
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ
Fangyi yang sedang berjalan di desa berusaha mencari hubungan baik dengan beberapa penduduk tapi ada beberapa wanita muda di desa yang menatap cemburu kepada pakaian yang di pakai fangyi
Karena mereka penasaran dengan kota lain para bibi mulai bertanya tentang tempat asal fangyi .
Melihat sore hampir gelap baru para bibi bubar disisi cheng setelah makan malam bersama dengan yeri berjalan-jalan di sekitar desa menikmati kencan dimalam hari
Bergandengan tangan senyum di kedua wajah itu tidak pernah luntur dan puas berjalan-jalan mereka kembali pulang .
Hari esoknya kedua pasangan itu bangun sesuai jam tidur yeri dengan terampil membuatkan cheng sarapan
Masakan yeri sangat membuat nafsu makan cheng meningkat , yeri tersenyum bahagia kedua pasangan itu satu sama lain terdiam tapi memiliki pemahaman yang baik tentang satu sama lain.
Setelah sarapan cheng berangkat bekerja dengan mengendarai sepedahnya
Para pemuda pelajar yang dibangunkan oleh suara speaker merasa mengantuk tidak bisa menahan ketidak nyamanannya mereka semua tak sengaja melihat cheng mengendarai sepedah pergi ke kota
" kenapa dia tidak bekerja di tanah " li fanghai mau tidak mau penasaran
Seorang bibi yang berada di samping berkata " lesbian jangan anggap kami orang desa tidak dapat pergi ke kota, liat saja cheng dia bekerja di pabrik kain sebagai pekerja tetap "
Begitu suara bibi itu jatuh mereka terkejut ada beberapa lesbian yang mulai menatap cheng
Wanita desa itu menatap gadis kota dengan tatapan menghina " jangan berfikir yang aneh-aneh cheng telah menikah "
Suara bibi itu kembali terdengar meninggalkan para gadis kota yang patah hati
Fangyi tanpa sadar mau tidak mau menatap punggung cheng kemudian bertanya-tanya siapa menantu cheng
Tapi pikiran itu langsung hilang saat dia mendapatkan pekerjaan membajak sawah bersama pemuda pelajar yang lain
Tidak ada yang dapat memikirkan hal lain kecuali rasa lelah dan ingin kembali pulang untuk istirahat
Liu yan yang berkunjung untuk menemani yeri supaya tidak sendiri mau tidak mau memerah saat melihat leher sahabatnya itu
Yeri yang baru sadar langsung tersipu malu menutup dengan syal
Ah malunya - dalam benak yeri sangat ingin menghilang
__ADS_1
Liu yan melihat sahabatnya seperti itu mau tidak mau tertawa geli " cheng sangat ganas " goda Liu yan
Membuat yeri malu seperti tomat
" Liu yan jangan mengoda ku " yeri marah mengerucutkan bibir marah
Liu yan tertawa " baiklah aku tidak akan mengoda mu lagi nyonya cheng "
Kedua sahabat itu saling memandang dan tertawa
" Liu yan sudah lama kita tidak ke gunung mengambil jamur "
" ah kau benar biasanya kita selalu meluangkan waktu untuk mencari jamur tapi saat beberapa tahun ini seseorang hanya melihat suaminya di matanya " cibir Liu yan
" jangan nakal " yeri mengembungkan pipi marah
Liu yan terkekeh meminta maaf keduanya mengambil keranjang perjalanan ke gunung dengan canda tawa
Karena arah gunung melewati sawah yang di tugaskan untuk pemuda pelajar mereka melihat yeri dengan tatapan cemburu, iri dan kagum bahkan ada yang suka
Siapa lagi yang suka kalau bukan pemuda
" siapa gadis itu " pemuda Pelajar baru bertanya dengan penasaran matanya terus menatap yeri
Seorang paman yang bertugas membantu memberikan penyuluhan cara membajak sawah mendengar itu pun menjawab " itu adalah kamerad yeri menantu perempuan kamerad cheng "
Begitu di beritau wajah pemuda itu murung karena mengira yeri masih belum menikah tapi ternyata sudah menikah
