
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Cheng merasakan buah jatuh tanpa sengaja cheng tidak munafik berterimakasih " direktur terimakasih "
Direktur menyukai orang seperti cheng yang tidak bermuka dua " bagus "
Setelah berbincang tentang bagaimana cara kerjanya sebentar cheng kemudian kembali ke kantor dengan suasana gembira
" bocah apa yang membuat mu bahagia " paman go menatap dengan penasaran
" paman itu rahasia "
Paman go tidak marah tapi menganggap itu lucu .
Saat istirahat cheng pamit kepada paman go pergi duluan untuk menjemput menantinya
Cheng kembali ke desa menjemput yeri di rumah untuk saja yeri pulang lebih dahulu dan telah bersiap menunggu cheng kembali.
Saat cheng masuk dia terpesona dengan gadis cantik yang bersinar di halamannya
Melihat itu yeri tersenyum malu-malu cheng merasakan enggan jika menantunya di tatapan pria lain
" menantu kau sangat cantik " puji cheng tersenyum lembut mengelus surai gadis itu
Yeri merasa malu dan gembira disaat bersama
Kedua orang itu mengendarai sepedah ke kota dibawah tatapan kagum dan iri oleh penduduk bahkan dijalan kita beberapa pejalan tak bisa tidak melihat ke arah cheng dan yeri
Melihat cheng dan yeri seperti pasangan yang di persiapan surga sangat serasi
Bahkan pekerjaan yang datang menbeli kain tidak bisa tidak terpana melihat kencantikan lembut di depan mereka
Paman go bersama menantunya perempuan juga memuji penglihatan cheng yang baik dalam memilih menantu prempuan
Pantas saja bocah itu menolak gadis dari pabrik - pikir paman go
Cheng tersenyum bersama yeri menghampiri kenalan " paman go, bibi " sapa cheng dan yeri yang berada di belakang juga memanggil seperti yang di panggil cheng
" oh bocah bau pantas saja kau tidak melihat gadis pabrik ternyata memiliki gadis cantik disisi mu " paman go tertawa
Yeri yang mendengar itu awalnya tidak senang tapi mendengar suaminya tidak menghiraukan langsung tersenyum bahagia
Bibi go menyenggol paman go " pria tua jangan banyak bicara "
__ADS_1
" cheng terimakasih karena telah membantu keluarga kami " bibi go berterimakasih dengan tulus
" bibi jangan sopan lagi pula aku dan paman go sudah dianggap kenalan " cheng dengan rendah hati berkata
Bibi go menyukai pemuda yang masuk akal mengerti mengapa dia mendapatkan menantu cantik lebih menghargai cheng
" siapa nama menantu mu " tanya bibi go
" ah bibi nama ku yeri " suara lembut dan sopan terdengar
" gadis yeri jangan sopan jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja " bibi go tersenyum
Yeri mengangguk " kalau begitu mari kita melihat-lihat " bibi go membawa yeri pergi dahulu
" liat jika dia menemukan seseorang dia pasti akan mengajak berbelanja " keluh paman go
Cheng tertawa " paman apa kau tidak takut bibi mendengar "
Paman go menggelengkan kepala tidak bisa berkata-kata
Kedua pria itu menjadi tukang bawa belanjaan dadakan tak sengaja bertemu paman xulchu, paman feng, paman zhig yang nasibnya sama seperti mereka
5 pria berkumpul saling memandang dengan tatapan sabar satu sama lain kecuali cheng yang tidak masalah membawa barang istrinya
" yeri liat ini akan sangat indah jika kau pakai tapi kancing hilang satu " suara menyesal bibi go terdengar
Cheng menatap baju kuning itu sangat bagus tidak terlalu terang atau tidak terlalu gelap sangat sesuai dengan kulit putih yeri
" dasar bodoh jangan ragu mengunakan uang " cheng tersenyum menyerahkan kain itu pada yeri
Yeri tertegun tapi kemudian tersenyum cerah menatap suaminya dengan terimakasih
Cheng tidak menerima ucapan terimakasih dari yeri karena dia senang jika gadisnya bahagia
Bibi go melihat hubungan keduanya langsung menatap pria tua disampingnya " liat bagaimana cheng lebih tau merawat menantu dari pada mu "
Paman go yang menjadi sasaran terdiam apakah salahnya jika tidak bisa romantis? Lagi pula dia sudah tua bukan apakah kau tetap ingin menikmati masa muda diumur segini!
