Suamiku Buta

Suamiku Buta
PENDERITAAN BARU DIMULAI 2


__ADS_3

Lama Arum berdiri di belakan Al yang berjarak lima meter, "Ada apa?" tanya Al yang seketika mengagetkan Arum


Arum terperanjak dan lalu menjawab pertanyaannya, "Aku mau meminta Izin untuk ke rumah Mamaku hari ini. aku merindukan mereka dan juga ada beberapa barang yang harus 'ku ambil." jawab Arum.


Secepat kilat Arum mengambil punggung tangan Al --- suaminya untuk ia cium lalu berlari keluar kamar.


Al terkekeh saat melihat tingkah Arum, "mainan baru. pasti akan sangat menyenangkan," batinnya.


***

__ADS_1


"kamu ke mana kemarin, Rum?" tanya Fani pun begitu juga dengan steven yang menengok ke kiri menatap Arum.


"iya, tuh kakak tingkata nyariin kamu," ucap Steven di iringi dengan anggukan dagu untuk menunjuk laki laki di sebrang sana. ya, laki laki itu adalah Bilar, pria yang terkenal playboy di kampus. terbukti banyak mantan yang berceceran baik di satu tingkatan maupun adik tingkatan. memang tak bisa dipungkiri karena wajahnya yang rupawan juga tingginya sekitar 180 cm, bersih dan juga kaya raya, tetapi dengan semua yang Bilar miliki menjadikannya laki laki tidak baik karena bergonta ganti pasangan.


Bilar beberapa kali mendekati Arum, tetapi Arum selalu menghindar dari Bilar karena sudah mengetahui tabiat Bilar.


***


Arum mematung sejenak, Ia lupa kalau tadi ke kampusnya memakai taxi. "boleh," ucap Arum. karena memang setelah dari kampus Arum berniat untuk pulang ke rumah Mama Anggista terlebih dahulu.

__ADS_1


***


Di sebuah rumah megah nan mewah lebih tepatnya di ruang kerja, Tuan muda sedang mencari tahu siapa dalang dibalik penyebab kecelakaan yang menewaskan tunangannya --- Jesica. Tuan Muda itu masih meratapi kepergian Jesica. Ia tak menyangka kalau hari itu adalah hari terakhir ia melihat senyum wanita yang dicintainya sejak dua tahun lalu. Emosinya memunjak tak kala antara penyesalan juga amarah menjadi satu. tanpa sadar Ia melempar semua benda yang ada di meja kerjanya.


praaakk ... praaakkk ... praaakkk ... suara itu terdengar nyaring di telinga Arum saat ia baru saja membuka handel pintu utama. setelah masuk rumah, mata Arum langsung tertuju ke lantai dua tepat di kamar sebelah kamar tidur utama (kamar tidur tuan muda dan dirinya). Arum segera berlari menaiki anak tangga, "apa yang terjadi, Bi?" tanya Arum dengan khawatir.


"Tuan Muda mengamuk di dalam, Non," jawab Bi Inah


Sekertaris Han yang baru tiba pun dengan sekuat tenanga mendobrak pintu ruang kerja dengan tenaga dalam. pintu terbuka dan sekertaris Han langsung masuk. Saat Arum juga melangkahkan kakinya untuk masuk ruangan tetiba tangannya dipegang oleh Bibik Inah, jangan, Non, bahaya kalau Tuan Muda sedang marah," ujar Bi Inah melarang Arunika untuk masuk ke dalam ruang kerja, tapi karena Arunika keras kepala sehingga tetap saja masuk. Seketika Arunika langsung Syock karena melihat ruang tersebut berantakan, belum lagi rambut Al juga turut acak acakan. Tanpa rasa takut Arunika memeluk Al dengan sekuat tenaga, berusaha menghentikan tangan Al agar tak menarik rambutnya sendiri. Namun tenaga Arunika kalah kuat dengan tenaga Al, sehingga saat Al mengibatkan tangannya Arunika langsung terjatuh ke belakang dan keningnya membentur ke meja laptop.

__ADS_1


happy reading temans, ingat beri vote dan juga hadiah ya


terima kasih


__ADS_2