
"Ayo turun Sayang," ucap nyonya Saras pada menantunya.
Arum mengulas senyum di bibirnya untuk mereda detakan jantung yang seakan mau melompat keluar, "Iya Tante," jawan Arum menundukan kepala.
Saras menggandeng tangan Menantunya dengan lembut, sedangkan Alvaro telah menghilan dari pandangan setelah dituntun oleh sekertaris Han. Sesampainya di dalam rumah, Arum langsung disuguhkan oleh pemandangan yang wah, meski rumah tuan Rahardian termasuk kategori mewah, tetapi ternyata rumah keluarga Adhitama masih di atasnya. Meski begitu Arum merasa biasa saja, karena memang ia termasuk tipe perempuan yang tidak matre dan memang keluarga Rahardian selalu mengajarkan anak anaknya agar bersikap sederhana walau bergelimang harta, agar bila suatu saat bila musibah menimpa mereka tidak sakit jiwa.
"Sekertaris Han, di mana Al?" tanya nyonya Saras saat melihat Sekertaris Han akan keluar rumah.
"Tuan muda ada di kamar, Nyonya," jawab Sekertaris Han menundukan pandangan.
"Oh, baik, Terima kasih, Sekertaris Han."
Sekertaris Han menganggukan kepala lalu kembali menuju pintu keluar belakan menuju mess untuk beristirahat para pekerja di rumah Adhitama. mess itu berada di belakang rumah utama yang berjarak sepuluh meter, sehingga bila akan ke atau dari mess menuju rumah utama akan melewati kolam ikan yang cukup besar.
Nyonya Saras mendengkus setelah mendengar jawaban Sekertaris Han, "anak itu benar benar kebiasaan," gumannya.
__ADS_1
"Iya ada apa, Tante," tanya Arum. ia mengira bahwa Nyonya Saras berbicara dengannya.
"Tidak, Sayang."
"Baik, Tante," jawab Arum masih diam di tempat.
"loh kok Tante, kan Mama ini Mamanya Al dan Al suami kamu, jadi kamu juga manggilnya Mama, masa manggil Tante. Emang kapan Mama nikah sama Om kamu, hihiii," jelasnya dengan tersenyum.
"iya, Tante, eehh Mama,"
"Nak," Nyonya Saras menatap mata Arum.
flashback on
"Ma, hari ini aku akan ke bandung, mau mengantar Jesica pulang dulu. katanya Jesica mau ketemu orang tuanya sebelum ikut kita ke Jerman," izin Al memberitahu.
__ADS_1
"loh, bukannya kita akan ke Jerman setelah kalian menikah? dan itu masih sebulan lagi 'kan, Sayang," tanya nyonya Saras.
"Iya, Ma, tapi ga tahu ni si cewek keras kepala, hihiii ... ini mama bicara aja langsung sama orangnya," ucap Al lalu memberikan handhonenya pada Jesica.
"hello Tante," sapa Jesica saat menatap nyonya Saras dari layar handphone Al.
"iya, Sayang. emang benar apa yang Al katakan? kamu hari ini mau pulang ke Bandung?" tanya Nyonya Saras dengan raut muka penuh tanya. walau sebenarnya ia tahu bahwa putranya tak pernah berbohong.
"Iya Tante, kita sekarang di perjalanan. Tetiba kangen sama mama dan kebetulan boleh ambil cuti seminggu sebelum resign dari kantor, jadi pulang dulu ke rumah, Tante." jelas Jesika.
"kenapa kalian tidak naik pesawat saja? 'kan lebih cepat, Sayang," tanya Nyonya Saras.
"gapapa, Tante, kan biar bisa menikmati pemandangan hehee,"
"yasudah hati hati ya, bilang sama Al, harus jagain kamu loh ya," tekan Nyonya Saras.
__ADS_1
happy reading temans, ingat bantu vote dan beri hadiah ya
Terima kasih