
Baru setenganya Al memasukkan adik juniornya, kini Arum berteriak sekencang mungkin, beruntung kamar mereka kedap suara.
"Aaahhh ... aaaahhh ... Alvaro ... sakit ...," ringisnya.
Al pun menc*** kembali bibir Arum untuk mengalihkan perhatiannya agar Arum tak merasakan sakit. kini adik junior Al telah menembus dinding pertahanan Arum dan di iringi dengan aliran darah. Arum mencengkram pundak Al sekuat tenaga, perlahan gerakan itu melambat dan membuat Arum juga Al masuk ke dalam surga duniawi.
"A--aku mau pipis, Al," ucap Arum yang merasakan kemal**nnya mulai menampung banyak air.
"a--aku mau pipis, Al," ucapnya kedua kali.
"tumpahkan saja, Sayang, tumpahkan. kita tumpahkan bersamaan," jawab Al yang semakin kencang menggoyangkan pinggul dan kini mereka mencapai puncak secara bersamaan. Al langgung ambruk di atas tubuh Arum.
Merasa kelelahan Arum pun tertidur. pun begitu juga dengan Al.
__ADS_1
Saat Al terbangun, Al mendapati dirinya memeluk erat tubuh Arum.
"Apa yang aku lakukan?! kenapa dia dan bukan Jesica?!" pekiknya.
flashback
Saat Al masuk ke ruang ganti, Al melihat Jesica yang hanya mengenakan handuk dari dada sampai lutut atas. Al mengira itu adalah Jesica. karena melampiaskan rasa rindunya maka Al mencium jesica yang ternyata itu adalah Arum.
Al mencium mulut Arum dan dengan leluasa menjelajahinya meski tanpa balasan. Al meremas kembali sebelah kanan payudara ranum itu dan ******* punting payudarah sebelah kiri.
merasa terusik, Arum hanya mengeluarkan nada seksinya itu. Aahhh ... aaaahhh ... rancu Arum dengan mata masih tertutup.
ini tidur atau pingsan, guman Al. Namun Al masih menikmati permainannya seorang diri. kini Al kembali memasukkan adik juniornya ke dalam lubang itu dan kembali menyemburkan benih benihnya hingga Al merasa puas dan tumbang kembali.
__ADS_1
Al mengecup semua wajah Arum, "Ini semua adalah milikku," batinnya.
sang fajar memancarkan sinarnya, mengusik dua insan yang memadu kasih semalaman. Arum menggeliat dan merasa aneh saat merasa ada tangan kokoh memeluk tububnya erat.
Arum sempat kaget saat mendapati dirinya tak mengenakan pakaian apapun. Perlahan Arum menurunkan tangan itu dari perutnya dan berhasil. saat akan menurunkan kakinya dari ranjang, Arum meringis merasakan pedih di area sensitivenya.
Hingga pekikannya membangunkan Al. Al menyadari apa yang di rasakan Arum. lalu dengan tubuh polosnya menggendong arum ke dalam kamar mandi. Arum yang kaget langsung melingkarkan tangannya di leher Al.
Dasar memang adik kecil tidak tahu diri. bisa bisanya adik kecil itu kembali berdiri, karena tak ingin menyiksa Arum untuk ketiga kalinya, setelah meletakkan Arum di Bathtub berisikan air hangat untuk menghilangkan rasa nyeri, Al segera pergi ke toilet untuk menuntaskan hajatnya seorang diri.
Saat kembali ternyata Arum telah selesai membersihkan diri. Dan dengan segera Arum mengganti spreinya dengan warna gelap. sumpah Arum merasa malu saat mengingat pergulatannya semalam.
"Saya cari ternyata ada di sini," ucap Al yang melihat Arum berada di balkon kamar melihat taman dan berhadapan langsung dengan bintang fajar yang mengeluarkan semburat kuning ke emasan.
__ADS_1