
Arunika yang baru pulang dari kampusnya merasa heran karena tidak seperti biasanya Tuan Muda tidak ada di balkon kamar, biasanya begitu Arum sampai kamar selalu mendapati Tuan Muda di sana.
Arum membuyarkan lamunannya sendiri lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai, Arum hanya menggunakan handuk kecil yang dililitkan di dadanya hingga menutupi paha dan menuju ruang ganti pakaian, karena ia berpikir tidak ada Tuan Muda ini jadi ia tak membawa pakaian ganti ke kamar mandi. saat baru selesai memakai pakaian dalam dan hendak memakai branya, Arum terkejud saat mendengar pintu ruang pakaian di buka. Ia melihat Tuan Muda, penampilannya mengkesedihkan, tetapi tetap saja ketampananya tak diragukan.
Tuan Muda semakin mendekatinya. Arum semakin merasa dedegan dan akan berlari ke luar. Namun baru sejengkal melangkah, tangannya sudah di cekal oleh Tuan Muda lalu Tuan muda melangkahkan kakinya ke depan. Arum memundurkan langkahnya hingga ia menempel ke tembok. kini napas Tuan Muda menerpa wajah Arum. Arum memejamkan matanya dan benda tebal itu kini menempel di bibir Arum. Arum yang kaget pun mengeratkan bibirnya, tapi Tuan Muda malah menggigit bibir bawah Arum dan akhirnya Arum membuka mulutnya. Tuan Muda terus menciumi bibir itu, tapi kini ciuman itu semakin rakus dan meminta balas. Arum yang kehabisan napas terus memukul dada bidang Tuan Muda. Menyadari bahwa Arum kehabisan napas, Tuan muda melepaskan pungutan itu. selang tiga menit Tuan Muda kembali mencium bibir Arum. kini ciuman itu berubah menjadi *******. handuk yang Arum gunakan telah jatuh ke lantai dan kini tangan kiri Tuan Muda memegang telungku Arum, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk meremas gunung kembar Arum. Arum yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti ini langsung menegang badanya. suara yang sedari tadi ia tahan kini lolos juga.
Aaahhh ... ahhhh ... desah Arum. Tuan muda pun menyeringai saat Arum mengeluarkan suara seksi itu. Ia menuntun Arum menuju ranjang berukuran king size bewarna putih tulang itu tanpa melepaskan pungutannya.
__ADS_1
Tuan Muda melepaskan semua pakaiannya lalu kembali menindihi Arum. Bibirnya membuat tanda kepemikikan di leher jenjang Arum dan tangannya masih memainkan gunung kembar arum. kini ciumannya beralih ke buah dada Arum dan tangannya menjelajahi area sensitife Arum. Arum yang tak tahan dan dibuat mabuk kepanyang oleh cumbuan Al pun menggigit bibir bawahnya kuat kuat.
"keluarkan saja suara itu, Sayang," perintah Al.
kini tangan Al telah menbuang CD Arum ke sembarang arah dan memasukkan jari telunjuk Al ke l****g v****a Arum.
eeemmm ... Aaaahhh ... Aaahhh ... Alvaro ... desah Arum.
setelah dilihatnya Arum telah basah, Al menatap Arum untuk meminta ijin untuk memasukkan adik juniornya ke sarangnya.
__ADS_1
Arum yang sudah dibuat melayang masih paham akan tatapan Al, "Ta--tapi ..."
"gapapa, Sayang, aku akan pelan pelan,"
Arum melihat ke arah kakinya dan benar saja Arum mendapati junior Al telah berdiri tegak, Arum pun menganggukan kepala tanda menyetujuinya.
Alvaro pun duduk di hadapan Arum. Ia membuka kedua paha Arum dan perlahan memasukkan adik juniornya.
Happy reading temans, ingat bantu vote dan beri hadiah ya
__ADS_1
Terima kasih