Semua orang dengan wajah tidak bagus bekerja tapi fangyi menatap punggung yeri hingga menghilang dengan mengeretakan gigi iri dengan kecantikan yeri
Bahkan li fanghai yang biasanya tidak akan iri juga iri kepada yeri yang memiliki wajah cantik dan memiliki suami pekerja pabrik
Iri itu berubah menjadi cemburu saat mendengar para bibi mengatakan bahwa keluarga mereka memiliki semua hal bukan hanya itu bahkan saat pernikahan menjadi sensai karena melakukan 3 putaran
Li fanghai merasa kenapa dia tidak bisa menikah dengan orang yang lebih baik dari pada cheng sehingga mendapatkan 3 putaran juga
Pikiran li fanghai terlalu naif berfikir semua akan sesuai keinginannya
Fangyi tidak seperti li fanghai menunjukkan langsung bahwa dia iri tapi menahan di hatinya dan menujukan senyuman di wajahnya
Tetap menjaga imagenya sebagai wanita polos
Bah sungguh menjijikan
Digunung entah karena keberuntungan yeri atau hanya kebetulan mereka berdua menemukan jamur di belakang bambu dengan jumlah yang sangat banyak
Liu yan berseru gembira soup jamur sangat enak apalagi jamur panggang juga enakk
__ADS_1
Kedua gadis itu mengambil semuanya hingga keranjang yang dibawa tidak dapat menampung jamur yang dia ambil melihat jumlah jamur itu yeri ingin membuat hidangan jamur untuk cheng
Berkemas mereka turun gunung kebetulan bertemu seorang bibi dari desa yang terkejut melihat jamur yang sangat banyak dengan iri berkata " yeri kau sangat beruntung mendapatkan begitu banyak jamur "
Yeri tersenyum " bibi aku kebetulan mendapatkan jamur di belakang hutan bambu sangat banyak "
Begitu kata-kata yeri keluar bibi itu tidak sabar untuk mengambil jamur itu
" benar kah "
Yeri mengangguk dengan ramah " kalau begitu bibi akan pergi mengambil jamur dulu "
Liu yan dan yeri hanya menatap tidak berbicara membiarkan bibi itu mengambil jamur lagi pula panen mereka sudah banyak cukup untuk makan beberapa hari
Berpisah di tengah jalan Liu yan pulang kerumah dan yeri juga pulang kerumah
Baru saja yeri bersiap akan membuat beberapa olahan suara beberapa wanita datang dari luar
" kamerad yeri "
Yeri memiringkan kepala bingung apakah dia ada mengundang seseorang tapi di lupa pikirnya
Tidak banyak memikirkan lagi yeri keluar membuka pintu melihat dengan bingung karena tidak mengenal gadis di depannya
" siapa " suara yeri begitu lembut
" kamerad perkenalkan saya li fanghai pemuda pelajar dari kota " dengan nada bangga
" saya fangyi " tersenyum ramah
" saya hongling " dengan tatapan merendahkan
Melihat para gadis di depannya ini yeri tidak terlalu marah dia memang di manjankan tapi tempramen nya tidak manja melainlan lebih bijaksana dari kebanyakan gadis di isinya
" kamerad aku tidak tau apa yang membuat kalian datang ke sini " tanya yeri ramah
Li fanghai menatap tempat tinggal yeri dengan cemburu " kamerad apakah kami boleh tinggal disini "
" tidak " yeri menolak dengan tersenyum
" kamerad aku dapat memeberikan mu uang "
" aku tidak kekurangan uang "
" kamerad kau tidak tau apa yang baik dan buruk " ujar hongling tidak senang menatap yeri dengan kesal apakah dia tidak tau dengan meminta seperti ini mereka telah menurunkan harga diri mereka
" kalau kau sudah berbicara sihlakan pergi aku masih punya hal lain " kata-kata yeri masih sopan dan menutup pintu
__ADS_1
Li fanghai menghentakan kaki tidak senang melihat ini fangyi langsung berkata " mari kembali dan bicara lagi dengan kamerad Cheng nanti "
Mereka setuju kembali ke asrama kumuh itu