SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI

SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI
Naik


__ADS_3

๐™Ž๐™š๐™ข๐™ค๐™œ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–


๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™


โ‚๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ


โ‚๐™‰๐™ค ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฉ โŒ


...โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โŠนโŠฑโœซโŠฐโŠนโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€...


Tiba di pabrik cheng masuk kedalam menyanpa paman go dan paman pi walaupun paman pi tidak membalas cheng tidak peduli


" kamerad cheng dipanggil ke ruang pemimpin " seorang pemuda yang mengenakan seragam kerja bagian pengepangkan memanggil cheng


Cheng bingung apakah dia berbuat salah?? Tapi tetap berjalan ke ruangan pabrik


Mengetuk pintu cheng dengan tenang masuk setelah mendapatkan izin dari pemilik ruangan


Melihat pria yang duduk di kursi pemimpin cheng menatap dengan tenang tidak ada jejek gugup atau gelisah hanya menunggu dengan tenang melihat reaksi pemuda didepannya pemimpin mengangguk puas


" chen kua? "


" benar "


" sihlakan tanda tangani surat kenaikan " pria itu tersenyum


Cheng semakin bingung dan bertanya " pemimpin apakah anda tidak salah "


" tidak ini memang sudah di atur dari atas " pemimpin tersenyum misterius


Cheng hanya mengangguk tidak bertanya lebih jauh melihat pihak lain tidak kau mengatakan maka cheng tidak akan memaksa


" terimakasih pemimpin "


" jangan berterimakasih semua ini karena kau orang baik " pemimpin tersenyum


Cheng setelah menandatangani surat berbalik keluar dari ruangan dengan raut wajah senang siap memberi tau yeri calon suaminya telah dipromosikan


Didalam ruangan pria yang merupakan pemimpin menelpon seseorang " ayah aku telah mempromosikannya "


" itu bagus dia anak yang baik " ujar pria tua itu


" baiklah ayah aku harus bekerja " pemimpin mematikan sambung telpon sebelah pihak bukan karena tidak mau mendengar tapi pasti dia akan diceramahi untuk kembali kerumah karena ibunya belum melihatnya yang ujung-ujungnya hanya menjadi ajang pamer dengan tetangga .


Disaat kembali ke ruangan cheng dia tanya oleh paman go dengan wajah khawatir cheng tersenyum memberi tau bahwa dia telah di promosi menjadi pekerjaan tetap

__ADS_1


Paman go sangat senang seakan dia lah yang dipromosikan " itu bagus kau sekarang tidak perlu khawatir lagi "


Cheng mengangguk ikut bahagia hanya paman pi yang tidak senang mulai mengerutu dalam hati ' jika itu keponakannya pasti dia yang akan menjadi pekerjaan tetap itu '


Paman pi penuh dengan keluhan kepada cheng bahkan menganggap cheng lah yang telah merebut posisi keponakannya dan membuat keponakannya tidak puas padanya


Mengabaikan paman pi , cheng mentraktir paman go dan paman xulchu di kafetaria meja mereka sangat hidup penuh canda tawa bahkan ada tambahan orang lagi dimeja mereka yaitu paman feng dan paman Sochi teman dari paman xulchu


" liat bukan cheng paman yakin kau akan dipromosikan " paman xulchu membual di tau segalanya


" cih orang ini benar-benar tidak tau malu " cibir paman go


Paman feng dan paman Sochi semakin menambah bahan bakar membuat meja mereka menjadi pusat perhatian


Selesai makanan keluar dari ruang kafetaria seseorang gadis memberikan surat, cheng menerima surat itu membacanya ' aku menunggu mu di taman belakang ' isi surat itu


" pergilah " paman go tidak mau ikut campur urusan anak muda


Cheng tidak banyak berpikir datang kebelakang taman melihat seorang gadis dengan baju rok merah bunga-bunga menatapnya dengan malu-malu


" kamerad aku menyukai mu apakah kau mau menjalin hubungan " tanya gadis itu malu-malu


Cheng langsung menolak wajah setenang lautan " maaf aku sudah memiliki istri "


Kata-kata itu membuat gadis itu patah hati tapi membayangkan gadis itu pasti kalah jauh dari langsung merasa masih ada harapan


" kamerad " gadis itu terus memanggil cheng yang pergi


Menatap dengan kesal mulai penasaran dengan wanita yang disukai kamerad cheng


Disisi lain cheng melupakan gadis itu bahkan tidak tau siapa itu dan dari bagian mana. Tidak ambil pusing melakukan pekerjaan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan.


