
Sukma kelana heran..
"Tadi siapa ya?? Kok bawa ronghabi rodano pergi ke langit dan menghilang." Sukma kelana bergerak kearah kanan dan melihat tubuh ronghabi rodano terlihat tak bergerak kaku tubuhnya.
"Lho ..! Ini siapa? Ini tubuhnya ronghabi rodano,jadi tadi siapa yang di bawa oleh sesosok berbaju putih?" Sukma kelana mendekati tubuh ronghabi rodano dan menyentuh tangannya yang kaku pucat.
"Tubuhnya dingin bagai es,tak ada nafasnya.." sukma kelana masih tidak mengerti apa yang telah terjadi dan yang telah dilihatnya.
Disaat masih belum mengerti apa yang terjadi.
Datang dong pemimpin berkuda hitam bersama pasukan barunya.
"Lihat sukma kelana telah membunuh orang itu !" Dong berteriak keras pada para pasukan berkuda.
Suara keras itu juga membuat orang berkumpul di tempat itu.
"Sukma kelana telah membunuhnya !" Orang lain juga ikut berteriak keras sambil membawa senjata apa saja yang ada.
Tidak begitu lama sudah ada banyak orang berkumpul mengepung sukma kelana dari berbagai penjuru.
"Stop !! Aku tidak membunuh orang ini ." Sukma kelana mencoba menenangkan orang- orang yang telah mengepung dan siap menangkap sukma kelana.
"Itu buktinya orang itu mati didekatmu." Dong menunjuk ronghabi rodano yang telah mati dengan tangan berlumuran darah.
"Dia mati setelah melawan monster raksasa buaya putih yang ada di dalam air sungai itu." Sukma kelana menjelaskan apa yang terjadi sambil menunjuk ke arah air sungai..
"Mana monster raksasa buaya putih ???" Tanya salah satu orang yang mengepung sukma kelana memegang kayu panjang.
Sukma kelana melihat sekeliling tepian sungai tidak melihat lagi monster raksasa buaya putih, hilang setelah bertarung melawan ronghabi rodano.
"Tadi disini , ada monster raksasa buaya putih yang telah dibunuh ronghabi rodano." Sukma kelana menunjuk pada tanah bekas tubuh dan kaki monster raksasa buaya putih.
"Bokong !! Eh bohong ! Dia bohong !" Teriak dong pemimpin berkuda hitam menunjuk ke arah sukma kelana.
"Aku telah difitnah oleh dia ! Dia Dong Pemimpin berkuda itu ! " Sukma kelana siap siap menghadapi apa yang akan terjadi.
"Jangan percaya omongan orang itu !" Dong segera mengangkat kaca cermin kearah sukma kelana.
"Nah itu ! Dia bawa kaca cermin bukan miliknya ! Apa buktinya kaca cermin miliknya ?!" Sukma kelana menunjuk ke arah kaca cermin yang di pegang oleh Dong Pemimpin berkuda hitam.
Orang orang yang mengepung sukma kelana serentak berpaling melihat dong pemimpin berkuda hitam.
__ADS_1
"Kaca cermin itu akan membuktikan kebenaran ." Sukma kelana menunjuk ke arah kaca cermin yang dipegang oleh dong pemimpin berkuda hitam.
"Pasukan tangkap sukma kelana !" Dong memerintahkan pasukannya menyerang sukma kelana.
Sedangkan orang orang yang mengepung sukma kelana berubah memihak pada sukma kelana.
"Lawan orang berbaju hitam itu !" Orang yang mengepung menunjuk dong pemimpin berkuda hitam.
Disaat orang orang saling bertempur antara pasukan berkuda dengan orang orang yang mengepung,dong pergi tinggalkan tempat memacu kudanya lari cepat.
Sukma kelana melihat langsung melompati orang yang mengepung dan pasukan berkuda hitam.
"Heiii..!! Jangan lari , kau!" Sukma kelana mengejar dong pergi.
Dong sudah cukup jauh tinggalkan tempat itu namun sukma kelana mengikuti dari belakang melayang diantara ranting pohon yang tumbuh besar.
"Sudah jauh, sukma kelana tak mampu mengejarku."dong pemimpin berkuda hitam berpikir bahwa sukma kelana tak dapat mengejarnya.
