SUKMA KELANA

SUKMA KELANA
Ronghabi rodano


__ADS_3

Di suatu tempat entah dimana tidak diketahui,ada seorang pengembara bernama ronghabi rodano berjalan di bukit berbatu menanjak menempuh perjalanan menuju puncak bukit."Sudah mau sampai,tapi kok semakin berjalan keatas semakin terasa jauh," gerutu ronghabi rodano.sambil merangkak menaiki bebatuan.Waktu terasa begitu cepat hingga senja mulai merayap mendekati malam.Sinar sang rembulan hadir menerangi sela-sela bebatuan bukit,ada burung hantu terbang melintasi di perjalanan ronghabi rodano dan berhenti tepat di depan batu besar,mata burung hantu begitu nampak membaca perjalanan yang telah dilalui oleh ronghabi rodano."Hem, dia mencoba memberi tanda kepadaku akan ada peristiwa atau kejadian yang akan terjadi atau ini hanya perasaanku ."kata hati ronghabi rodano.Tangan kanan dan kiri mencoba bergerak perlahan untuk menangkap burung hantu itu namun gerakan sedikit membuat burung hantu pergi terbang


Burung hantu itu terbang menembus langit bertabur bintang dan menebus bulan purnama.Ronghabi rodano perlahan terangkat tubuhnya dan melayang terbang menembus bulan purnama.


Bagai waktu berputar terbalik, bergerak dari kiri ke kanan, mundur' ke belakang namun seketika berubah begitu cepat bergerak dari kiri ke kanan berputar cepat tak terkira hingga terjadi sebuah ledakan dahsyat membuat suasana malam bulan purnama jadi berubah ke waktu atau masa depan lompatan jauh ke depan puluhan tahun ke depan,


Ronghabi rodano berada di zaman banyak orang terbang dengan kemajuan bangsa teknologi yang digunakan.

__ADS_1


Berputar membawa kedunia lain,ronghabi rodano terbawa arus yang berputar, hingga berada ditempat terdapat hutan hujan tropis.Masih banyak pohon besar dan tinggi-tinggi,bahkan karena lebatnya pepohonan di hutan hingga sinar matahari sedikit masuk kehutan itu karena rungkutnya dedaunan pohon-pohon besar.Tidak beberapa lama terdengar suara menyeramkan di dalam hutan itu.Ronghabi rodano mundur beberapa langkah dan tiba-tiba ada air deras entah dari mana asalnya muncul dan menghanyutkan hingga mengenai kaki ronghabi rodano namun begitu aneh setelah kena kaki ronghabi rodano air itu mengalir lalu hilang entah kemana tak terlihat lagi mengalir nya.


Ronghabi rodano berjalan terus menyuri hutan belantara,ditengah perjalanan ada seekor ular yang melata diatas tangkai pohon tanpa diketahui oleh ronghabi rodano hingga tepat diatas kepalanya langsung melilit leher ronghabi rodano hingga bergerak cepat ular itu sudah melilit seluruh tubuh ronghabi rodano hingga mengakibatkan ronghabi rodano sulit untuk bergerak juga sulit untuk bernafas.Ular itu cukup besar dan panjang, panjangnya sekitar lima meter.


beberapa saat kemudian ronghabi rodano tak bergerak dan hampir mati.Tiba-tiba kilatan cahaya putih dengan begitu cepat menyambar ular itu dari berbagai arah seperti sebuah tongkat yang ujungnya tajam berkilau menyambar ke kanan dan ke kiri,keatas juga kebawah hingga ular itu mati terpotong- potong jadi beberapa bagian, darah ular itu mengalir begitu banyak dan mengalir tanah lalu mengalir ke senjata atau tongkat yang tadi memotong tubuhnya ular.


Ronghabi rodano berdiri dan mencoba menangkap tongkat yang telah menolong ronghabi rodano namun tongkat itu melayang lenyap.

__ADS_1


Ronghabi rodano perlahan mencoba berjalan kearah lautan yang ada di depannya,ketika kaki kanan menginjak tepi pantai dan air pantai datang menyambut ronghabi rodano berubah menjadi tanah kering juga seperti ada tangga masuk kedalam lorong bawah tanah menembus gelombang air laut yang ada di atasnya.


Kini ronghabi rodano berjalan masuk kedalam lorong bawah tanah,terdapat dinding yang nampak terbuat dari batu permata, didepannya ada jalan berhiaskan marmer menuju sebuah istana bawah tanah entah apa penuh tanda tanya membasahi seluruh ruang pikiran ronghabi rodano."Tempat apa ini, seperti istana bawah laut?" ucap ronghabi rodano dalam hatinya.


Terus berjalan perlahan menuju karper warna merah,kanan kiri ada patung ukiran emas berbentuk singa laut, ditengahnya ada kursi besar dengan kaki kaki kursi berbentuk ikan listrik atau sidat berwarna kuning.Sesaat ronghabi rodano berhenti di depan kursi besar itu, menatap dengan penuh tanda tanya hingga waktu berjalan cepat muncul sosok berpakaian serba putih duduk di kursi itu dengan tatapan mata yang begitu tajam kearah ronghabi rodano,sosok itu menunjuk ke depan kearah belakang ronghabi rodano hingga pintu gerbang lorong bawah tanah tertutup, air laut bergerak bergelombang menerjang bibir pantai.


Sebatas mata memandang hanya ada pantai dengan ombak yang besar..

__ADS_1


bergelombang menerjang bibir pantai.


Sebatas mata memandang hanya ada pantai dengan ombak yang besar bergelombang,tak terlihat pintu gerbang lorong bawah tanah yang di lewati ronghabi rodano.Waktu berjalan begitu cepat hingga malam tiba.Sinar bulan purnama begitu terang menerangi pantai.Pada bukit karang pantai ada empat orang bersantai menikmati sinar bulan purnama sembari memancing.Seorang dapat ikan,ditarik dengan sekuat tenaga.Tarikan begitu kuat dari dalam air laut, hingga perlu kawannya ikut membantu menarik pancing keatas."Berat sekali,ini ikan apa?" tanya salah seorang pemancing."iya,tarik saja sampai ke daratan,"sahut yang lainnya.Cukup lama mereka menarik pancing hingga waktu hampir keatas air laut tiba-tiba ada angin kencang dari arah pantai mengakibatkan berguncang tali pancing dan akhirnya putus hasil tangkapan."Nampaknya bukan ikan yang aku lihat sekilas,"ucap pemancing itu.


__ADS_2