada?? " tanya chenyer
__ADS_1
" didalam " jawab wanita tua itu males menatap pintu yang ditunjuk
Chenyer mengangguk berjalan memasuki kamar yang di tunjuk " saudari chenyer "
Zhu qiong yang berada di dalam tengah menyeka wajahnya dengan krim kerang dengan kesal karena tidak biasa mengunakan krim ini apalagi semenjak uang jajannya di potong karena ibunya hamil seorang putra
Mengingat adik laki-laki yang belum lahir tapi sudah membuatnya harus miskin dengan marah
" ada apa " dengan ketus menatap chenyer sepupu murahannya
Zhu qiong menatap sepupunya dengan jijik melihat pakaian yang ditambal itu tapi sangat puas melihat tatapan iri yang dilayangkan
Chenyer cemburu tapi tetap tersenyum berkata " saudari pantas saja kau cantik kau mengunakan krim ini " nadanya iri
Dan Zhu qiong menikmati kata-kata iri yang ditunjukkan padanya
" ah apakah saudara cheng juga memberikan krim ini pada calon menantunya ya, pantas saja wajahnya semakin cantik persis seperti milik mu " chenyer menambah-nambahkan
Wajah Zhu qiong langsung berubah " apa? "
Chenyer pura-pura mengatakan hal yang tidak boleh dikatakan " ah aku salah bicara lupakan saja "
Chenyer pura-pura tidak berdaya dan dipaksa mengatakannya " saudari calon menantu saudara cheng awalnya cantik tapi beberapa hari ini wajahnya semakin mulus dan bersinar "
Mendengar itu Zhu qiong mengeretakan gigi dia yakin saudara cheng memberikan calon menantunya krim kerang mulai mengutuk saudara murah itu kenapa tidak bisa memberikan hal baik padanya dari pada memberikan kepada orang desa itu
Chenyer diam-diam menyeringai licik tanpa Zhu qiong sadari
Diwaktu yang sama cheng tengah membantu paman li menjemput para pekerja yang bertugas memasak listrik di desa tidak tau bahwa kedua gadis licik sedang mencoba menargetkan dirinya
Hingga sore hari barulah cheng bebas berjalan-jalan di desa
" tolong tolong " teriak seorang bibi yang berada di ladang dengan putranya ditangan
Cheng berlari menghampiri bibi itu " tolong siapa pun bantu putra ku " bobo itu berteriak sedih
Para penduduk yang datang hanya diam " menantu shu cepat panggil dokter " seorang bibi langsung berbicara
Cheng menggeleng kepala karena respon dari warga desa yang kurang inisiatif maju kedepan cheng melihat bocah itu digigit ular tepat di kakinya
Melihat itu cheng langsung merobek bajunya mengingat pas di tempat terkena racun mengendong bocah itu
__ADS_1
" bibi cepat ikut aku ke dokter racunya akan menyebar "
Wanita itu ketakutan mengikuti cheng ke klinik desa
" dokter cepat dan liat " teriak cheng
Dokter hua seorang dokter tua di desa keluar dari dalam langsung membawa bocah itu ke ranjang mulai mengobati
Cheng dan ibu dari anak itu menunggu diluar tangisan wanita itu terdengar sangat menyedihkan bahkan keluarga bocah itu juga datang
" bah kenapa lama sekali apakah dokter sengaja membuat lama agar kita orang miskin membayar lebih mahal " wanita tua yang tak lain ibu ayah bocah itu dengan nada tidak senang
Cheng menatap dengan tatapan hina males melandeni wanita tua itu menghampiri orang tua bocah itu " bibi / paman bukannya aku ingin campur tapi bagaimana dia bisa digigit ular " tanya cheng dengan bijaksana memelankan suaranya
Bibi itu dengan tersedu mengatakn bahwa putranya dan ibu mertua pergi ke gunung karena ibu mertunya membutuhkan bantuan untuk membawa kayu tapi saat ibu mertua pulang aku tidak meluat putra ku pulang aku bertanya tapi dia hanya mengatakan tadi putranya ada dibelakang
Karena takut terjadi hal buruk dia pergi mencari dan menemukan anaknya telah seperti ini
Suami wanita itu memiliki wajah buruk dan tertekan
" bibi hutan bagian mana? " tanya cheng
" di bagian utara gunung " jawabnya
Cheng mengerutkan kening baru ingat di kehidupan pertama ada seorang anak mati karena di gigit ular beracun dan lama mendapatkan penanganan
" bibi kenapa kau membiarkannya bukankah hutan itu sudah di larang karena banyak ular bertelur musim ini "
Bibi terkejut " tidak aku tidak tau " tangisnya semakin pecah
Cheng menatap dengan prihatin " bibi sebaiknya saat putra mu bangun tanya dengan pelan-pelan "
Ucap cheng berpamitan pergi dari klinik desa menatap wanita tua yang ribut itu dengan curiga dia adalah neneknya tapi tidak ada rasa kasihan dalam nadanya melaikan menganggap cucunya sebagai penagih hutang
' sungguh sial mempunyai nenek seperti itu ' batin cheng
Keluar dari klinik itu cheng berjalan dengan langkah lambat mencoba mengingat apa kata penduduk desa katakan saat ini
Setengah jalan cheng baru ingat nenek bocah itu lah yang sengaja membiarkan cucunya digigit hingga mati dua tahun kemudian dia membawa cucu dari anak lain agar diadopsi oleh orang tua bocah yang digigit itu entah apa yang terjadi kejadian itu terungkap kemudian dan memutuskan hubungan dengan wanita tua itu
Membayangkan drama keluarga berdarah seperti itu cheng menggeleng kepala tidak habis fikir
__ADS_1