
Sementara itu sukma kelana muncul dari dalam air laut sambil membawa ronghabi rodano melesat keluar terbang mencoba menjauh dari pantai namun sebelum membawa ronghabi rodano pergi jauh dari pantai muncul kilatan petir dari arah timur menuju ke arah barat melewati air pantai dan coba mengenai sukma kelana dan ronghabi rodano,
"Ohh...ada kilatan petir akan mengarah ketempat kita,!" Sukma kelana bergerak secepatnya untuk menghindari kilatan petir dahsyat.
Melompat lebih tinggi dan melayang di udara, bersembunyi di balik awan gelap, akan turun hujan.Sekejap turun hujan dengan intensitas tinggi.
Melesat lagi turun ke tanah dengan membawa ronghabi rodano,ada angin menyapu keduanya berputar-putar hingga keduanya terlempar sejauh seratus meter,menembus dinding asap gelap memasuki tempat lain di perbukitan hijau dengan udara dingin, dingin yang begitu parah seakan menusuk tulang, bagaikan jutaan jarum menusuk-nusuk tulang.Keduanya beberapa saat tak berdaya dengan udara dingin yang dibawa angin membuat tenaga seperti berkurang hingga lemas, pingsan lima menit kemudian,sukma kelana mencoba membuka kedua matanya sambil menarik nafas,menyusun tenaga menggerakkan badannya agar terjadi pembakaran energi panas mengalir.
Sedangkan ronghabi rodano belum sadarkan diri.
Tapi tiba-tiba entah apa yang terjadi pada sukma kelana hingga dirinya kembali berubah, tubuhnya sukma kelana jadi transparan lagi dan tak mampu menyentuh ataupun memegang semua benda yang terlihat oleh dirinya.
"Ooooohh.. kenapa jadi begini lagi,?"
"Seperti yang lalu, apa yang terjadi pada diriku sebenarnya,?" Sukma kelana berbicara pada dirinya.
Sukma kelana berlari cepat menuju tepian danau yang ada disekitarnya dan melihat wajahnya tak terlihat,hanya bisa melihat pemandangan di belakangnya,
"Wajahku mana? Hanya ada pemandangan langit-langit," sukma kelana masih bingung dan mencoba mengambil air dengan kedua telapak tangannya namun saat diambil airnya jatuh dan jatuh berulang ulang terus, seluruh tubuhnya transparan.Dia mencoba menabrakkan dirinya ke sebuah pohon yang tidak jauh dari danau itu,namun tubuhnya mampu menembusnya hingga di balik pohon itu.
Tiba-tiba ada suara tanpa diketahui dari mana suara muncul.
"Heei..sukma kelana,
kau telah berada di tempat yang lain,dan tak bisa kembali ke tempatmu,"
Suara itu hanya lewat dan tak mampu untuk dilihat siapa yang berbicara tadi.
__ADS_1
Sukma kelana berlari secepat kilat melesat kembali ketempat dimana ronghabi rodano pingsan.Namun ronghabi rodano sudah tak terlihat lagi, lenyap menghilang entah kemana.
"Kemana orang tadi yang ada di sini,?" Sukma kelana melihat kemana-mana,mengitari tempat itu namun jejaknya tak terlihat.Sesaat kemudian sukma kelana melihat dan mencari disekitarnya ada bayangan hitam melesat melintasi tempat sukma kelana."Siapa itu??? Tanya sukma kelana,sambil mencoba mengejar bayangan hitam.Mengikuti bayangan hitam misterius, sukma kelana berlari dengan kecepatan penuh mengimbangi larinya bayangan hitam agar tidak kehilangan jejak.Hingga sampai pada suatu tempat di pekuburan,sukma kelana menghentikan pengejaran terhadap bayangan hitam itu dan mengintai di kejauhan, jaraknya sekitar dua puluh langkah serta bersembunyi di balik pohon besar yang ada disitu.Sukma kelana melayang naik diatas pohon sekaligus mengintai apa yang di lakukan bayangan hitam itu.
"Kenapa bayangan hitam itu masuk ke pekuburan ini,?"
