
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Berbeda dengan cheng yang tak tau keluarga mertuanya tengah ribut sedang sibuk mengerjakan akuntansi perdagangan dengan teliti
Tapi pikiran juga sekalian memikirkan apa yang harus dia beli dari bonus pabrik semakin cheng pikir semakin yakin untuk membeli TV dan sofa dari sistem tentu saja
Bukan hanya itu dia berencana saat rumah barunya jadi baru lah cheng pindah buka karena takut peduduk takut tapi emang karena rumah cheng sedang di renovasi memakan waktu satu tahun karena cheng meminta dibuat sesuai gaya tahun depan
Paman go yang telah meregangkan tangan melihat waktu istirahat seperti melihat cahaya harapan langsung menarik cheng keluar pergi ke kafetaria
" paman go apakah kau tau kemana paman pi " tanya cheng bingung
Paman go menghela nafas " sesuai dugaan kita istrinya memberikan topi hijau padanya dan sekarang dia mengambil cuti " suara paman go penuh simpati
Cheng juga mau tidak kasihan dengan paman go walaupun dia selalu menargetkannya tapi dia tidak memasukan ke hati
Paman feng, paman xulchu dan paman zhing hanya menghela nafas tau akan hal itu
Suasana hening itu tidak bertahan lama sampai suara paman xu berteriak marah semua langsung menoleh menatap ke arah paman xu
" ya kalau kau tidak suka enyah kau dari sini " paman xu benar-benar marah urat-urat muncul di lehernya
" kenapa kau marah aku hanya mengatakan makana ini tidak enak lebih enak makanan direstoran negera " ucapnya pamer
Paman go menatap pemuda songong itu dengan marah begitu juga yang lain
" bah kalau begitu pergi dari sini " teriak paman xu mengusir orang itu
" tentu siapa yang mau makan-makanan hewan " ucapan tiba-tiba membuat para karyawan yang makan tiba-tiba menatap dengan muka suram
Pemuda itu seperti salah bicara langsung ketakutan dan gugup tapi saat berbalik matanya langsung melihat suasana mematikan
Menelan ludah berlari keluar dari kafetaria
__ADS_1
" cih orang seperti itu hanya pamer siapa dari kami yang tidak pernah ke restoran milik negera " paman xulchu sakit kesalnya menyantap makan dengan marah
Yang lain mengangguk setuju , cheng hanya merasa ini lucu paman xulchu seperti bos preman
" oh ya cheng dimana kau membeli baju sangat bagus " tanya paman feng
Tanpa sadar mulut cheng tersenyum " paman ini tidak dijual, menantu ku membuatnya khusus untuk ku "
Mereka menatap cheng dengan males tapi harus mengakui kerajinan menantu cheng sangat bagus. Seperti tau tatapan para paman cheng mengakat wajah bangga
Semua dengan geli menyantap makan tapi entah kenapa makana yang di makan terasa masam
Kemudian bertanya-tanya kenapa istrinya tidak membuat mereka baju juga shingga dia harus melihat kemesraan anak bau ini - batin mereka
Selesai makan cheng telah selesai dan pulang lebih dahulu tapi tidak langsung kembali ke desa melainkan mampir ke pembuangan sampah
" apa yang kau inginkan " tanya pria tua menatap cheng dengan waspada
Cheng dengan sopan menjawab " paman aku adalah pekerja pabrik aku berencana membeli buku dan beberapa perabotan "
Melihat pengenalan cheng paman itu setuju membiarkan cheng masuk kedalam. Dengan hati-hati cheng melihat sekeliling melihat tumpukan sampah yang membukti
Cheng mengunakan sistem mengidentifikasikan setiap vas, piring, dan kayu
Sekarang dia dapat membeli apapun tanpa takut
Saat cheng tengah mencari lagi cheng melirik waktu takut terlalu lama cheng melihat tumpukan buku dipojok mengambil buku sekolah menengah
Hanya ada 5 set buku cheng membawa langsung ke paman penjaga membayar sebanyak 25 yuan kemudian mampir ke agen pemasok
Membeli kue ayam, benang wol, dan beberapa pon gula serta tepung putih cheng kemudian baru kembali ke desa tapi ditengah jalan yang sepi cheng mengeluarkan TV berwarna lalu melanjutkan kembali pulang dengan senyum mekar
Disaat cheng hampir sampai di rumah yeri baru saja akan masuk kedalam melihat barang yang penuh di kursi belakang penumpang
Tidak bisa tidak terkejut
" menantu aku pulang " suara cheng lembut
" cheng "
Kedua pasangan itu tersenyum saling memandang jika bukan karena suara deheman paman tetangga sebalah
__ADS_1
Yeri merasa malu menatap cheng dengan sembunyi-sembunyi
Cheng juga tersenyum mengangkat barang-barang ikut ke dalam
" aku membeli tv " ujar cheng memperlihatkan TV yang di pegang
" cheng darimana kau dapat bukankah semua uang masih di tabungan " tanya yeri bingung
Cheng menepuk kepala gadis itu dengan lembut " salahkan suamimu yang mampu ini , karena aku melakukan pekerjaan dengan baik aku mendapatkan bonus 300 yuan " cheng tidak menceritakan uang yang di dapat dari pembuangan sampah atau dari sistem
Yeri terkejut sekaligus bahagia menatap cheng dengan tatapan kagum " cheng kau sangat hebat "
Tanpa sadar sudut mulut cheng terangkat bangga paling senang gadisnya memuji dirinya
Cheng tidak berlama-lama mulai memasang TV di aula dan untuk sofa mungkin belakang cheng membelinya
Setelah memasang TV dan antena kini secara resmi rumah cheng memiliki TV selain keluarga paman li
Cheng menyalahkan TV langsung menampilkan gambar yang sangat jernih
yeri pernah melihat tv tapi memiliki tv dia pertama kali sangat bahagia apalagi mengetahui ini adalah hasil kerja keras suaminya
Tapi dia ingat suaminya belum makan meninggal cheng di aula langsung memasak beberapa hidangan, melihat itu cheng menghangat istrinya tetap lebih mementingkan dirinya dari pada barang baru
" cheng ayo makan " panggil yeri dengan suara lembut
Cheng tentu saja dengan gembira datang duduk bersama istrinya mulai menyantap makanan dengan lahap walaupun dia sudah makan tapi jika itu masakan istrinya dia pasti akan makan
Selesai menyantap makan cheng ingin mencuci piring tapi langsung dihentikan oleh yeri dan dorong menganti baju
Cheng tentu saja mengangguk dengan patut pergi membersihkan diri dan menganti baju dengan yang lebih tipis
Keluar dari kamar cheng langsung pergi ke aula menemani yeri nonton sambil cheng memotong buah apel yang ada di atas meja
Yeri tampak sangat serius menonton sangat imut jika di liat oleh cheng
Disaat mereka sedang bersama berita cheng memiliki tv menyebar seperti api langsung terdengar membuat para penduduk iri dan cemburu tapi juga senang karena keluarga chen tidak bisa menikmati berkah dari keluarga cheng
Siapa suruh berhati serigala!
Bahkan harimau saja tau menjaga kerabatnya sungguh kejam pikir mereka
__ADS_1
Semua ingin segera ke rumah cheng dan melihat tapi emang karena mereka sedang sibuk diladang tidak bisa meninggalkan senangnya saja