
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Cheng dan yeri semakin lengket dan mesrah membuat para wanita muda yang belum menikah iri dan menyesal karena tidak melirik Cheng pada awalnya
Hingga hari untuk menghadapi orang yang membuat dia melakukan hal bodoh datang
Bersama paman li dia mengendarai traktor desa menuju tempat penjemputan dimana sudah ada beberapa orang menunggunya melihat itu paman li bersama sekertaris partai mulai memerintahkan semua naik mengabaikan wajah tidak bahagia setiap orang
Paman li sudah pernah mengalami hal ini jadi menatap dengan tenang
Cheng tidak peduli tapi matanya melirik fangyi gadis yang dia dulu pernah suka jika di liat lagi tidak ada yang special bahkan yeri lebih cantik dari padanya
Ah ingin rasanya Cheng kembali ke masa lalu dan memukul diri sendiri karena buta
Cheng tidak menunjukkan expresi tapi beberapa wanita kota itu melirik Cheng dengan penasaran berfikir Cheng adalah pemuda sama seperti mereka
" Cheng semua sudah naik ayo kembali " ucap paman li
Cheng mengangguk menyalakan traktor mengendarai kembali ke desa
Dalam perjalanan kembali sesekali fangyi menatap Cheng dengan tatapan penasaran
Karena males di tatapan Cheng mempercepat mengendarai traktor dan membuat lebih cepat tiba di desa
Saat tiba sudah ramai penduduk menatap para pemuda dari kota itu sangat mereka turun satu persatu wanita kota menangis melihat tempat yang akan mereka tinggalin
para penduduk desa mengernyit ' apakah terlalu buruk desa mereka '
Tanpa sadar para penduduk desa mulai memiliki kesan buruk untuk para pendatang kota itu
Bahkan secara langsung para penduduk menatap jijik ke arah mereka
Cheng tidak peduli hanya ingin segera pulang menemui istrinya
" baiklah sekertaris akan mengantar kalian ke asrama pemuda pelajar " paman li menatap sekertaris
Entah dari mana datang datangnya tiba-tiba seorang wanita pemuda di kota yang dikehidupan pertama cheng dia adalah teman fangyi
__ADS_1
" kamerad bukan kah kau harus membantu kami sampai ke asrama "dia merasa benar menayangkan itu
Cheng menatap dengan tidak seneng " tidak ada urusan dengan ku "
Wanita itu bernama Li fanghai dia menjadi sahabat fangyi saat mereka berada di perjalanan kereta mereka bukan sahabat yang mendukung satu sama lain melainkan sahabat yang diam-diam akan memakan satu sama lain
" tapi _ "
Pertanyaan li fanghai terhenti oleh suara tegas dari sekertaris " kenapa kau ribut sekali "
" sekertaris jangan marah aku hanya bertanya "
Sekertaris nendegus tidak senang hal yang paling merepotkan adalah pemuda pelajar ini yang sangat manja " jangan menganggu kamerad cheng dia hanya membantu menjemput kalian "
Begitu suara sekertasi jatuh li fanghai ingin mengeluarkan kata-kata tapi lengan bajunya di tarik oleh fangyi mengelengkan kepala untuk tidak bertanya
" li fanghai jangan membuat masalah kita baru saja tiba " bisik fangyi
Li fanghai hanya nendegus tidak senang menatap para penduduk desa dengan tatapan meremehkan tapi matanya menatap cheng dengan suka
Walaupun dari kota pria seperti cheng sangat tampan
" paman karena sudah selesai aku akan pulang yeri telah menunggu ku "
Sekertaris tersenyum " tentu berikan salam ku padanya "
Di rumah yeri sedang berbicara dengan temannya Liu yan gadis dari keluarga liu dia adalah putri tuan tanah tapi karena saudaranya berhasil menjadi tentara dan memberikan banyak konstribusi pada negara sehingga status itu kemudian di ubah menjadi petani kaya menengah
