
Menjelang malam Amel tiba di rumah dengan di jemput oleh supir Jojo sebelumnya. Amel melihat kedua orang tuanya berada di ruang tamu lalu menghampirinya. matanya membelakak ketika melihat Arum duduk di samping mamanya, tetapi ia bersikap cuek, memang sifat Amel yang terkesan angkuh.
"ini Arunika, Mel. Arum, ini kakak Amel yang Mama cerikan tadi," jelas nyonya Anggista.
Arum pun mengulurkan tangan, "Arum, Ka," ucap Arunika memperkenalkan diri.
Namun Amel mengabaikan uluran tangan Arum, ya, memang Amel tidak bisa serta merta akrab dengan orang asing, padahal nyonya Anggista maupun tuan Dian sangat ramah.
__ADS_1
***
Amel dan Arunika di sekolahkan di tempat yang sama, tetapi karena cita cita Amel sedari kecil ingin menjadi seorang dokter, maka ia mengambil jurusan MIPA (MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM), sedangkan Arum memilih jurusan IPS, karena cita citanya ingin menjadi pengusaha yang kaya raya seperti adegan film yang sering ia lihat di dalam tv.
Walaupun mereka berbeda jurusan, tiap bwrangkat sekolah selalu bersamaan, karena diantar oleh pak supir Jojo, sedangkan pulangnya lebih banyak Arum yang pulang duluan, karena biasanya Amel mengerjakan tugas atau penelitian terlebih dahulu ; sehingga Amel lebih sering pulang beesama teman temannya.
Amel juga termasuk orang yang muda bergaul, terbukti ia mempunyai banyak teman baik laki laki maupun perempuan. Walaupun terkesan memilih teman, tetapi itu memang pantas, mengingat Amel yang Smart juga cantik juga tinggi dan putih. sehingga menjadi salah satu idola di sekolahan tersebut.
__ADS_1
***
tak terasa ini adalah tahun ketiga, di mana sekarang mereka kelas XII, mereka sibuk mencari Universitas terbaik di Indonesia dan mereka berikrar untuk masuk Universitas yang sama. Arum, Fani dan Steven bak sebuah perangko yang tak bisa dipisahkan.
"guys, kita di terima di Universitas XX dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis," teriak Steven kegirangan saat melihat pengumuman SBNPTNyang ada di layar handphone ya.
"mana mana," ucap Fani sambil melihat handhone Steven. "hah iya," sambungnya," lalu mereka pun berpelukan.
__ADS_1
***
Kini mereka telah masuk di semerter enam, seperti halnya saat SMA, saat kuliah pun tiga serangkai itu tak pernah terpisahkan. hanya saat ada tugas saja Steven tak pernah menginap di rumah Arum atau Fani, karena dia laki laki dan cukup tau aturan dalam berteman. walau tidak bisa dipungkiri bahwa ada rasa yang bergelayut dalam rongga dadanya, mengingat sifat Arum yang memang hangat dan selalu ceria, sehingga rasa itu muncul dalam diri Steven untuk Arum. Namun ia menyadari bahwa Arum sepertinya tidak merasakan seperti apa yang ia rasakan selama ini. terlihat saat ia memberi kode, Arum terlihat biasa saja. ia cukup tau kalau Arum tak seperti perempuan perempuan kebanyakan yang langsung mengerti bila diberi kode. ingin sesekali rasanya ia mengungkapkan perasaannya pada Arunika, tapi ia khawatir rasa itu justru akan membuat pertemannya menjadi buruk. maka tiap kali pikiran itu datang, ia mengabaikan. sedangkan Fani, kini ia telah mempunyai pasangan dan kini tengah LDR-an. Pacar Fani tergolong dewasa karena kini usianya telah mencapai 29 tahun, sedangkan usia Fani masih 21 tahun pun begitu juga usia Arum dan Steven