Tentu saja paman go hanya mengatakan dalam hati jika dia mengatakan itu sudah dipastikan dia akan tidur di jalanan
Istri paman xulchu, paman feng, dan paman zhing juga sama seperti paman go
Melihat itu yeri tidak bisa menahan tawa melihat tawa yeri para pria menatap yeri dengan terpesona cheng langsung manatap tajam mata orang-orang itu
Para pria langsung ketakutan pura-pura melihat lain
Sungguh menyermkam - batin mereka
Tiba-tiba yeri melihat cheng berdiri di depannya memiringkan kepala bingung tanpa sangat imut menahan diri " jangan tersenyum saat diluar " suara posesif pria itu terdengar membuat yeri tersenyum
" aku mengerti "
__ADS_1
Cheng mengangguk puas setelah mendapat apa yang dia mau
Para paman ' apakah kau perlu menujukan kasih sayang di depan kami '
Para bibi menatap suami mereka dengan galak karena tidak tau bagaimana bersikap romantis
Teman-teman Qia Mei melihat menantu perempuan cheng dengan tatapan tercengang siapa yang tidak penasaran dengan menantu cheng karena bisa menolak Qia Mei tapi setelah melihat ternyata mereka tau bahwa Qia Mei kalah jauh dari awal
Cantik dan lembut siapa yang tidak mau
Cheng menjadi maniak belanja setiap melihat baju atau kain yang cocok dengan yeri langsung dibeli tanpa bertanya harga jika bukan karena yeri menghentikannya karena lelah dan lapar dia akan tetap membeli
Mereka ber sepuluh mengunjungi paman Xu di kafetaria " yo cheng kau datang "
" ya paman biarkan menantu ku mencicip keahlian mu "
" siap "
Paman Xu kembali ke dapur tak lama keluar lagi membawa hidangan dengan beberapa bawahannya
" Sihlakan "
Yeri mencicipi hidangan itu dan matanya langsung bersinar gembira " enak "
Di puji koki langsung mengangkat wajah bangga
" benarkan paman Xu sangat ahli memasak " jelas cheng
" cih bocah bau jangan pikir aku tidak tau maksud mu " paman Xu mencibir
" paman hehehe "
Tentu saja niat cheng dapat tambahan lagi karena setiap jatah orang itu sudah di atur
" cih tunggu "
Ucap paman Xu pergi ke dapur kemudian keluar lagi dengan tumis iga
" paman kau yang terbaik " cheng tersenyum senang membiarkan istrinya mencicipi iga tumis itu
Yeri yang bukan foodies langsung senang saat menyantap makanan enak bukan hanya itu bersama orang-orang ramah di samping suaminya , yeri lega karena ternyata pabrik kain orangnya tidak sombong atau arogan
Mulut paman Xu tanpa sadar naik membentuk bulan sabit
Paman go, paman feng, paman xulchu, dan paman zhing tidak bisa tidak bahagia memuji mulut manis cheng yang dengan mudah mengalah paman Xu
Tawa dimeja mereka pecah bahkan para bibi juga senang saat bertemu dengan istri dari kawan suami mereka
Mungkin karena sama-sama perempuan mereka dengan mudah terhubung cheng juga lega melihat yeri dengan mudah mendapatkan hubungan baik dengan para bibi
Cheng berfikir mungkin karena gadisnya peri jadinya banyak orang suka dengannya
__ADS_1
Jika yeri tau suaminya mengatakan dia peri sudah di pasti akan tersipu malu....