
Kaca cermin itu tidak menunjukkan tanda-tanda yang muncul di depan kaca cermin itu.
Bahkan hanya muncul wajahnya sukma kelana,kaca cermin pada umumnya.
"Hem, tidak ada apapun,wajahku...eh tapi di belakanku ada apa??" Sukma kelana melihat di dalam kaca cermin ada makhluk yang ada di samping kanan, namun saat berpaling ke belakang tidak ada siapapun.
"Aneh ?? Aku lihat di dalam kaca cermin dibelakangku ada sesosok makhluk hidup tapi saat aku berpaling kebelakang tidak ada." Sukma kelana bingung apa yang terjadi.
Diusap kaca cermin berulang kali dilihat dari dalam kaca cermin muncul dua sesosok barpakain serba putih ada di kanan dan kiri sukma kelana.
"Oh,ada sesosok disamping kanan dan kiriku di dalam kaca cermin." Sukma kelana bertanya tanya dalam hati, sambil perlahan berpaling kebelakang disisi kanan dan juga sisi kiri namun tidak ada siapapun, hanyalah pemandangan pepohonan hijau di bawah bukit watu ijo.
"Aneh, siapa dirimu?? Tunjukkan dirimu yang sesungguhnya.??" Sukma kelana melihat lagi ke kaca cermin tidak ada apapun.
Sesaat kemudian muncul lagi di dalam kaca cermin seseorang di belakang tubuhnya sukma kelana.
"Hah.!!" Sukma kelana dengan cepat berpaling ke belakang namun tidak ada siapapun.Seketika kaca cermin diangkat lalu dilempar cukup jauh oleh sukma kelana hingga membentur batu besar.
Kaca cermin itu tidak pecah namun keluar asap dari dalam kaca cermin,asap putih membentuk seekor singa kecil dan berada disamping kaca cermin itu.
"Biar anak singa kecil itu.tidak berbahaya."sukma kelana mencoba berjalan mendekati anak singa kecil dan kaca cermin yang tidak begitu jauh dari tempat sukma kelana.
"Hah ? Singa kecil itu lama kelamaan berubah ! Berubah jadi besar ...!" Sukma kelana mengurungkan niatnya untuk mendekati kaca cermin dan juga anak singa yang telah berubah jadi besar.
"Lari..!!" Sukma kelana berlari,singa kecil itu sudah berubah jadi singa besar mengejar sukma kelana.
Namun...
"Hiaaat ..!!" Sukma kelana menendang singa itu.
"Bukkk!!" Suara cukup keras kaki kanan sukma kelana menendang singa mengenai perutnya.
Singa berguling - guling kena tendangan sukma kelana.
Dengan cepat singa berpaling kearah sukma kelana untuk siap menerkam lagi.
"Hem ..singa itu masih kuat melawanku.." Sukma kelana berlari mendekati singa dengan cepat menyerang dengan tendangan dan pukulan kearah singa itu...
Namun kali ini aneh singa itu tidak melakukan perlawanan apa apa hanya diam saja,semakin sukma kelana mengerahkan pukulan dan tendangan yang kuat juga keras semakin tubuh sukma kelana sendiri yang merasakan sakit.
__ADS_1
"Aneh ?? semakin kuat pukulanku terhadap singa itu semakin sakit pada tubuhku sendiri." Sukma kelana berhenti memukul atau menendang singa itu.
"Jika aku tendang bagian perut singa, bagian perutku ikut sakit..?? aneh ?" Sukma kelana duduk mendekati singa itu lebih dekat.
"Aku ambil kaca cermin ini." Sukma kelana mengambil kaca cermin yang ada disampingnya singa.
Singa itu perlahan masuk kedalam kaca cermin itu lalu menghilang didalam kaca cermin.
"singa itu masuk ke kaca cermin dan hilang didalam nya
Sukma kelana pergi membawa kaca cermin,kaca cermin itu perlahan berubah seperti karet gelang dan dipakai oleh sukma kelana.
"Kaca cermin ini berubah wujudnya jadi karet gelang, aneh dan ajaib." Sukma kelana melangkah menuju ketepian sungai yang mengalir air tenang.
Air sungai yang bersih dan jernih membuat sukma kelana ingin terjun dan berenang di dalam air sungai itu.
"Begitu jernih air sungai ini.. aku juga sedang haus.. bisa minum air sungai ini." Sukma kelana mengambil air sungai pakai kedua telapak tangannya.
Tanpa diduga tanpa diketahui sukma kelana muncul dua tangan keluar dari air sungai dan...
