Suamiku Buta

Suamiku Buta
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

"Arum sangat baik, juga penurut. jadi tidak mungkin dia memermalikan keluarga Rahardian, percaya sama Mama, Pa, kita sudah mengenalnya sembilan tahun bukan." ucap nyonya Anggista meyakinkan suaminya.


"baiklah kalau begitu Papa serahkan sama mama. pastikan Arum mau menerima perjodohan ini!" tegasnya.


flashback off


Hari yang ditunggu telah tiba, ya, hari ini Arum izin tidak masuk kuliah dengan alasan sakit. Steven dan Fani berniat untuk menjenguknya, mereka khawatir, pasalnya kemarin perasaan biasa biasa saja tapi tetiba hari ini Arum sakit. Namun Arum tidak mengijinkan kedua sahabatnya itu untuk menjenguknya dengan alasan sudah membaik dan lagi hari ini adalah hari jum'at, jadi Steven dan Fani harus mengikuti kajian rutin yang di adakan oleh kampus setiap jum'atnya.


***

__ADS_1


"MasyaAllah ... putri mama cantik sekali," pujinya pada Arum saat tiba di kamar sebuah hotel.


"Ma, Arum takut," ucapnya dengan bibir gemetar dan ait mata yang akan tumpah dan akhirnya tumpah juga.


Anggista memeluk Erat putrinya, "tidak akan ada apa apa, semua akan baik baik saja. ada Mama, Papa, dan Kak Amel di dekatmu. kami tidak pernah meninggalkanmu," ucap Nyonya Anggista sambil menatap matanya kemudian memeluk Arunika dan mengelus elus pundaknya.


"tapi, Arum sama sekali enggak kenal dia, Ma," ucapnya masih dengan sesegukan.


Setelah make up nya kembali dirapihkan, Arunika dan Nyonya Anggista keluar menuju ruangnya di mana janji suci itu akan diucapkan oleh Arion Adhitama Alvaro dan Arunika Putri Rahardian. pernikahan sangat sederhana, hanya dihadiri oleh keluarga Adhitama dan Rahardian saja. mengingat kini Al sedang mengalami kebutaan di kedua matanya, sehingga akan sangat beresiko jika resepsi mewah di gelar, karena bisa sangat mungkin para pendusta dan penjahat memanfaatkan situasi yang dialami oleh putra semata wayang adhitama.

__ADS_1


Semula Arum merasa heran karena tidak ada ayah Alvaro, ternyata setelah dibisiki oleh mama Anggista bahwa ayahnya telah meninggal dunia lima tahun lalu, baru Arum tidak merasa aneh. setelah acara pernikanan selesai, masing masing keluarga meninggalkan hotel tersebut untuk kembali ke rumahnya, pun begitu pula dengan keluarga Rahardian. Namun kali ini Arum tidak pulang ke rumah keluarga Rahardian, melainkan pulang ke rumah keluarga Adhitama --- suaminya.


Saat Arum mengetahui bahwa suaminya adalah laki laki buta, iya merasa kecewa. mengapa mamma dan papa juga kakaknya tidak memberitahu kondisi Al sebenarnya, tapi apalah daya, nasi telah menjadi bubur. walaupun ia mengetahui sebelumnya juga sama saja, karena Arum tak bisa berbuat apa apa selain menerima pernikahan in. dalam hatinya ia merintih memanggil nama mama dan papanya yang telah tenang di alam sana, Arum ingin orang tua kadungnya menemani saat saat sakral seperti ini, tapi apalah daya semua mustahil baginya.


kini Arum hanya berdoa dan percaya bahwa apapun jalan yang akan ia lalui kedepannya, ia harus tegar dan kuat menjalaninya. sekeras dan seberat apapu itu.


Hari ini aku up beberapa Bab, mengingat beberapa waktu lalu sibuk di memikirkan dia, eehh tapi dianya biasa aja. sad dah wkwkwkkk ....


happy reading temans, ingat tolong bantu vote dan beri hadiahnya ya

__ADS_1


Terima kasih ....


__ADS_2