
"Gak usah terlalu dipikirkan Fani, percaya saja akan takdir Allah, yang penting kita selalu berdoa agar apa yang Allah tetapkan sesuai dengan keinginan kita. dan lagi KKL nya masih empat bulan lagi kan," ucap Arum dengan menepuk pundak Fani.
ketiga nya pun berpencar saat berada di parkiran. Arum melaju dengan mobilnya membelah jalan ibukota menuju Mession Adhitama. sesampainya di rumah dan langsung memakirkan mobilnya di garasi, berjejer dengan lima unit mobil Tuan Muda. ya, sebelumnya Nyonya Saras menyarankan agar Arum memakai mobil Alvaro, tetapi Arum menolak. jujur saja Arum terlalu sayang dengan apa yang dia punya.
Saat tiba di kamar utama, suara serak itu mengagetkannya.
"Darimana saja? jam segini baru pulang?" cecar Al.
"Dari kuliah," jawab Arum dengan menundukan pandangan.
"baca! lalu tanda tangani." seru Al.
Arum mengambil kertas itu lalu mulai membacanya.
SURAT PERJANJIAN
Membersihkan dan merapihkan kamar sebelum tuan muda bangun.
Mengepel kamar sebelum Tuan Muda bangun.
Memandikan Tuan Muda
__ADS_1
Menyuapi Tuan Muda saat sarapan dan makan malam
Tidak pulang kuliah melebihi pukul lima Sore
Tidak ada kata penolakan saat diperintah oleh Tuan Muda
Tidak ada kontak fisik kecuali saat memandikan Tuan Muda
mata Arum membulat sempurna. "ini maksudnya apa?" tanya Arum.
__ADS_1
"kamu bisa baca kan isi perjanjiannya apa?! tandatangi segera, karena kamu harus melakukan tugasmu kepadaku mulai malam ini,"
"Segera beraihkan dirimu lalu suapi tuan muda ini,"
***
Subuh menjelang, Arum bangun tepat pukul 04.30. Arum teringat akan perjanjian yang baru saja tadi malam ia tandatangani, segera ia merapihkan kamar, mengelap meja dan semuanya dengan pelan agar tak membangunkan Tuan muda. setelah selesai dengan aktifitasnya, Arum kemudia mandi, walaupun ia tahu kalau bajunya akan basah kembali karena memandikan Tuan Muda, tapi tak mengapa karena nanti tinggal membilas dirinya saja.
Ritual pagi berjalan sesuai isi surat perjanjian, mulai dari mengelap ngelap, mengepel, memandikan sampai menyuapi Tuan Muda untuk sarapan pagi. tepat pukul 07.30 Arum pergi ke kampus.
***
"Sekertaris Han, bagaimana kabar tentang kematian jesica? apakah sudah tertangkap siapa yang menyebabkan kecelakaan itu?!" tanya Tuan Muda saat berada di ruang kerjanya.
"belum, Tuan Muda. pengawal juga sudah menyelusuri semuanya, tetapi belum menemukan titik temu.
"Lalu bagaimana dengan pendonor mataku?! apakah kalian sudah menemukannya?" tanya Tuan Muda kembali.
"Tudah ada pendonornya, Tuan Muda. Ta--tapi tiba tiba pendonor itu menghilang dari jangkauan. keluarganya juga sudah pindah dari tempat tinggalnya. para tetangga juga tidak ada yang mengetahui ke mana mereka pindah rumah.
"lalu bagaimana dengan perusahaan? apakah ada masalah selama mama ke Jerman?"
"Sejauh ini tidak ada, Tuan Muda. semua masalah dapat teratasi dengan baik. dan juga tidak ada masalah yang berati," jelas sekertaris Han.
"Sekertaris Han, bawa aku ke makan Jesica. aku sangat meridukannya."
Tuan Muda dan Sekertaris Han pun pergi mengunjungi makam Jesica.
Pukul setengah tujuh malam Tuan muda sampai di rumah. Tampilannya kini menyedihkan, rambutnya acak acakkan dan Ia langsung menuju kamar utama berniat untuk mandi agar tubuhnya segar kembali. Sedangkan Sekertari Han langsung memakirkan mobil sport bewarna hitam itu.
Happy reading temans, ingat tolong bantu beri vote dan kasih hadiah ya
Terima kasih
__ADS_1