Suamiku Buta

Suamiku Buta
Sinopsis


__ADS_3

Tak ada seorang pun di dunia ini yang ingin ditinggal oleh orang yang disayangi, terlebih seorang anak ditinggal oleh kedua orang tua untuk selama lamanya ; menyesakkan sukma. Namun apalah daya, tak ada manusia yang mengetahui takdir yang Allah berikan untuknya. manusia hanya bisa berdoa, berusaha, dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuknya dan sesekali manusia harus mengeraskan hati agar tak muda lelah. Dan yakinlah semua akan indah bila takdir baik telah berpihak pada kita.


Menjadi anak angkat, apa yang bisa ia perbuat selain berbakti pada orang yang telah merawatnya dengan penuh kasih dan sayang, walau terkadang hati mengatakan tidak, tetapi sebagai bakti ia harus melakukannya. berharap kebaikan selalu menyelimuti tiap langkahnya. dan termasuk menikah dengan seorang laki laki buta yang bahkan tidak pernah ia (Arunika) kenal sebelumnya.


Bab 1


Orang Tua Asuh


Arunika menampakkan diri dari kegelapan malam, pertanda bahwa hari segera tiba. sosok cantik nan lembut menggeliat dari balik selimut orangenya, memerjapkan mata beberapa kali, mengumpulkan nyawa lalu bangkit dari ranjang menuju wastafel untuk membersihkan muka sebelum memulai harinya. ya, dia adalam Arum Putri Rahardian, anak dari tuan Dian Rahardian dan nyonya Amelia Anggista Dwi. walau pun kini ia tinggal dengan keluarga Tuan Dian Rahardian yang kaya raya, tetapi hidupnya tak selalu nyaman. ia cukup sadar diri dengan siapa dirinya yang hanya merupakan anak angkat dari Tuan dan Nyonya Rahardian.


***

__ADS_1


"Arum, kemarilah, Nak," titah Ibu Cici, pengasuk panti asuhan cita sejahtera.


Dengan langkah hati hati, Arum pun mendekan ke arah Bu Cici. dengan tangan lembutnya ia mengusap tangan Arum lalu berkata, "ini adalah tuan dan nyonya Rahardian. mereka yang akan merawatmu mulai saat ini. ayo beri salam pada tuan dan nyonya Rahardian," perintah Bu Cici. ya, Bu Cici memang sangat menyayangi Arum. beliau termasuk orang tua yang tidak membeda - bedakan anak panti.


"Assalamu'alaykum Tuan dan Nyonya Rahardian," ucapnya dengan kepala menunduk.


"wah santun sekali, sini Sayang Ibu peluk," ucap Nyonya Anggista Dwi Rahardiam dengan merentangkan kedua tangan.


Setelah urusan dengan Bu Cici dan persetujuan Arum, akhirnya mereka pun pulang. Walau dengan berat hati Bu Cici melepasnya, karena memang Arum salah satu anak panti yang rajin juga cerdas.


***

__ADS_1


"Amel, Ibu datang," teriak nyonya Anggi setelah pintu rumah di bukakan oleh Bi Amin. "Amel ke mana, Bi?" tanya nyonya Anggi pada Bi Amin.


"Non Amel belum datang, Nyonya, tadi memberi pesan katanya pulang telat karena masih ada acara perpisahan bersamma teman - teman SMP-nya, Nyonya, tetapi sudah dijemput oleh pak Sopir Nanang.


"yaudah sebaiknya Bi Amin bawa Non Arum ke kamarnya," titahnya.


"Baik, Nyonya. Mari, Non,"


Bi Amin membawa Arunika menuju kamarnya di lantai dua. kamar Arunika bwrsebelahan dengan kamar Nona Amel dan Nyonya Anggi. usai sampai di kamarnya, Arunika memandang dengan tabjub, bagaimana tidak, kamar yang ia tempati sekarang tiga kali lipat besanya dibanding kamar yang ada di panti asuhan.


terlebih seorang anak ditinggal oleh kedua orang tua untuk selama lamanya ; menyesakkan sukma. Namun apalah daya, tak ada manusia yang mengetahui takdir yang Allah berikan untuknya. manusia hanya bisa berdoa, berusaha, dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuknya dan sesekali manusia harus mengeraskan hati agar tak muda lelah. Dan yakinlah semua akan indah bila takdir baik telah berpihak pada kita.

__ADS_1


Menjadi anak angkat, apa yang bisa ia perbuat selain berbakti pada orang yang telah merawatnya dengan penuh kasih dan sayang, walau terkadang hati mengatakan tidak, tetapi sebagai bakti ia harus melakukannya. berharap kebaikan selalu menyelimuti tiap langkahnya. dan termasuk menikah dengan seorang laki laki buta yang bahkan tidak pernah ia (Arunika) kenal sebelumnya.


__ADS_2