
Tak pernah sedikitpun terpikir olehku untuk menikah diusia muda.
Diusia yang masih sembilan belas tahun aku harus menikah dengan seorang pria berhati batu yang tidak punya perasaan, bahkan dipertemuan pertama dia sudah menorehkan luka di hatiku.
Pernikahan ini memang bukan perjodohan paksa dari kedua orang tuaku. Akan tetapi, Ibunyalah yang memintaku untuk menikah dengan putranya itu agar ia mau membantu kami membayar uang operasi Ayah.
Inilah jalan yang terbaik demi keselamatan Ayah yang sedang mempertaruhkan nyawanya.
Bagaimana aku tega membiarkan Ayah yang jasanya tak terhitung padaku dalam keadaan sekarat.
__ADS_1
Selagi ada kesempatan untuk menyelamatkan Ayah, aku rela melakukan apapun termasuk menikah dengan pria berhati batu itu.
Tidak ada cara lain selain menerima bantuan yang mempunyai imbalan ini. Bagaimana aku dan Bunda mendapatkan uang puluhan juta untuk biaya operasi ayah selain menerima tawaran ini.
Aku tidak tau alasan apa yang dimiliki Ibunya sehingga ia mau menjadikanku sebagai menantunya.
Aku bukan gadis pintar yang mempunyai seribu prestasi,
Aku bukan gadis dari keluarga kaya yang hidup dengan berlimpah harta,
__ADS_1
Aku juga bukan gadis sholehah yang setiap harinya penuh dengan amal ibadah.
Aku hanya gadis desa, gadis sederhana yang hidup dengan sederhana pula, akan tetapi kesederhanaan inilah yang membuat hidupku sangat bahagia. ya, aku hidup sangat bahagia dengan penuh kasih sayang orang tua meskipun hidup tak berlimpah harta.
Tapi, itu dulu, sebelum aku menikah. Setelah aku menikah hidupku berubah 180 derajat.
~ Aqila.
...Jangan lupa baca Al-qur'an hari ini, InsyaAllah Allah hidup kita menjadi berkah...
__ADS_1