Sukma kelana bertanya-tanya dalam hati.Tanpa diketahui sukma kelana ada sesuatu yang mendekatinya dengan kondisi yang sama dengan sukma kelana yaitu tubuh seperti transparan,menepuk pundak sukma kelana lalu berkata,
" Sedang apa kau disini,?"
"Kau lihat bayangan hitam itu,?"
Ucap dia.
Sukma kelana kaget dan berpaling sambil berkata,"Yoh, anda sama dengan aku, tubuh transparan."
"Apaa???? maksudnya dengan kata pulang," jawab sukma kelana.
Heran, bingung juga gak tahu dengan kata pulang.
Dia coba menjelaskan dengan apa yang telah diucapkan kepada sukma kelana, tentang kata pulang.Namun sebelum sempat menjelaskan dengan kata "pulang," Dia menghilang setelah terdengar gemuruh dari langit, langit mulai gelap lagi dan hujan turun dengan derasnya.
Sukma kelana juga melayang di udara pergi tinggalkan tempat itu.
Melayang mengembara gak tahu mau kemana,sukma kelana terus melayang dan melayang terbang dari tempat satu ketempat lain.Dari cuaca panas hingga cuaca dingin dilewati, berkelana menjelajahi waktu yang terus berputar tanpa menunggu apapun jua.
Hingga suatu tempat membuat sukma kelana berhenti sesaat dan bertengger diatas pohon mangga,tidak bisa duduk ditangkai hanya melayang didalam atas pohon.
__ADS_1
"Nampaknya sinar sang surya mulai menyapa pagi hari ini,"
Sukma kelana nampak berjemur menikmati pagi hari,sinar mentari menghangatkan tubuh mengingat akan waktu yang telah berlalu begitu cepat.Butiran air embun jatuh ketanah lenyap bersama cerita yang telah dilalui oleh sukma kelana.Kini sukma kelana hanya bisa melihat waktu terus berjalan.Tiba-tiba ada energi negatif menariknya keluar dari atas pohon mangga hingga pohon mangga, hingga merasa tubuhnya berputar-putar tak karuan ketarik ke bawah mengikuti arus energi negatif.Namun belum sempat jatuh lebih dalam ke aliran arus negatif keduanya terpental,sukma kelana terpental kearah selatan dan energi negatif yang coba ditarik seseorang itu juga terpental kearah utara bahkan muntah lemas tak berdaya, sedangkan sukma kelana jatuh dari pohon namun secepatnya melayang melesat menghilang pergi entah kemana.
Orang yang menyerang atau menarik sukma kelana dari atas pohon tadi,bernama nglenyit legit.
Nglenyit legit mencoba berdiri dari jatuh kena benturan dengan sukma kelana.
"Uhhh.. baru kali ini gagal menangkap kilaun sinar dari sesuatu benda diatas pohon tadi," gerutu nglenyit legit.
Dua orang datang menemui nglenyit legit,
"Mbah nglenyit,maaf mengganggu." sapa salah satu orang itu,sambil membungkukkan badan tanda menghormati mbah nglenyit legit.
"Ada perlu apa kalian datang kesini,? Tanya nglenyit legit kepada kedua orang itu.
"Ini ada beberapa hal penting yang harus dilakukan dengan cara...." Seorang mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Tiba-tiba salah seorang terjatuh entah apa yang terjadi.
Sementara itu sukma kelana melayang terbang menyusuri jalan setapak.Diujung jalan muncul gerbang waktu menuju waktu yang akan datang.
"Ada apa ini?" sukma kelana bertanya dalam hati.
"seperti gerbang waktu menuju masa yang akan datang," sukma kelana mencoba meraba-raba tentang sebuah pertanyaan yang muncul dibenaknya.
Sukma kelana terus berjalan perlahan menuju gerbang waktu ke masa depan, semakin dekat semakin terasa tarikannya begitu kuat hingga langsung ketarik masuk kedalam gerbang waktu masa depan dan lenyap hilang entah kemana tak diketahui.
__ADS_1
Sukma kelana melayang juga berputar-putar begitu cepat masuk jauh kedalam lalu menembus lingkaran warna putih bercahaya dan jatuh di sebuah pulau tak berpenghuni.