"Hem .. jangan kira kau lolos dari maut!" Sukma kelana sudah ada di depan mata dong pemimpin berkuda hitam.
"Apa ??" Dong melompat keatas menyerang sukma kelana dengan pedang menembus bayangan yang terlihat oleh dong menuju sukma kelana berdiri.
"Kini kau harus dapat balasan ..!" Sukma kelana menendang kearah dada dong pemimpin berkuda hitam namun ditangkis dengan cepat pakai kaca cermin.
"Brakh..!!! Suara keras terdengar benturan kaki kanan sukma kelana dengan kaca cermin.
Kaca cermin pecah jadi dua, terkena tendangan kaki kanan sukma kelana.
Pecahan kaca cermin ada yang di Utara dan Selatan.
"Kini kamu tak punya apa-apa !" Sukma kelana mengarahkan telunjuknya ke arah leher dong pemimpin berkuda hitam.
"Aku menyerah !" Dong memohon agar di lepaskan.
"Baik aku lepaskan, tapi jangan main-main!" Sukma kelana melepaskan dong.
"Baik !" Dong menunduk ke bawah, tangan kirinya mengambil sesuatu senjata rahasia..
Dan menyerang sukma kelana dengan cepat menggunakan senjata rahasia melesat berputar putar mengenai kuping kiri sukma kelana.
Kupingnya sukma kelana sebelah kiri sedikit berdarah terkena goresan senjata rahasia milik dong.
__ADS_1
"Mungkin ini yang terakhir...!!"sukma kelana duduk bersila di tanah sambil memejamkan kedua matanya.
Pecahan kaca yang terbagi menjadi dua bagian di Utara dan Selatan ditariknya oleh sukma kelana menjadi satu kembali.
Saat dua kaca cermin mulai akan menyatu,dong melompat dari tempatnya dan siap-siap merampasnya kembali kaca cermin jika sudah menyatu lagi.
"Sudah waktunya untuk mengambil kaca cermin yang sudah utuh kembali." Dong mengambil kaca cermin yang sudah utuh setelah disatukan oleh sukma kelana lalu melesat pergi tinggalkan sukma kelana.
Kali ini dong pemimpin berkuda hitam sudah cukup jauh tinggalkan sukma kelana.
"Kaca cermin sudah menjadi satu setelah terbelah dua bagian,dong mengambil dan pergi..." Sukma kelana membuka kedua matanya, melihat dong sudah jauh tinggalkan tempat itu
"Biar saja dong tak akan bisa menggunakan kaca cermin itu lagi setelah kaca pernah pecah, meskipun sudah menyatu lagi..."sukma kelana berdiri dan pergi melesat entah kemana.
Mengembara menyusuri waktu yang terlewati.
Angin membawa sukma kelana pergi jauh kemana perginya.
Disuatu tempat tak pernah diketahui.Saat kedamaian menghiasi suasana yang berjalan dari waktu ke waktu.
Muncul dong pemimpin berkuda hitam membawa kaca cermin, membakar apa yang dilewati oleh dong pemimpin berkuda hitam.
Hingga berada di kerajaan siluman.
Gerbang dengan bangunan kuno bebatuan besar tertata begitu rapi tumpukan batu besar.
Didepan gerbang terdapat dua pohon besar yang tumbuh sudah ratusan tahun lamanya, masih nampak kuat akar akarnya mencengkeram kedalam tanah.
Dua pohon besar itu saling berkaitan pada tangkainya seperti lengkungan yang indah.
Begitu pula daunnya saling mengikuti bentuk tangkainya.
Ada banyak burung gagak tinggal di antara pohon besar itu,suasana yang begitu sepi jika orang lewat di tempat itu.
Namun di lain waktu suasana begitu ramai kehidupan sehari-hari di dalam kerajaan siluman.
Dong melintasi tempat itu dan berhenti melihat ke gerbang kerajaan siluman tertutup oleh akar pohon besar di kanan dan kiri bangunan istana siluman.
"Dibalik pohon itu nampak sepi tidak ada tanda adanya kehidupan.' dong melihat sekeliling dua pohon besar yang berkaitan satu dengan yang lain.
"Tapi aku tadi mendengar seperti ada suara orang berbincang bincang di balik dua pohon besar itu." Dong turun dari kuda hitamnya, berjalan mendekati dua pohon besar itu.
__ADS_1