Yang membuat mereka tidak terlalu mengalami ke sulitan seperti tuan tanah lainnya
" aku pulang " suara cheng datang
Liu yan tersenyum menyapa cheng . Cheng mengingat kehidupan terakhirnya dia datang kepadanya untuk membuatnya sadar yeri lebih baik dari pada fangyi membuat dia memiliki kesan baik
" kalian bisa mengobrol aku akan masuk " Cheng dengan ramah membiarkan para gadis itu berbicara
yeri tersenyum pada cheng yang dibalas usapan lembut dikepala gadis itu
Melihat keintiman mereka Liu yan tanpa sadar megerutkam bibir seperti habis di khianati
" kenapa? " tanya yeri terkekeh
" uh aku berharap memiliki suami seperti cheng yang akan menyanyangi ku dan keluarga ku " penuh harapan
Yeri menepuk baju sahabatnya itu " aku yakin kau akan mendapatkan suami yang baik "
__ADS_1
Liu yan juga berharap seperti itu tapi beberapa kali mengikuti kencan buta dia selalu saja gagal hanya karena takut dengan status tuan tanah dimasa lalu
" jangan sedih kalau kau mau kau bisa mencari di kota "
" kota? Tidak mungkin apakah ada yang mau dengan ku " nada Liu yan sedikit tidak percaya diri
" kau akan liat siapa yang didesa ini secantik diri mu "
Liu yan merasa malu kedua gadis itu saling menatap dan tertawa
Cheng hanya tersenyum mendengar itu dia tau suami Liu yan adalah seorang pekerja pabrik biasa kalau tidak salah mereka akan bertemu saat universitas akan di lanjutkan..
Beristirahat sebentar di kang Cheng tidak tau saat dia tertidur tanpa sadar yeri dan Liu yan sudah selesai dan Liu yan sudah pulang
Saat yeri masuk melihat Cheng tertidur ingin menatap saja tapi tangannya sangat ingin menyentuh wajah itu belum sempat di sentuh tangan yeri langsung ditarik oleh cheng mengakibatkan yeri dibawah dan cheng diatas
" menantu apa kau mengoda ku "
" ah tidak cheng itu "
Melihat wajah panik gadis itu cheng terkekeh dia senang mengodanya awalnya dia tertidur tapi saat pintu terbuka dia terbangun
" karena kau menganggu suami mu tidur kau harus di hukum "
Cheng memcium bibir gadis itu dengan ganas sudah beberapa kali melakukan olahraga cheng sangat terkendali membuat yeri tidak bisa menahan diri
Hanya suara deritan dari kasur yang bergoyang yang terdengar dari ruangan itu dan beberapa suara wanita memohon
Cheng menatap gadis itu yang ke lelehan dan tertidur dia pastikan bayi mereka akan hadir kembali dan kali ini dia akan lebih mementingkan keluarga kecilnya dari pada orang asing
Mengelus pipi yang seperti buah persik itu cheng menutup tubuh gadis itu dengan selimut takut tidak bisa mengendalikan diri
Menenangkan gejolak yang bangkit lagi cheng berbaring memeluk yeri menghirup aroma lembut dari gadis itu
" aku mencintaimu " gumam cheng memgecup bibir gadis yang tertidur itu
Mengikuti gadis itu ke alam mimpi
Di sisi lain di asrama pemuda pelajar
Mereka tertekan melihat suasana asrama yang sangat kumuh
Mereka menangis tetap membersihkan barang-barang mereka kemudian beristirahat karena kelelahan
Lain halnya dengan pemuda pelajar sebelum mereka tengah sibuk bekerja diladang dan belum kembali
__ADS_1
Disaat sore hari para pemuda lama kembali para pemuda baru bangun dari istirahat berkumpul mulai meminat bimbingan pada pemuda pelajar lama . Kemudain mereka mulai menulis jadwal memasak
Setelah selesai baru mereka bebas melakukan apa saja