Setelah jam 2 cheng bangkit berpamitan dengan paman go pulang lebih awal berencana menberikan kabar gembira tak lupa mengeluarkan 2 kati daging, krim salju, kue ayam, kue bulan ๐Ÿฅฎ , dan permen kelinci kesukaan yeri


Kembali ke desa cheng tidak langsung pulang tapi pergi ke rumah keluarga ye


" ibu / ayah " sapa cheng melihat calon mertua di depan pintu


" cheng kau sangat awal?? " ibu ye tersenyum membawa cheng masuk


Cheng tersenyum " ibu aku kesini membawa kabar gembira " ucap cheng


Ibu ye tentu saja penasaran " apa itu? "


Cheng tersenyum secara misterius dan berkata " aku dipromosikan menjadi pekerjaan tetap "

__ADS_1


Ibu ye dan ayah ye sangat bahagia mendengar itu " itu bagus, ayo kita rayakan " bangkit siap kedapur


Melihat itu cheng buru-buru memberikan daging dan sisanya akan diberikan langsung pada yeri.ibu ye sudah menganggap cheng adalah putranya jadi dia menerima tanpa malu lagi


" cheng kamu harus mencicip pangsit yang ibu buat " ibu ye sangat bangga saat keahliannya di rasakan oleh orang


Lain


" aku yakin itu enak seperti setiap masakan ibu " puji cheng


" mulut mu sangat manis " ibu ye geli pergi ke dapur


Dan kedua pria itu mulai membahas pekerjaan petani atau suasana pekerjaan di pabrik, cheng tentu saja menceritakan segalanya dan memberi tau ayah mertunya dia bisa mendapatkan kain yang cacat setiap minggunya jika membeli dan harganya lebih murah dari yang ada di tempat lain karena untuk kebaikan pekerja pabrik


Ayah ye menghela nafas bahagia " ah sungguh baik bekerja di pabrik seperti itu "


Cheng mengangguk setuju dengan perkataan ayah mertuanya


Di sela-sela mereka berbicara cheng tau bahwa yeri ada dikamar dan tidak boleh melihat dirinya sebelum pernikahan besok tapi cheng tidak bisa menahan diri untuk tidak bertemu dengan yeri berniat akan bertemu secara diam-diam


Ibu ye keluar dari dapur menyajikan makan siang sebenarnya mereka agak telat makan siang hari karena pekerjaan pertanian jadi saat cheng datang mereka masih makan siang


" hemm ibu pangsit ku sangat enak " cheng mengambil pangsit dengan senang


Ibu ye tersenyum geli tapi suka saat kerajinannya di puji oleh orang apalagi menantunya


Setelah makan ibu ye membawakan semangkuk pangsit ke kamar yeri


Cheng tidak berlama-lama disana langsung pamit kepadaa ayah mertuanya tidak lupa memberikan tas berisi krim salju, kue bulan ๐Ÿฅฎ , dan kue ayam


Dengan sepedah cheng berkendara lebih jauh sedikit kemudian memutar ke belakang rumah keluarga ye dengan mudah memanjat tembok itu untung saja tidak tinggi jadi tidak sulit masuk


Melihat jendela yang terbuka dan ada bunga cheng tau itu kamar yeri melihat tidak ada orang lain selain yeri cheng langsung masuk


Yeri yang didalam kamar terkejut karena kedatangan cheng yang tiba-tiba


" saudara cheng kenapa kau ada disini " yeri gugup dan cemas takut ketauan mengunci pintu


Cheng tersenyum lembut menarik gadis itu kedalam pelukannya " aku tidak bisa menahan diri "


Mendengar itu sudut mulut yeri terangkat "saudara _ " ucapan yeri terhalang oleh ciuman mendadak cheng walaupun sudah ketiga kali berciuman yeri tetap malu


Melepaskan ciuman itu cheng tersenyum membelai pipi gadis itu " aku telah di promosikan "


Sesuai dugaan cheng gadis itu meloncat kesenangan seakan dia yang dipromosikan " wow saudara cheng kau sangat hebat "

__ADS_1


Sudut mulut cheng terangkat merasa bangga saat kata pujian keluar dari mulut gadisnya


__ADS_2