Suamiku Buta

Suamiku Buta
CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

Darah segar keluar dari kening Arunika dilengkapi dengan warna keunguan di sekitarnya. Bi Inah segera membantu Arunika untuk berdiri lalu membawanya keluar dari ruang kerja. Sesampainya di luar Bi Inah langsung memberikan betadin, kapas lalu di handsaplas luka tersebut agar darahnya berenti mengalir.


"auuu," ringis Arum. "terima kasih, Bi," ucap Arum pada Bi Inah.


"iya, Non. Non Arum kenapa masuk ke dalam? kan Bibi sudah bilang kalau Tuan Muda mengamuk semua berakibat fatal.


"iya, Bi, maaf merepotkan," sesal Arum.


"Sebaiknya Non Arum istirahat saja dulu, biar pusingnya hilang,"


"Silahkan masuk Non Arum," ucap Bi Inah saat berada di ambang pintu kamar utama.


ya, Kamar utama adalah kamar laki laki arogan itu, sejak dulu tak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk ke dalam kamar oleh Alvaro, tak terkecuali Nyonya Saras. yang bisa masuk ke dalam kamar tersebut hanya Sekertaris Han dan Farel (dokter pribadi keluarga Adhitama) juga pak Iyan, ketua pekerja rumah ini.


Sesampainya di dalam kamar, Arum bingung harus istirahat tidur di mana. jujur saja Arum merasa segan bila harus tidur di kasur berukuran king size itu dan lebih kepada takut bila harus tidur bersama Alvaro, meskipun Alvaro suaminya.

__ADS_1


Saat Alvaro masuk ke dalam kamar, ia mendapati Arum telah tidur di sofa berwarna merah maroon itu. menunggingkan bibirnya, "tahu diri juga gadis kecil ini." gumannya.


Saat akan mandi Alvaro pun berpikir kenapa tidak menggunakan mainan barunya ini, pasti akan sangat menyenangkan. Ditariklah tangan Arum hingga Arum jatuh ke lantai, "bangun! Saya mau mandi, siapkan Air hangatnya," perintah Al dengan nada tinggi. beruntung kamarnya kedap suara sehingga tak terdengar sampai ke luar.


"aauuu ...," ringis Arum saat mendapati dirinya sudah jatuh ke lantai. mengumpulkan nyawa sebentar lalu beranjak ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. saat akan beranjak keluar kamar mandi, Arum kaget karena Al telah berdiri di pintu. "mau ke mana? mandiin saya," ucap Alvaro.


"ta---tapi,"


"kau pikir saya bisa mandi sendiri dengan keadaan seperti ini,"


"Cepatan," ucap Al langsung membuat Arum akan terjatuh ke bathtub dan bibir mereka bersentuhan.


Secepat kilat Arum berdiri dan mematung lalu menggosok badan Al dengan pikiran kosong.


"Jangan berpikir aku tertarik padamu gadis jelek," ucap Al berekpresi datar.

__ADS_1


"hah," Arum tersadar dari lamunannya dan sedikit menyatukan giginya, "untung buta jadi ga tau kalau aku salah satu gadis tercantik dan terpandai di kampus," guman Arum.


***


Seperti tiap hari, tiga remaja itu berjalan beriringan. eehhh tiga deng, karena yang satunya sudah bersuami meski belum diapa apain dan sudah pasti masih segelan yekan ... wkwkwkk ....


"Ar, gila banget kan itu tasi dosen! masa iya kita di KKL (Kuliah Kerja Lapangan) di tetapkan di perusahaan dan ga boleh milih perusahaannya. mana itu perusahaan ternama semua coba," ucap Fani frustasi.


"Memang kenapa? kan kita cerdas cerdas," sanggah Steven.


"ya emang kita cerdas, tapi kalau sekali kita membuat kesalahsn di perusahaan itu, konsekuensinya adalah kita harus ngulang tahun depan semester ini," ucap Fani.


Happy reading temans, ingat beri vote dan hadiah ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2