
"Tenang saja, Ma, tanpa diminta pun Al akan menjaganya sepenuh jiwa, iya 'kan Tuan Putri," jawab Al sekaligus bertanya pada Jesica dengan mengedipkan mata.
"yasudah Mama tutup ya, Sayang, Mama mau jalan pulang dulu.
***
Saat perada di pertengahan jalan tetiba ponsel Nyonya Saras berbunyi dan ternyata yang menelfon adalah Sekertaris Han. Sekertaris Han diminta untuk mengambil Alih rapat siang tadi, karena Al mengantar Jesica pulang ke Bandung. Sekertaris Han memberitahu bila Tuan Muda Al mengalami kecelakaan bersama Jesica.
"Pak Rizal putar balik ke Rumah Sakit Bhayangkara, Al kecelakaan dan sekarang ada di sana," perintah Nyonya Saras dengan spontan saat sambungan telefon telah diputus oleh Sekertaris Han.
Setelah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara Nyonya Saras langsung menghampiri Sekertaris Han yang mondar mandir di depan pintu ruang operasi.
"Mana Al, Han?" tanya Nyonya Saras.
"Masoh di dalam, Nyonya,"
__ADS_1
***
Setelah satu setengah jam menunggu akhirnya dokter keluar.
"Dok bagaimana keadaan putra saya? dia baik baik saja 'kan? saya boleh masuk?" Nuonya saras memborong pertanyaan kepada dokter yang menangani operasi Al.
"tenangkan diri Ibu, pasien baik baik saja dan telah melewati masa kritisnya. Nanti bila sudah di pindah ke ruang rawat Ibu bisa menemui pasien. saya permisi dulu, Bu," pamit Pak dokter.
Arunika mulai menyingsing, awan membiru di angkasa dan laki laki itu terbangun, "Alhamdulillah kamu sudah siuman, Nak," ucap syukur Nyonya Saras.
ingin Nyonya Saras menangis, tapi ia berusaha tegar. "kamu kecelakaan saat mengantar Jesica pulang ke Bandung kemarin, Sayang. kepalamu mengalami benturan hingga menyebabkan kebutaan. hiks," mutiara yang ditahan agar tak keluar dari pelupuk mata pun akhirnya lolos juga.
"Jesica, mana Jesica, Ma," tanya Al sambil menggoyang goyangkan tangan Mamanya.
"Jesica ... dia ... dia meninggal ditempat, Nak, begitu juga dengan Pak supir Rahmat.
__ADS_1
"Enggak, gak mungkin, Al mau pulang! Al mau ketemu Jesica." ucapnya memberontak berisaha bangkit dari blankar.
flashback Off
"Sejak saat itu Al menjadi dingin sikapnya, tapi kamu enggak usah khawatir, ada Mama di sini. kalau Al sampai macem macem ke kamu, kamu laporin saja ke Mama, biar mama cincang Alvaro," ucap Nyonya Saras dengan tertawa. akhirnya mereka berdua pun tertawa.
"Sudah malam, sayang, kamu ke kamar ya, mandi lalu ganti pakaianmu. Bi, tolong antar Non Arum ke kamarnya," titah Nyonya Saras.
"Baik Nyonya. mari, Non Arum,"
Arum hanya menjawab dengan agukan kepala lalu mengikuti langkah Bi Sumi. sesampainya di depan kamar utama, Arum merasa dedegan. dengan menarik napas panjang Arum memberanikan diri membuka pintu. Arum memasukkan kepanya terlebih dahulu, setelah itu barulah melangkah masuk ke dalam kamar. dilihatnya Alvaro telah mengganti pakaiannya dan tengah tidur, Arum pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Arum bingung saat matanya mulai terasa berat, tanpa pikir panjang ia pun menjatuhkan dirinya di sofa dengan kaki menggantung karena sofa tersebut kurang panjang.
setelah merasa Arum telah tidur, Al berdiri menghapirinya. dasar gadis kecil! lihat saja piyamanya masa iya bermotif hello kitty, berwarna pink pula. dasar anak anak.
happy readding temans, ingat bantu vote dan beri hadiah ya
__ADS_1
terima kasih terima kasih wkwk wkwkkk