..menarik leher sukma kelana kedalam air sungai.
"Ohh .!! Apa ini..!!" Sukma kelana segera menarik mundur kebelakang lebih jauh dari air sungai.
Apa benar ? Atau hanya ilusi..?" Sukma kelana perlahan mendekati air sungai.
"Tak ada apapun di sini ..di sungai ini." Sukma kelana melihat sekeliling air sungai.
Gelang kaca cermin yang ada di tangan kanannya menyentuh air sungai seketika lepas dari tangannya sukma kelana jatuh tenggelam di dalam air sungai yang mengalir.
"Ohh..gelang kaca jatuh masuk dalam air sungai." Sukma kelana mencoba mencari dengan memasukkan tangannya kedalam air sungai yang mengalir pelan, dengan cara meraba-raba di dasar sungai.
Sungai yang tidak terlalu dalam sekitar satu meter.
Ditepian sungai..
"Nah ketangkap gelang kaca." Sukma kelana coba menarik keatas air sungai.
"Oh ..kok terasa berat??" Ada apa ya?" Sukma kelana mencoba untuk menarik kembali ke darat.
__ADS_1
Namun berkali-kali dicoba tidak berhasil ditarik.
"Aku harus masuk ke dalam air sungai untuk melihat kesasar sungai." Sukma kelana melompat langsung terjun ke kedalam air sungai.
Berenang melihat Kilauan cahaya putih bersinar didalam dasar sungai.
"Itu gelang kaca tersangkut di bebatuan..." Sukma kelana berenang mendekati benda berkilau yang dikira adalah gelang kaca.
Setelah didekati lebih dekat ternyata ... gelang kaca itu ada di dalam gigi buaya putih yang sedang membuka mulutnya lebar-lebar dalam posisi pura-pura diam, untuk mengelabuhi mangsanya atau musuhnya.
Secepatnya sukma kelana mengambil gelang kaca yang ada ditengah gigi buaya putih.
"Kayaknya itu gigi buaya putih yang terdiam didasar air sungai." Sukma kelana bergerak cepat berenang keatas, yang begitu juga buaya putih itu mengikuti sukma kelana berenang keatas.
"Uhh.. beruntung sampai di darat, kayaknya tadi buaya yang terdiam bagai batu karang putih di dalam air sungai." Sukma kelana berlari menjauh dari tepian sungai.
Sesaat kemudian muncul monster raksasa dari dalam air sungai, merangkak ke daratan.
Monster raksasa buaya putih penghuni atau penjaga air sungai.
"Akan kucoba lihat dikaca cermin ini, siapa sebenarnya monster raksasa buaya putih itu." Sukma kelana bersembunyi di balik pohon juga rumput liar yang tinggi-tinggi.
tingginya rumput liar sekitar setengah meter.
Tidak tampak dari tepi sungai, cukup untuk mengitai monster raksasa buaya putih.
"Biar ku usap kaca cermin ini...hei cermin sakti tunjukkan monster raksasa buaya putih?" Sukma kelana mengusap kaca cermin ajaib.
"Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum monster raksasa buaya putih itu mengikuti kamu ..dan menghabisi kamu!" Kaca cermin memperlihatkan kekuatan monster raksasa buaya putih didalam kaca cermin itu kepada sukma kelana.
"Aku hanya ingin amankan sungai dari pemangsa seperti buaya putih itu." Sukma kelana balik bertanya kepada kaca cermin itu.
"Monster raksasa itu bisa dikalahkan oleh ronghabi rodano anak muda petualang mancing." Kaca cermin memberikan informasi yang sesuai dengan apa yang kaca cermin lihat dalam kaca cermin ajaib.
"Dimana aku harus temukan mereka? sukma kelana bertanya tanya kepada kaca cermin itu.
"Biasanya ronghabi rodano sering melewati tempat ini, namun tidak pernah mau mancing di sungai itu."kaca cermin melompat melayang terbang dan menukik ke bawah menuju sukma kelana, berputar putar dan berubah menjadi gelang kaca menempel di lengan sukma kelana.
"Aku harus pergi kemana?"Sukma kelana mencoba bertanya lagi kepada kaca cermin yang sudah berubah menjadi gelang kaca menempel di lengan kanan sukma kelana.
__ADS_1
"Kamu bisa mengalahkan monster raksasa buaya putih itu, tapi...." Gelang kaca mencoba melihat keadaan sukma kelana saat itu.
"Hemmm..bisa tapi kamu tidak melawan secara langsung." Gelang kaca melihat energi yang lebih di dalam tubuh sukma kelana.