Suamiku Buta

Suamiku Buta
PENDERITAAN BARU DIMULAI


__ADS_3

Hari ini Autor up beberapa BAB ya reader, semoga hari hari kalian menyenangkan.


Al pun kembali merebahkan dirinya ke ranjang king size berwarna silvel dengan spei dan selimut bewarna putih tulang.


Pagi menjelang, Arum memerjapkan beberapa kali matanya setelah merasa terusik dengan cahaya mentari. Arum pun merasa punggungnya sakit sebelah, setelah duduk beberapa menit untuk mengumpulkan nyawanya, ia baru tersadar kalau semalam tidur di sofa dan ia kaget saat melihat sekelilingnya ; tempat yang asing.


Arum tersadar dari lamunanya saat pintu kamar diketuk dari luar, "Non, sudah bangun atau belum? ditunggu Nyonya di meja makan," seru Bibi dari luar.


"Oh iya, Bi, sebentar saya akan membersihkan diri terlebih dahulu," sahut Arum. lalu ia bergegas menuju kamar mandi.


Selesai membersihkan diri lalu beranjak ke ruang ganti lalu keluar kamar, saat akan keluar kamar Arum kelihat ranjang dan ternyata Al--suaminya sudah tidak ada. Arum bergegas menuruni tangga menuju meja makan. ia melihat Nyonya Saras dan Al sudah duduk dan berbincang di meja makan.

__ADS_1


"Maaf Tante menunggu lama, eehh Mama," ucap Arum.


"iya gapapa, Nak. Bagaimana tidurmu tadi malam? nyenyak atau tidak? atau malah enggak bisa tidur?" tanya Nyonya Saras.


dan Arum menanggapi dengan senyuman. di sela sarapannya Nyonya Arum memberitahu bahwa Ia akan pergi ke Jerman Siang ini. Arum sempat terkejut dan tersendat saat mengunyah makanan, tetapi karena masalahnya sangat penting dan tidak bisa di wakilkan maka mau tak mau Nyonya Saras harus pergi untuk meninjau perusahaannya yang ada di Jerman.


Sekertaris Han telah bersiap di ambang pintu untuk mengantar Nyonya Saras ke bandara.


"Suatu saat nanti Mama akan mengajakmu ke Jerman, Sayang, kalau sekarang belum bisa. mengingat kondisi Al, kamu jaga Al ya, Sayang," pesan Nyonya Saras dengan mengeratkan pelukannya pada Menantu kecilnya.


Mobil yang ditumpangi oleh Nyonya Saras dan di kendarai oleh Sekertaris Han telah hilang pandangan setelah keluar pagar tinggi itu.

__ADS_1


Suasana berasa berbeda bagi Arum. agak sedikit mencengkam. Arum masih berdiri di depan teras sedangkan Al telah masuk ke dalam rumah.


Arum tersentak saat mendengar suara dari arah meja makan lalu berlari ke arah meja makan. dilihatnya piring beserta nasi dan lauk pauk berserakan di lantai. Segera Arum memunguti pecahan piring itu dan dengan sengaja Al menginjak jari Arum saat Arum memingut pecahan piringvkaca itu.


"Auu ...," ringis Arum saat jarinya mengeluarkan darah segar. segera Arum berlari ke wastafel untuk mencuci tangannya.


Setelah memberi hanshaplas ke tanyannya sendiri, ia melirik jam dinding dan jam dinding menunjukan pukul setengah sembilan. hari ini hari sabtu, sebenarnya tidak ada jadwal kuliah, tetapi seperti sebelumnya saat hari sabtu Arum dan Steven juga Fani menghabiskan waktunya di perpustakaan. Maka tak heran jika mereka bertiga di terima di universitas ternama yang ada di Ibukota.


Setelah mengganti pakaian Ia melihat Al berada di balkon kamar mereka. dengan memberanikan diri Arum menghampiri Al untuk meminta izin padanya.


Lama Arum berdiri di belakan Al yang berjarak lima meter, "Ada apa?" tanya Al yang seketika mengagetkan Arum

__ADS_1


Happy reading temans, ingat tolong vote dan beri hadiah ya


Terima kasih terima kasih terima kasih banyak sebelumnya


__ADS_2